Menu

Mode Gelap
Pesugihan Kandang Bubrah: Rumah Tak Pernah Jadi, Teror Tak Pernah Berhenti Zimperium Bongkar 250 Aplikasi Android Palsu yang Diam-Diam Daftarkan Korban ke Layanan Premium Hotman Paris Balas Natalius Pigai: “Gajimu Enggak Sebanding dengan Pendapatanku” Kemenkeu Mengaku Tak Tahu Soal APBN untuk Kurban Prabowo: “Tanya Mensesneg” Hakim di Makassar Janjikan Menang Kasasi, Rp1 Miliar Melayang dan Perkara Tak Pernah Diurus Azhar Permana dan Cara Alumni Universitas Pancasila Menjaga Hubungan dengan Kampus: Bukan Cuma Reuni, tapi Juga Kurban

Otomotif

Charging Kilat ala BYD, Isi Daya Mobil Listrik Diklaim Setara Isi Bensin

badge-check


					BYD mulai menyebarkan Megawatt Flash Charging Pile dengan daya hingga 1 MW. Teknologi ini diklaim mampu mengisi baterai mobil listrik hanya 5 menit untuk jarak tempuh hingga 400 kilometer. Perbesar

BYD mulai menyebarkan Megawatt Flash Charging Pile dengan daya hingga 1 MW. Teknologi ini diklaim mampu mengisi baterai mobil listrik hanya 5 menit untuk jarak tempuh hingga 400 kilometer.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Kalau selama ini mobil listrik sering dicibir karena urusan ngecas yang “nunggu lama kayak mantan bales chat”, BYD tampaknya ingin mengakhiri drama itu. Pabrikan asal Tiongkok ini dilaporkan mulai menyebarkan infrastruktur pengisian daya terbarunya secara besar-besaran: Megawatt Flash Charging Pile.

Namanya saja sudah intimidatif. Klaimnya lebih intimidatif lagi. Teknologi ini disebut mampu memangkas waktu pengisian baterai mobil listrik hingga mendekati durasi isi bensin kendaraan konvensional di SPBU. Singkatnya, BYD ingin membuat ngecas EV terasa lebih manusiawi.

Langkah agresif ini sekaligus menegaskan ambisi BYD untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik (EV), bukan lewat slogan hijau, tapi lewat solusi charging ultra-cepat yang benar-benar terasa dampaknya di lapangan.

Bentuknya Futuristis, Fungsinya Nggak Main-main

Berbeda dari stasiun ultra-fast charging kebanyakan, Megawatt Flash Charging Pile tampil mencolok dengan desain menyerupai huruf “T” dan balutan warna biru terang yang terasa seperti properti film sci-fi.

Yang bikin beda, charger ini punya dua kabel pengisian yang menggantung di sisi kiri dan kanan. Desain ini bukan sekadar gaya. Ia menjawab problem klasik: kabel kependekan, berat, atau nyeret ke tanah.

BYD juga menambahkan sistem katrol (pulley) yang membuat bobot kabel terasa lebih ringan saat digunakan. Pendekatan ergonomis ini penting, mengingat arus dan daya yang mengalir bukan kaleng-kaleng.

1 Detik Dapat 2 Km, Ini Bukan Gimmick?

Secara teknis, BYD menyebut Megawatt Flash Charging Pile sebagai terminal pengisian daya megawatt full liquid-cooled pertama di dunia yang diproduksi massal untuk mobil penumpang.

Teknologinya mengusung konsep “tiga seribu”:

  • Tegangan 1000V
  • Arus 1000A
  • Daya 1000 kW (1 MW)

Bahkan dalam kondisi tertentu, output puncaknya bisa mencapai 1.360 kW.

Dengan spesifikasi segila itu, BYD mengklaim kecepatan pengisian setara “1 detik untuk 2 kilometer”. Artinya, dalam waktu sekitar 5 menit, mobil listrik yang kompatibel bisa mendapat tambahan jarak tempuh hingga 400 kilometer.

Kalau klaim ini konsisten di dunia nyata, maka salah satu alasan utama orang ragu beli EV lama ngecas perlahan kehilangan relevansinya.

Daya Gede, Panas Dijinakkan

Daya besar selalu punya risiko: panas berlebih. BYD sadar betul soal ini. Karena itu, Megawatt Flash Charging Pile dibekali teknologi liquid cooling alias pendingin cair, baik pada kabel charging gun maupun unit terminalnya.

Sistem ini menjaga suhu tetap stabil saat arus tinggi mengalir, sekaligus mencegah penurunan performa akibat overheating. Dengan kata lain, ngebut tapi tetap dingin.

Dual-Gun dan Manajemen Listrik yang Nggak Egois

Keunggulan lain datang dari teknologi dual-gun charging. Satu gun bisa digunakan secara independen, atau dua gun dipakai bersamaan untuk mendongkrak output daya.

Tak berhenti di situ, BYD juga menyematkan fitur “peak shaving and valley filling”. Sistem ini menyimpan listrik dari jaringan saat beban rendah (off-peak), lalu melepaskannya saat jam sibuk (peak).

Strategi ini membantu mengurangi tekanan pada jaringan listrik sekaligus memastikan suplai daya tinggi tetap stabil di level 1 MW ketika dibutuhkan.

Menuju Standar Baru Charging EV?

Dengan dimulainya penyebaran Megawatt Flash Charging Pile, BYD berpeluang menetapkan standar baru dalam ekosistem kendaraan listrik global.

Jika infrastruktur ini benar-benar terintegrasi luas dan didukung kendaraan dengan arsitektur 1000V, maka kekhawatiran klasik soal lamanya waktu charging bisa segera masuk museum—bersebelahan dengan mitos “EV nggak kuat dipakai jauh”. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Zimperium Bongkar 250 Aplikasi Android Palsu yang Diam-Diam Daftarkan Korban ke Layanan Premium

28 Mei 2026 - 18:48

Toyota Kembangkan Skutik Hidrogen, Isi BBM Tinggal Tukar Tabung

6 Mei 2026 - 21:04

Gagal di Pasar, Apple Ngotot Lanjut iPhone Air 2 Meski Tren Ponsel Tipis Meredup

4 Mei 2026 - 13:55

Fakta Mengejutkan Tom Ogle: Tolak Tawaran Miliaran, Temukan Mobil Irit, Lalu Tewas Misterius

30 April 2026 - 17:42

Update Samsat Keliling Jabodetabek: Jadwal, Lokasi, dan Syarat Perpanjang STNK 2026

25 April 2026 - 21:35

Trending di Otomotif