Menu

Mode Gelap
Ceramah di Kolong Tol, Ustadz Endang: Harta dari Judol dan Pinjol Bisa Jadi Petaka iPhone Rp2 Juta Berujung Parang: Drama Emosi Pembeli di Toko HP Medan yang Viral Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditusuk di Bandara, Salah Satu Pelaku Diduga Atlet MMA Menggugat Sistem Global, Haidar Alwi Dorong Emas Rakyat Jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi RI Sekawan Limo 2 Tayang Mei 2026: Dari Reuni Santai Berujung Teror Pesugihan PHI Group Borong 2 Penghargaan di Grand Honors 2026, Ekspansi 27 Hotel dan Bidik Pasar ASEAN

Crime

Ditegur Saat Apel Pagi, Karyawan di Tojo Una-Una Tewas Diduga Diserang Rekan Kerja

badge-check


					Kronologi karyawan perempuan Rindi Antika tewas diduga diserang sekuriti rekan kerja saat apel pagi di Pakang Beach, Ampana Tete, Tojo Una-Una. Polisi telah menangkap pelaku. Perbesar

Kronologi karyawan perempuan Rindi Antika tewas diduga diserang sekuriti rekan kerja saat apel pagi di Pakang Beach, Ampana Tete, Tojo Una-Una. Polisi telah menangkap pelaku.

PRABAINSIGHT.COM – SULTENG – Kadang tragedi datang dari hal yang kelihatannya sepele. Teguran singkat di pagi hari, suasana kerja yang sedang tegang, lalu emosi yang keburu meledak. Di kawasan wisata Pakang Beach, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, rangkaian kecil itu berakhir pada satu hal yang paling tidak diharapkan: kehilangan nyawa.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu pagi, 7 Maret 2026, sekitar pukul 08.30 WITA. Saat itu para karyawan sedang mengikuti apel pergantian sif pagi di area Pakang Beach, Desa Longge, Kecamatan Ampana Tete.

Apel pagi yang biasanya hanya berisi arahan singkat tiba-tiba berubah menjadi situasi yang jauh dari kata tenang.

Korban dalam peristiwa ini adalah seorang karyawan perempuan bernama Rindi Antika. Ia dilaporkan meninggal dunia setelah diduga diserang oleh rekan kerjanya sendiri yang berinisial NYT, seorang petugas sekuriti di lokasi tersebut.

Menurut keterangan polisi, insiden bermula ketika pelaku yang saat itu memimpin apel menegur korban. Teguran diberikan karena korban dianggap tidak serius mengikuti arahan dan diduga kerap memainkan ponsel saat kegiatan berlangsung.

Hal yang mungkin awalnya hanya dimaksudkan sebagai peringatan kerja biasa rupanya tidak diterima dengan baik.

Korban disebut hendak meninggalkan lokasi tanpa izin setelah ditegur. Ketika sudah berada di atas sepeda motor, korban membantah teguran tersebut sehingga terjadi adu argumen antara keduanya.

Percakapan yang awalnya hanya berupa saling bantah itu kemudian berubah menjadi situasi yang makin panas.

Dalam kondisi emosi memuncak, pelaku diduga mengambil senjata tajam yang dibawanya dan menyerang korban. Serangan tersebut membuat korban terjatuh di lokasi kejadian.

Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Ampana Tete untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun upaya penyelamatan tidak berhasil, dan korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Hasil identifikasi yang dilakukan petugas menunjukkan korban mengalami sebanyak 12 luka akibat serangan tersebut.

Setelah kejadian, pelaku sempat melarikan diri dari lokasi. Polisi kemudian melakukan pencarian hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku sekitar pukul 09.58 WITA.

Pelaku ditangkap di Desa Kajulangko saat bersembunyi di rumah keluarganya.

Kasus ini kini masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Satu hal yang pasti: sebuah apel pagi yang seharusnya menjadi rutinitas kerja biasa, mendadak berubah menjadi tragedi yang meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

iPhone Rp2 Juta Berujung Parang: Drama Emosi Pembeli di Toko HP Medan yang Viral

21 April 2026 - 16:39

Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditusuk di Bandara, Salah Satu Pelaku Diduga Atlet MMA

21 April 2026 - 16:28

Viral! Orang Tua Protes Menu MBG, Admin SPPG Justru Balas Nyinyir

20 April 2026 - 16:05

Ahmad Luthfi Kampanye Hemat Energi Naik Sepeda Ratusan Juta, Publik: Ini Hemat atau Gaya?

16 April 2026 - 20:14

Niat Lunasi Utang Rp2,5 Miliar, Nasabah Ini Malah Dipersulit Bank Data OJK Cuma Rp330 Juta

16 April 2026 - 20:06

Trending di Regional