Menu

Mode Gelap
Garuda Menggila di GBK! Indonesia Hajar Saint Kitts 4-0, Beckham Putra Jadi Bintang Gaduh Tahanan Yaqut, KPK Minta Maaf: Asep Sebut Kekecewaan Publik Adalah Dukungan RI Cari Sumber Minyak Baru di Tengah Krisis Hormuz, Bahlil: Jangan Tanya dari Mana Abdullah Kelrey Tantang KPK, Desak Pemeriksaan Puan Maharani dan Hapsoro Mobil Setan: Penumpang yang Tak Pernah Turun Bocoran Proposal Damai AS Ditolak Iran, Jurang Kepentingan Kian Terbuka

Internasional

Ramalan Kiamat Ebo Noah Meleset: Klarifikasi, Donasi, dan Mobil Mewah

badge-check


					Ramalan kiamat Ebo Noah di Ghana yang disebut akan terjadi pada 25 Desember ternyata meleset. Ia mengklaim kiamat ditunda untuk perluasan proyek bahtera, sementara uang donasi pengikutnya diduga digunakan untuk membeli mobil mewah. Kasus ini memicu kritik dan sorotan warganet.(Istimewa) Perbesar

Ramalan kiamat Ebo Noah di Ghana yang disebut akan terjadi pada 25 Desember ternyata meleset. Ia mengklaim kiamat ditunda untuk perluasan proyek bahtera, sementara uang donasi pengikutnya diduga digunakan untuk membeli mobil mewah. Kasus ini memicu kritik dan sorotan warganet.(Istimewa)

PRABA INSIGHT – GHANA – Bagi sebagian besar orang di dunia, 26 Desember 2025 hanyalah hari setelah Natal momen leyeh-leyeh, libur panjang, dan sisa kue kering masih berserakan di meja.

Namun bagi para pengikut Ebo Noah di Ghana, tanggal ini terasa seperti ikut audisi prank skala kosmis.

Sebab, ramalan besar yang katanya akan membuat dunia tenggelam pada 25 Desember… ya, ternyata tidak terjadi. Matahari tetap terbit, tanah tetap kering, dan satu-satunya banjir yang muncul adalah banjir rasa malu dan kebingungan.

Alih-alih meminta maaf, Ebo Noah justru menyampaikan klarifikasi yang terdengar seperti pengumuman jadwal ulang konser stadion:

Katanya, kiamatnya ditunda dulu.

Alasannya?

Menurut pengakuannya, Tuhan mengabulkan doanya dan memberi tambahan waktu agar ia bisa… memperluas proyek bahtera. Saat ini, ia mengklaim sudah punya 10 kapal, dan mungkin targetnya seperti ekspansi franchise.

Dengan kata lain, status kiamat sementara dinyatakan:

pending menunggu ketersediaan slot kapal.

Namun bagian paling menyakitkan bukan pada ramalannya yang meleset, melainkan pada nasib para pengikutnya.

Banyak yang sudah menjual harta benda, mengemasi koper, dan bersiap ikut naik bahtera karena mengira ini adalah “tiket penyelamatan terakhir”.

Sayangnya, uang hasil pengorbanan itu justru diduga kuat mengalir ke satu tempat yang sangat duniawi:

sebuah Mercedes Benz senilai sekitar $100.000.

Mungkin dalam logika alternatif sang nabi, kalau benar ada banjir besar, kapal untuk pengikut mobil untuk kapten.

Di media sosial, warganet mulai menyadari bahwa seluruh drama ini lebih mirip konten demi cuan ketimbang wahyu besar. Apalagi Ebo Noah rajin mengunggah video inspeksi kapal, seperti vlog progres proyek startup spiritual.

Kini situasinya jadi ironis:

— sang “Noah 2.0” punya mobil mewah baru

— sementara sebagian pengikut yang sudah menjual rumah

justru kebingungan harus tinggal di mana

karena… kiamatnya batal.

Kasus ini juga mengingatkan publik pada ramalan gagal lain yang sempat viral sebelumnya  sama-sama mengusung narasi akhir zaman, namun berujung zonk dan patah dompet.

Pada akhirnya, Ebo Noah membuktikan satu hal sederhana:

Kalau kiamat masih bisa ditunda,

keinginan punya mobil mewah tampaknya tidak.

Dan bagi para pengikutnya,

banjir yang benar-benar terjadi mungkin bukan air bah melainkan banjir air mata dan penyesalan.

Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bocoran Proposal Damai AS Ditolak Iran, Jurang Kepentingan Kian Terbuka

26 Maret 2026 - 08:45 WIB

Bocoran Rahasia Mossad: Hacker Pro-Palestina Handala Serang Sistem dan Data Laura Gelinsky

17 Maret 2026 - 08:11 WIB

Iran Kirim Sinyal Keras ke Ukraina: Jika Bantu Israel Pakai Drone, Bisa Dianggap “Target Sah”

16 Maret 2026 - 11:04 WIB

Anak Cantumkan Jabatan Ayah di CV, Karier Pejabat Istana Korea Selatan Ini Berakhir

16 Maret 2026 - 10:59 WIB

Kronologi Tenggelamnya Fregat IRIS Dena: Dari Izin Sandar di India hingga Diduga Ditorpedo di Samudra Hindia

10 Maret 2026 - 14:52 WIB

Trending di Internasional