Menu

Mode Gelap
Ogah dituduh, Israel Bantah Terlibat, Tuding Hizbullah Tanggung Jawab Ledakan yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon Selatan Kurangi Gadget, Perbanyak Gerak: Betadine Gaungkan Semangat PP Tunas Film Na Willa Satukan Kembali Reda Gaudiamo dan Sahabat Lama, Tangis Pecah di Bioskop ASICS Rilis SONICSMASH™ FF, Sepatu Khusus Padel dengan Fitur Stabilitas dan Akselerasi Di Balik Krisis Energi Global, Pemuda Timur Soroti Peran Krusial Polri Jaga Stabilitas Kemendagri Minta Kota Bekasi Selaraskan Aturan WFH ASN dengan Kebijakan Pusat

Film

Film Na Willa Satukan Kembali Reda Gaudiamo dan Sahabat Lama, Tangis Pecah di Bioskop

badge-check


					Momen haru terjadi saat Reda Gaudiamo bertemu kembali dengan sahabat masa kecilnya di Surabaya lewat nobar film Na Willa, kisah nyata yang menyentuh hati ratusan ribu penonton.(Istimewa) Perbesar

Momen haru terjadi saat Reda Gaudiamo bertemu kembali dengan sahabat masa kecilnya di Surabaya lewat nobar film Na Willa, kisah nyata yang menyentuh hati ratusan ribu penonton.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Kalau ada yang bilang masa kecil itu cuma kenangan, mungkin dia belum nonton Na Willa. Atau lebih tepatnya: belum nonton bareng orang yang benar-benar pernah hidup di dalam cerita itu.

Di Surabaya, tepatnya di Tunjungan Plaza 1 XXI, Selasa (31/3/2026), terjadi momen yang nggak bisa direkayasa oleh skenario mana pun. Penulis sekaligus “pemilik kenangan”, Reda Gaudiamo, duduk berdampingan dengan sahabat masa kecilnya, Ibu Farida. Bukan sekadar nobar biasa ini semacam reuni yang telat 66 tahun, tapi akhirnya kejadian juga.

Bayangkan: dua orang yang dulu lari-larian di Gang Krembangan, sekarang duduk di kursi bioskop, nonton versi layar lebar dari masa kecil mereka sendiri. Kalau ini bukan plot film, mungkin kita bakal bilang terlalu lebay.

Dan tentu saja, suasananya nggak mungkin datar. Ada adegan ketika Na Willa ingin ikut mengaji bersama Farida adegan sederhana, tapi justru di situlah letak pukulannya. Ibu Farida berkaca-kaca. Bukan karena aktingnya dramatis, tapi karena itu memang pernah terjadi.

“Nontonnya ikut terharu. Pas nonton itu, kok Faridanya mirip sekali sama saya pas kecil ya. Apalagi saat adegan mengaji dan salat. Si Linda, nama kecil Reda Gaudiamo, ambil sprei, aduh, terharu sekali nontonnya, tidak bisa berkata-kata,” kenang Ibu Farida.

Di film ini, sosok Farida diperankan oleh Freya Mikhayla, sementara Na Willa (alias Reda kecil) dimainkan oleh Luisa Adreena. Farida digambarkan ceria, polos, bahkan nggak bisa mengucapkan huruf ‘R’ detail kecil yang justru bikin semuanya terasa nyata. Persahabatan mereka bukan yang dramatis ala sinetron, tapi yang hangat, jujur, dan… ya, seperti masa kecil pada umumnya: sederhana tapi nempel lama.

Reda sendiri tampaknya nggak muluk-muluk soal harapan film ini.

“Terima kasih yang sudah menonton Na Willa. Apa lagi yang sudah menonton berkali-kali. Saya sangat berharap, film ini bisa membawa teman-teman kembali bahagia, kembali ke masa kecil, bisa tetap bertemu dan menyambung hubungan dengan teman lamanya,” ujarnya.

Dan kalau kamu pikir momen haru itu berhenti di bioskop, ternyata belum. Reda juga menyempatkan kembali ke Krembangan tempat semua cerita ini bermula. Ia mengunjungi rumah Ibu Farida. Mereka berpelukan. Bukan pelukan formalitas, tapi pelukan orang yang pernah berjanji “nanti balik lagi”, lalu baru benar-benar kembali puluhan tahun kemudian.

“Masa kecil saya di Surabaya, dan itu menjadi setting cerita Na Willa. Tumbuh di Surabaya dengan berbagai macam teman dan tetangga dari berbagai ras, dan itu menjadi bagian penting dari cerita ini,” ujar Reda.

“‘Apakah ini cerita saya?’ Latar belakangnya iya, setting-nya iya, tokoh-tokohnya juga ada semua di dalam kehidupan saya. Ada Farida, ada Dul, ada Bud, mereka adalah teman-teman kecil saya,” lanjutnya.

Janji lama pun akhirnya lunas, meski telat.

“Saya dulu berjanji mau pulang cepat, segera pulang. Tapi saya ternyata tidak pernah pulang, namun janjinya sekarang sudah terpenuhi, meskipun di saat kami sudah sama-sama tua,” kenang Reda.

Ibu Farida, dengan gaya khas sahabat lama yang nggak jaim, menimpali, “Dulu bilangnya sebentar, eh hampir 66 tahun baru ketemu lagi. Dia bilangnya sebentar. Jangan ditinggalin lagi ya sekarang.”

Kalimat sederhana, tapi cukup untuk bikin yang nonton ikut diam sebentar.

Film ini juga nggak cuma menyentuh penonton biasa. Ernest Prakasa yang sudah kenyang bikin dan menilai film ikut angkat bicara.

“Buat gue, Na Willa adalah film yang yang luar biasa, bagus banget. Nggak bakal nyesel deh nonton. Nonton dan berbanggalah kita punya film Indonesia seperti ini,” kata Ernest.

Ia juga memuji akting para pemain, termasuk Luisa Adreena dan Irma Rihi sebagai Mak, serta pendekatan visual dari sutradara Ryan Adriandhy.

“Ryan kan pernah bilang di behind the scene, bahwa dia bukan bikin Surabaya tahun ‘60-an, tapi bikin Surabaya tahun ‘60-an di mata seorang Na Willa yang usianya 6 tahun. Dan menurut gue, ini sebuah treatment yang jitu untuk film ini karena eye candy banget, production design-nya teliti banget, hal-hal kecil tuh diperhatiin banget,” puji Ernest.

“Mata kita dimanjakan sama visual yang cakep banget. Udah gitu, akting. Nah, ini yang menurut gue gila banget. Akting si Na Willa dan Mak, dua-duanya tuh buat gue istimewa sekali. Gue cukup yakin, Mak akan dapat nominasi FFI sebagai Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik,” lanjutnya.

Pada akhirnya, Na Willa ini bukan cuma film. Dia semacam pintu kecil yang, kalau kamu buka, tiba-tiba kamu sudah sampai di masa lalu di gang sempit, di suara azan sore, di teman yang dulu dekat tapi sekarang entah di mana.

Dan mungkin, setelah nonton, kamu jadi kepikiran satu hal sederhana:

kapan terakhir kali kamu menghubungi teman kecilmu? (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lewat ‘Na Willa’, Bioskop Lebaran Tahun Ini Punya Cerita Hangat tentang Dunia Anak

9 Maret 2026 - 14:11 WIB

Blok M Mendadak Mistis: Luna Maya Perkenalkan Film “Santet Dosa di Atas Dosa”

2 Maret 2026 - 14:07 WIB

Dari Novel ke Layar Lebar: Reza Rahadian & Dian Sastro Inilah Line-up Pemeran Film Laut Bercerita

24 Februari 2026 - 13:31 WIB

Trending di Film