PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Kalau kamu kira kisah lima sekawan ini sudah selesai di gunung pertama, berarti kamu belum kenal tabiat film horor Indonesia yang doyan “balik lagi, tapi lebih rame”.
Film Sekawan Limo yang sempat mengumpulkan 2.508.008 penonton pada 2024, kini lanjut ke babak berikutnya lewat Sekawan Limo 2: Gunung Klawih. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 27 Mei 2026, masih di bawah komando produser Chand Parwez Servia dan sutradara yang juga tukang guyon andalan, Bayu Skak.
Dari Gunung Madyopuro ke Gunung Klawih: Naik Level dari Sekadar Ngeri
Tiga tahun setelah pendakian ke Gunung Madyopuro, persahabatan Bagas, Lenny, Dicky, Andrew, dan Juna justru makin lengket kayak notifikasi mantan yang nggak pernah benar-benar hilang.
Masalah mulai muncul saat mereka reuni dalam momen ulang tahun Angel, anaknya Andrew. Bukannya makan kue dan nostalgia, mereka malah disuguhi kenyataan pahit: keluarga Andrew terancam jadi tumbal pesugihan.
Solusi? Ya tentu saja… naik gunung lagi.
Kali ini tujuannya Gunung Klawih. Tapi seperti hukum tak tertulis film horor, semakin niat nolong, semakin besar kemungkinan celaka. Di tengah perjalanan, Juna malah menghilang bukan sekadar nyasar, tapi masuk ke dunia demit.
Horor, Komedi, dan Sedikit Tamparan Realita
Lewat trailer resminya, film ini memperlihatkan bagaimana kehidupan para karakter setelah petualangan pertama mereka. Tapi alih-alih hidup tenang, mereka justru ditarik lagi ke lingkaran masalah kali ini lebih personal, karena menyangkut keluarga.
Deretan pemainnya juga masih “rame kayak arisan RT”: ada Nadya Arina, Benidictus Siregar, Indra Pramujito, hingga cameo dari geng Yowis Ben dan nama-nama seperti Joshua Suherman serta Brandon Salim.
Pesan Moral: Jangan Cari Jalan Pintas, Apalagi Lewat Gunung
Produser Chand Parwez Servia menyebut film ini masih membawa ruh yang sama seperti film pertama, tapi dengan pengembangan yang lebih matang.
“Sajian komedi horor yang segar pada SEKAWAN LIMO pertama semakin dikembangkan di SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih, karaker 5 sekawan menjadi representasi kita untuk hidup berdampingan, dan selalu bersama dalam menghadapi permasalahan yang hadir seberat apapun itu,” ujarnya.
Sementara itu, Bayu Skak menjelaskan bahwa Gunung Klawih terinspirasi dari Gunung Kawi di Jawa Timur, yang selama ini identik dengan praktik pesugihan.
“SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih menghadirkan cerita dan karakter yang lebih berkembang dan dewasa dari SEKAWAN LIMO pertama, Gunung Klawih di ambil dari Gunung Kawi yang ada di Jawa Timur, dengan stigma masyarakat bahwa Gunung tersebut sering dijadikan tempat mencari pesugihan untuk kekayaan duniawi. Film ini mengingatkan kita untuk “ojo golek dalan pintas” atau jangan mencari jalan pintas dalam hidup,” kata Bayu.
Pemeran Juna, Benidictus Siregar, juga mengaku proses film ini cukup panjang dan penuh pengembangan.
“Di Film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih ini, baik cerita, karakter yang diperankan, dan komedi yang dibawakan oleh semua karakter melalui proses pengembangan yang panjang agar ada kebaruan. Film ini mengingatkan saya untuk terus menikmati semua proses yang harus dijalani, meskipun rintangan silih berganti, tetap ojo golek dalan pintas,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Indra Pramujito yang memerankan Andrew.
“SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih ini tentang cinta, keluarga dan persahabatan. Karakter Andrew memberi saya pelajaran bahwa dalam hidup kita harus memperjuangkan cinta untuk pasangan yang sudah kita pilih, bertanggung jawab terhadap keluarga, dan menjaga persahabatan yang kita punya,” ujarnya.
Siap-Siap: Ketawa, Takut, dan Sedikit Ngerasa Disindir
Pada akhirnya, film ini bukan cuma soal setan atau gunung, tapi juga soal manusia yang kadang lebih menyeramkan karena doyan cari jalan pintas.
Jadi, kalau kamu merasa hidup lagi ribet, mungkin film ini bisa jadi pengingat: masalah hidup itu memang berat, tapi bukan berarti harus diselesaikan dengan cara instan.
Atau kalau tetap nekat, ya… jangan heran kalau ending-nya kayak Juna.
Film Sekawan Limo 2: Gunung Klawih akan tayang di bioskop mulai 27 Mei 2026. Siapkan mental, dan kalau perlu… jangan nonton sendirian.











