Menu

Mode Gelap
Hari Purwanto Desak Aparat Usut Dugaan Fitnah terhadap Megawati, Minta Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Mengapa Status Febrie Adriansyah Berubah Jadi Saksi di Sprindik Kejagung? Ini Penjelasan Resminya Wasekjend Depinas SOKSI Nilai Serangan Deddy Sitorus ke Bahlil Cerminkan Kemunduran Etika Politik PDIP Aktivis 98 Agung Dekil: Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Wujud Nyata Amanat Reformasi 1998 Sahabat MUI Kota Bekasi Gelar Raker I, Desak Pengawasan LGBT dan Narkoba Tak Cukup Mundur? Bandot DM Sebut Febrie Masih Sah Jadi Jampidsus karena Keppres Belum Dicabut

Internasional

32 Warga Tewas, Gencatan Senjata Gaza Resmi Jadi Lelucon Berdarah

badge-check

Sebanyak 32 warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel di Gaza, meski gencatan senjata fase dua diklaim berlaku. Bom tetap jatuh, warga sipil kembali jadi korban.(foto: AFP) Perbesar

Sebanyak 32 warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel di Gaza, meski gencatan senjata fase dua diklaim berlaku. Bom tetap jatuh, warga sipil kembali jadi korban.(foto: AFP)

PRABAINSIGHT.COM – GAZA – Gencatan senjata di Gaza kembali membuktikan satu hal: ia lebih mirip janji kampanye daripada kesepakatan damai. Ada di atas kertas, dibicarakan di forum internasional, tapi hancur begitu saja saat bom pertama dijatuhkan.

Sabtu (31/1/2026), langit Gaza kembali dipenuhi suara ledakan. Serangan udara Israel menghantam apartemen warga, tenda-tenda pengungsian, hingga sebuah kantor polisi. Menurut otoritas setempat, sedikitnya 32 warga Palestina tewas dalam rentetan serangan yang menyapu sejumlah wilayah di Jalur Gaza.

Bagi warga Gaza, ini bukan sekadar serangan biasa. Mereka menyebutnya sebagai yang paling intens sejak fase kedua gencatan senjata mulai diberlakukan awal bulan ini. Artinya, kesepakatan damai yang katanya sudah masuk babak lanjutan itu, tampaknya tak lebih kuat dari dinding tenda pengungsian.

Salah satu lokasi yang dihantam adalah tempat penampungan Gath di sebelah barat Khan Yunis, Gaza selatan. Asap dan api membubung tinggi, menandai satu lagi tempat yang seharusnya aman, tapi justru jadi sasaran.

Militer Israel, seperti biasa, punya versi sendiri. Mereka mengonfirmasi serangan udara tersebut dan menyebutnya sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata oleh Hamas sehari sebelumnya, Jumat (30/1/2026). Klaim dibalas klaim. Tuduhan dijawab tuduhan. Sementara warga sipil, lagi-lagi, kebagian bagian paling buruknya.

Di sisi lain, Hamas mengecam keras serangan Israel dan mendesak Amerika Serikat untuk segera turun tangan. Dalam pernyataannya, Hamas menyebut serangan ini sebagai pelanggaran berkelanjutan yang, menurut mereka, menjadi bukti bahwa pemerintah Israel terus melanjutkan apa yang mereka sebut sebagai genosida terhadap warga Palestina di Gaza.

Saling tuding sebenarnya sudah jadi menu harian sejak gencatan senjata diumumkan. Israel dan Hamas sama-sama mengklaim pihak lain lebih dulu melanggar kesepakatan. Namun, seperti biasa, tidak ada yang benar-benar membahas satu hal paling penting: berapa lagi warga sipil yang harus mati sebelum dunia merasa cukup?

Hingga awal Februari 2026, berdasarkan data Kementerian Kesehatan di Gaza, jumlah korban tewas telah mencapai 71.769 orang, mayoritas perempuan dan anak-anak. Sementara itu, lebih dari 171.483 orang mengalami luka-luka. Angka-angka ini terus bertambah, bahkan saat kata “gencatan senjata” masih rutin diucapkan para pejabat.

Di puing-puing kantor polisi Sheikh Radwan, Kota Gaza, tim penyelamat mengangkat jenazah dari reruntuhan. Pemandangan yang kini begitu lazim, sampai-sampai dunia internasional tampak kehabisan kata, tapi belum kehabisan alasan.

Gaza kembali dibombardir. Gencatan senjata kembali dipertanyakan. Dan nyawa warga sipil, sekali lagi, tetap jadi variabel yang paling mudah diabaikan.(Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Trump Sebut Israel Bisa Tamat dalam Hitungan Jam Jika Iran Punya Nuklir, Ancaman atau Jurus Negosiasi?

18 Juni 2026 - 18:44

Viral! Polisi Florida Tilang Perempuan Tanpa Tangan Kanan karena Diduga Main HP Saat Nyetir

2 Juni 2026 - 12:49

Edoardo Agnelli: Pewaris Juventus yang Masuk Islam, Dicoret dari Keluarga, lalu Tewas Misterius

26 Mei 2026 - 20:24

Patung Yesus Dirusak di Lebanon Selatan, Militer Israel Akui dan Janji Investigasi

22 April 2026 - 20:30

Dana Rp263 Triliun untuk Gaza Diduga Dialihkan ke Israel, Nama Donald Trump Disorot

20 April 2026 - 16:41

Trending di Internasional