Menu

Mode Gelap
GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang

Crime

Bukan Teroris, Cuma Kesepian: Kisah Anak yang Jadi Tersangka Ledakan di SMAN 72

badge-check

Kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta mengungkap sisi lain tentang tekanan emosional remaja. Polda Metro Jaya menetapkan satu siswa sebagai anak berhadapan dengan hukum (ABH). Polisi soroti pentingnya dukungan psikologis di sekolah.(Foto:Istimewa) Perbesar

Kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta mengungkap sisi lain tentang tekanan emosional remaja. Polda Metro Jaya menetapkan satu siswa sebagai anak berhadapan dengan hukum (ABH). Polisi soroti pentingnya dukungan psikologis di sekolah.(Foto:Istimewa)

PRABA INSIGHT – JAKARTA – Jumat siang yang seharusnya tenang di SMAN 72 Jakarta mendadak berubah jadi kepanikan. Suara ledakan memecah khotbah Jumat di masjid sekolah yang berlokasi di kompleks Kodamar, Kelapa Gading. Beberapa detik kemudian, suara ledakan kedua menyusul membuat orang-orang berlarian keluar dengan dada berdebar.

Beberapa hari setelahnya, Polda Metro Jaya akhirnya menemukan sosok di balik peristiwa ini. Bukan teroris, bukan geng kriminal, melainkan seorang anak sekolah. Polisi menyebutnya sebagai Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) istilah resmi untuk anak yang diduga terlibat tindak pidana.

“Berdasarkan keterangan saksi, terdapat dugaan ada perbuatan melawan hukum yang patut diduga melanggar norma hukum,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, dalam konferensi pers, Selasa (11/11/2025).

Namun, di balik istilah hukum yang kaku itu, ada cerita yang lebih manusiawi. Polisi menemukan bahwa tindakan pelaku ini diduga berawal dari dorongan emosional sebuah rasa kesepian dan keterasingan yang menumpuk dalam kesehariannya.

“Yang bersangkutan merasa sendiri, merasa tidak ada tempat untuk menyampaikan keluh kesahnya, baik di keluarga, tempat tinggal, maupun sekolah. Ini jadi perhatian juga untuk menyikapi hal tersebut,” ujar Iman.

Singkatnya, anak ini tidak sedang ingin membuat keributan, tapi sedang mencoba berteriak lewat cara yang salah. Dan sayangnya, suara itu baru terdengar setelah semuanya terlambat.

Luka yang Tak Hanya Fisik

Ledakan itu membuat 96 orang jadi korban, sebagian besar siswa. Berdasarkan data Posko Pelayanan Polri di RS Islam Cempaka Putih, hingga Senin (10/11/2025) pagi, 67 orang sudah diperbolehkan pulang, sementara 29 lainnya masih dirawat di tiga rumah sakit di Jakarta Pusat.

  • RS Islam Cempaka Putih: 43 pasien (14 dirawat, 29 pulang)
  • RS Yarsi: 15 pasien (14 dirawat, 1 pulang)
  • RS Pertamina Jaya: 7 pasien (6 dirawat, 1 intensif)

Angka-angka ini memang terdengar statistik, tapi di balik setiap angka ada kisah: ada orang tua yang panik, guru yang menangis, dan teman sekelas yang mungkin masih belum percaya bahwa pelakunya adalah orang yang mereka kenal.

Catatan yang Harus Didengar

Polisi menyebut temuan ini jadi alarm penting: anak muda hari ini bukan hanya butuh pelajaran eksak, tapi juga ruang aman untuk bercerita.

“Setiap rupiah uang rakyat, termasuk dana pendidikan, harus tepat sasaran,” ujar Iman, menekankan pentingnya sinergi semua pihak dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan suportif.

Kasus ini bukan cuma soal hukum, tapi soal kemanusiaan. Tentang bagaimana satu anak bisa merasa begitu sendiri di tengah ribuan orang, dan bagaimana dunia orang dewasa sering kali lupa mendengar sebelum semuanya terlambat.(Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja

7 Agustus 2026 - 20:39

Bau Busuk yang Dikira Bangkai Hewan Ternyata Jenazah Pria Tanpa Kepala, Warga Depok Syok Bukan Main

4 Agustus 2026 - 22:43

Lapor Hilang ke Polisi Disebut “Sudah Dewasa”, Feni Ere Akhirnya Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

31 Juli 2026 - 18:05

Pilot Malaysia Airlines Jadi Tersangka, Bawa 25,1 Kg Ekstasi dan Sabu ke Soekarno-Hatta

31 Juli 2026 - 15:23

16 Kali Kemalingan Ayam, Kini Suami dan Anak Pemilik Ditahan Usai Kasus Maling Tewas di Tabanan

30 Juli 2026 - 16:04

Trending di Crime