PRABAINSIGHT.COM – BEKASI – Tim medis Heritage Medical Bekasi, sukses menggaet puluhan warga untuk blusukan mengecek kesehatan reproduksi dan mengikuti skrining HIV massal.
Langkah jemput bola ini sengaja mereka lakukan, demi membongkar ketakutan masyarakat yang selama ini masih tabu dan malu-malu kucing, jika bicara soal penyakit menular seksual.
Aksi sosial yang mengambil tempat di Apartemen Center Point Tower C dan D pada Sabtu (23/5/2026) kemarin, ternyata memicu antusiasme yang luar biasa dari para penghuni.
Dokter Heritage Medical Bekasi, dr. Handrik, menyebutkan bahwa timnya menyediakan beragam layanan gratis, mulai dari tes HIV, pemeriksaan organ reproduksi wanita, pembersihan area kewanitaan, hingga pengecekan gula darah.
Menariknya, dari total 61 peserta yang mendaftar dan menuntaskan pemeriksaan, semuanya mengantongi hasil yang bikin plong.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa melaksanakan program sosial kesehatan untuk masyarakat Kota Bekasi, khususnya pemeriksaan HIV gratis dan pemeriksaan kesehatan reproduksi. Dari 61 peserta yang diperiksa, hasilnya negatif semua,” papar dr. Handrik saat mengumumkan hasil pemeriksaan.
Dokter Handrik juga meluruskan anggapan miring yang sempat berembus. Beliau menegaskan bahwa Heritage Medical Bekasi memilih apartemen tersebut murni secara acak (random), sebagai bentuk aksi kepedulian, bukan karena ada temuan kasus miring di sana.
Deteksi dini ini justru sangat krusial bagi kaum perempuan, karena banyak gangguan organ intim yang kerap muncul tanpa gejala awal.
Kehadiran Heritage Medical Bekasi di lokasi tersebut ternyata membawa berkah tersendiri bagi pihak pengelola apartemen. Manajemen Center Point memanfaatkan momen ini untuk membersihkan nama baik hunian mereka dari stigma negatif eksternal.
Ketua PPPSRS Grand Center Point Tower C & D, Ardy Junaidi, blak-blakan mengaku sangat terbantu dengan inisiatif dari lembaga medis tersebut untuk mengedukasi warga penghuni secara langsung.
“Kami dari pihak manajemen, pengurus, dan pengelola sangat berterima kasih sekali dengan adanya program ini. Jadi akan membuka image ke warga yang lain, terutama Kota Bekasi, bahwa di sini program tetap kita kuatkan untuk menanggulangi atau menghindari praktik prostitusi. Kita akan antisipasi jangan sampai image yang ada di luar, Center Point adalah image yang sangat khusus negatif,” cetus Ardy penuh harap.
Melihat respons warga yang begitu tinggi karena tidak perlu merogoh kocek, Ardy bahkan langsung menodong Heritage Medical Bekasi, untuk kembali menggelar kegiatan serupa secara rutin ke depannya, dengan tambahan menu pemeriksaan seperti kolesterol.
Manfaat nyata ini diamini oleh Fetty (33), salah satu penghuni apartemen yang ikut mengantre. Perempuan ini mengaku berani maju karena urusan dompet. Bagi Fetty, biaya cek medis mandiri ke klinik biasanya menguras kantong, sehingga program gratisan ini pantang untuk dilewatkan.
“Kalau periksa sendiri mungkin mahal, jadi mumpung ada pemeriksaan gratis kenapa tidak dimanfaatkan. Setelah diperiksa jadi tahu kondisi tubuh sendiri dan hasilnya aman,” ucap Fetty sembari tersenyum lega.
Fetty pun berharap Heritage Medical Bekasi konsisten menggelar aksi serupa agar kaum hawa di Kota Patriot, tidak lagi memelihara rasa takut untuk memeriksakan kesehatan reproduksi mereka sejak dini.







