Menu

Mode Gelap
Modus Janji Kredit Miliaran, Dwi Febrie Endaryanto Resmi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Status Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka, Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi Pink: Privilege atau SOP? DPC PKB Kota Bekasi Patok Target 7 Kursi di Pemilu 2029 di Harlah ke-28 Pidato Prabowo Lagi-Lagi Bikin Ramai: Kali Ini Jurnalis, LSM, dan Pengamat Disebut “Londo Ireng” Video Alphard Terobos Lampu Merah Viral, Pramono Minta Satpam Tak Dipecat dan Polisi Bertindak Tegas Heboh Suzuki Thunder Dilarang Isi BBM, Pertamina Akhirnya Buka Suara

News

Workshop Kreatif GMKB Bekasi: Cara Anak Muda Lepas dari Jeratan “Gagap Zaman”

badge-check

Workshop bertajuk "The Art of Becoming: Berani Menjadi Apa Saja". Perbesar

Workshop bertajuk "The Art of Becoming: Berani Menjadi Apa Saja".

PRABAINSIGHT.COM – Jadi pemuda di era bonus demografi itu gampang-gampang susah. Kalau nggak punya skill adaptasi, ya cuma bakal jadi penonton di rumah sendiri.

Sadar akan tantangan itu, Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Muda Kota Bekasi (DPP GMKB) akhirnya turun gunung menggelar workshop bertajuk “The Art of Becoming: Berani Menjadi Apa Saja” di Cafe Cengkir Gading, Pondok Melati, Sabtu (6/6/2026).

Alih-alih cuma kasih teori membosankan, GMKB membawa “amunisi” nyata: aktor senior David Saragih dan konten kreator Papa Zidan. Tujuannya satu: bikin anak muda Bekasi berhenti bimbang dan mulai “menjadi”.

Ketua Umum DPP GMKB, Nicolous Yuliano Ridwan, dengan nada berapi-api bilang bahwa langkah ini adalah bentuk tanggung jawab moral organisasi. Baginya, anak muda Bekasi nggak boleh cuma jadi pelengkap penderita.

”Kami di GMKB memikul beban moral yang besar untuk melakukan pengembangan potensi anak-anak muda, khususnya di Kota Bekasi. Kami bertanggung jawab memastikan bahwa pemuda Bekasi tidak gagap menghadapi perubahan zaman, melainkan menjadi lokomotif penggerak di garis depan,” ujar Nicolous di hadapan para peserta workshop.

Menurutnya, tema “The Art of Becoming” sengaja dipilih, supaya anak muda berani keluar dari zona nyaman. Nggak perlu takut mencoba hal baru di luar pakem profesi konvensional yang sering dianggap “aman” padahal bikin mati gaya.

Bukan Sekadar Seremonial.

Nico juga menegaskan, kalau GMKB nggak main-main soal ekosistem kreatif. Mereka sadar bahwa pekerja seni sering kali dianaktirikan dalam kebijakan daerah, padahal merekalah yang bikin sebuah kota punya nyawa dan karakter.

”GMKB juga konsen terhadap pekerja seni. Kami melihat bahwa seni, budaya, dan industri kreatif adalah pilar penting dalam membangun karakter sebuah kota. Pekerja seni adalah aset bangsa yang harus diapresiasi, dilindungi, dan diberi panggung yang layak,” tegas Nico.

Dalam workshop itu, David Saragih memberikan “daging” soal bagaimana bertahan di dunia seni peran dengan mentalitas baja. Sementara Papa Zidan, dengan gaya khasnya, membedah bagaimana konten digital bukan cuma soal viewers, tapi soal strategi adaptasi.

Acara yang berakhir hangat dengan sesi tanya jawab ini bukan sekadar event dadakan. GMKB berkomitmen menjadikan pelatihan berbasis minat-bakat ini sebagai agenda berkala. Tujuannya jelas: supaya pemuda Bekasi nggak cuma jago kandang, tapi punya taji di kancah kreatif nasional, atau bahkan global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Modus Janji Kredit Miliaran, Dwi Febrie Endaryanto Resmi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

25 Juli 2026 - 17:57

Status Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka, Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi Pink: Privilege atau SOP?

25 Juli 2026 - 11:39

DPC PKB Kota Bekasi Patok Target 7 Kursi di Pemilu 2029 di Harlah ke-28

25 Juli 2026 - 00:52

Pidato Prabowo Lagi-Lagi Bikin Ramai: Kali Ini Jurnalis, LSM, dan Pengamat Disebut “Londo Ireng”

24 Juli 2026 - 19:21

Video Alphard Terobos Lampu Merah Viral, Pramono Minta Satpam Tak Dipecat dan Polisi Bertindak Tegas

24 Juli 2026 - 17:08

Trending di News