Menu

Mode Gelap
Telepon dari Gerbong Wanita Bekasi Timur Dari Gedung KPK ke Kementerian Koperasi, Mahasiswa Memburu Jawaban atas Anggaran Rp59 Triliun Ramai Program MBG, Pelajar Sumsel Justru Soroti Hal yang Jarang Dibahas Waduh! Pasien Puskesmas Rawa Tembaga Diduga Terima Obat Kedaluwarsa, Dinkes Kota Bekasi Turun Tangan! Kapolri Angkat Tangan soal Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa: “Sudah Bukan Kewenangan Polri” Garuda di Dadaku Ramaikan Jakarta Fair 2026, Keanu Azka dan Quinn Salman Diserbu Penggemar Cilik

Otomotif

Sering Lewat Tanjakan? Ini Cara Pakai Gigi Mobil Matik Biar Transmisi Awet

badge-check


					Banyak pengemudi mobil matik masih memaksakan gigi D di tanjakan terjal. Simak cara pakai gigi yang benar agar transmisi tidak cepat panas dan lebih awet. Perbesar

Banyak pengemudi mobil matik masih memaksakan gigi D di tanjakan terjal. Simak cara pakai gigi yang benar agar transmisi tidak cepat panas dan lebih awet.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Mobil matik itu diciptakan untuk memanjakan. Tinggal injak gas, lepas rem, jalan. Tapi sayangnya, sebagian pengemudi justru terlalu percaya diri. Tanjakan terjal? Santai, tuas tetap di D. Padahal, kebiasaan ini pelan-pelan bisa bikin transmisi ngos-ngosan.

Memaksakan gigi D saat menanjak bukan cuma bikin tenaga mobil terasa loyo, tapi juga membuat suhu transmisi cepat naik. Kalau dibiarkan, umur gearbox bisa lebih pendek dari niat awal beli mobil “biar awet”.

Supaya mobil matik tetap waras dan dompet nggak mendadak sesak gara-gara servis transmisi, ada beberapa trik sederhana yang sebaiknya dipatuhi.

Pertama, jangan malu pakai mode L atau 1–2.

Saat menghadapi tanjakan curam, pindahkan tuas ke L, 1, atau 2 tergantung jenis mobilnya. Mode ini membantu mesin menghasilkan torsi lebih besar tanpa memaksa transmisi bekerja di luar batas wajar.

Kedua, hindari gaya setengah gas berkepanjangan.

Menahan mobil di tanjakan sambil menginjak gas setengah itu ibarat nyuruh orang lari sambil dipeluk. Oli transmisi cepat panas, tapi mobilnya nggak ke mana-mana. Lebih baik injak gas dengan mantap dan terkontrol agar mobil langsung naik tanpa drama.

Ketiga, manfaatkan rem tangan saat berhenti.

Kalau harus stop di tanjakan, tarik rem tangan dulu sebelum melepas rem kaki. Cara ini bukan cuma mencegah mobil mundur, tapi juga mengurangi tekanan berlebih pada transmisi.

Keempat, jaga jarak dan momentum.

Ambil ancang-ancang yang cukup sebelum menanjak. Momentum yang pas bikin mesin dan transmisi nggak perlu kerja lembur hanya untuk menaklukkan tanjakan.

Kelima, peka dengan tanda-tanda aneh.

Kalau mulai tercium bau gosong atau tarikan terasa berat, jangan sok tegar. Menepi sebentar bisa menyelamatkan transmisi dari overheat dan kerusakan lebih parah.

Intinya, mobil matik memang nyaman, tapi bukan berarti bisa diperlakukan semaunya. Dengan teknik yang tepat, transmisi lebih awet, performa tetap enak, dan perjalanan pun bebas dari rasa waswas. Mobil juga manusia eh, maksudnya, mesin ada batas capeknya.

Editor : Irfan Ardhiyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Toyota Kembangkan Skutik Hidrogen, Isi BBM Tinggal Tukar Tabung

6 Mei 2026 - 21:04

Fakta Mengejutkan Tom Ogle: Tolak Tawaran Miliaran, Temukan Mobil Irit, Lalu Tewas Misterius

30 April 2026 - 17:42

Update Samsat Keliling Jabodetabek: Jadwal, Lokasi, dan Syarat Perpanjang STNK 2026

25 April 2026 - 21:35

Pajak Mobil Listrik Diberlakukan, Pemerintah Seperti Menginjak Rem Sendiri di Tengah Gas Transisi Energi

25 April 2026 - 10:29

Hembusan AC Mobil Tiba-tiba Pelan? Kenali 6 Penyebab dan Solusi Praktisnya Agar Kabin Tetap Adem!

1 Maret 2026 - 18:00

Trending di Otomotif