PRABAINSIGHT – JAKARTA – Isu reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto kembali beredar seperti undangan arisan yang belum tentu datang, tapi selalu bikin deg-degan. Bedanya, yang ini bukan soal iuran melainkan kursi menteri.
Kalau kabar ini benar, maka reshuffle kali ini bakal jadi jilid kelima sejak Prabowo dilantik pada 20 Oktober 2024. Sebuah rekor kecil yang bikin Kabinet Merah Putih terasa lebih dinamis daripada jadwal KRL jam sibuk.
Reshuffle sendiri, buat yang lupa, adalah seni mengganti orang tanpa mengganti kebijakan. Tujuannya mulia: penyegaran. Dampaknya? Biasanya bikin menteri rajin senyum, tapi tidur kurang nyenyak.
Tujuh Nama yang Disebut-sebut Bakal Tergeser
Isu yang beredar menyebut setidaknya tujuh nama anggota kabinet yang dikabarkan masuk radar perombakan:
- Menko PMK Pratikno
- Menteri Luar Negeri Sugiono
- Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono
- Kepala KSP Muhammad Qodari
- Menkomdigi Meutya Hafid
- Menteri HAM Natalius Pigai
- Menteri Pariwisata Widiyanti Putri
Benar atau tidaknya? Tentu saja hanya satu orang yang tahu: Presiden. Sisanya, menunggu sambil pasang wajah poker.
Sugiono: Saya Baru Dengar
Menteri Luar Negeri Sugiono menanggapi isu reshuffle dengan ekspresi khas pejabat yang baru dikabari gosip grup WhatsApp keluarga.
“Saya baru dengar,” ujarnya singkat di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (27/1/2026).
Sugiono menegaskan bahwa urusan reshuffle sepenuhnya hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. Ditanya soal waktu awal Februari? Jawabannya tetap sama: belum dengar. Setelah itu, ia masuk mobil meninggalkan wartawan dan spekulasi.
Meutya Hafid: Senyum, Lalu Menghilang
Berbeda dengan Sugiono yang masih bersuara, Menkomdigi Meutya Hafid memilih strategi klasik: senyum lalu pergi.
Usai meluncurkan Permen Komdigi tentang registrasi biometrik SEMANTIK di Sarinah, Meutya sempat melayani pertanyaan soal program. Namun begitu kata “reshuffle” meluncur, ia langsung mengalihkan pandangan, mempercepat langkah, dan meninggalkan lokasi.
Pengawal pun sigap. Wartawan terhenti. Mobil putih melaju. Isu pun tetap hidup.
Nama-nama yang Masuk Bursa
Tak lengkap rasanya bicara reshuffle tanpa daftar “calon pengganti”. Beberapa nama yang disebut-sebut masuk bursa kabinet antara lain:
- Budisatrio Djiwandono
- Angga Raka Prabowo
- Juda Agung
Nama Budisatrio mencuat setelah pernyataan berseloroh Utut Adianto yang memantik spekulasi perpindahan dari legislatif ke eksekutif. Namun Budisatrio buru-buru meluruskan.
“Tugas kita tetap di Komisi I,” ujarnya. Singkat, padat, dan menutup pintu spekulasi—setidaknya untuk saat ini.
Pos Menkomdigi dan Wamenkeu Ikut Disorot
Selain isu pergantian menteri, kursi Wakil Menteri Keuangan juga ikut menghangat. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Juda Agung sebagai salah satu kandidat terkuat menggantikan Thomas Djiwandono yang resmi menjadi Deputi Gubernur BI.
Purbaya tak membantah skenario tukar guling jabatan. “Kelihatannya,” katanya—jawaban yang cukup untuk memicu belasan analisis politik.
Kalau Jadi Jilid 5, Ini Bukan Hal Baru
Sepanjang 2025, Prabowo sudah empat kali melakukan reshuffle. Dari menteri pendidikan, keuangan, hingga kepala badan semuanya pernah kena giliran.
Artinya, reshuffle jilid lima bukan kejutan. Lebih tepat disebut rutinitas berkala. Seperti servis kendaraan: kadang perlu ganti oli, kadang ganti sopir.
Benar atau tidaknya reshuffle jilid lima, satu hal pasti:
di Kabinet Merah Putih, isu reshuffle selalu datang lebih cepat dari klarifikasi.
Dan selama belum ada pengumuman resmi dari Istana, semua menteri hanya bisa melakukan satu hal paling rasional: tetap bekerja, sambil sesekali mengecek kalender siapa tahu namanya kebetulan jatuh di tanggal merah.
Editor : Irfan Ardhiyanto






