Menu

Mode Gelap
Tujuh Tahun Driver Legend Indonesia, Dari Aksi Jalanan hingga Advokasi Ojol Nasional Mau Jadi Polisi? DPR Putuskan Lulusan SMA Masih Bisa Masuk Polri, Usulan S1 Tak Lolos Dari Jalanan Buruh ke Istana: Said Iqbal Resmi Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo Bidang Ketenagakerjaan Drama Wedding Organizer Berujung Penjara: Ayu Puspita Divonis 1,5 Tahun, Korban Tak Cuma Calon Pengantin Pramono Anung Pastikan Tarif TransJabodetabek Naik, Era Ongkos Rp3.500 Segera Berakhir Workshop Kreatif GMKB Bekasi: Cara Anak Muda Lepas dari Jeratan “Gagap Zaman”

Nasional

Tujuh Tahun Driver Legend Indonesia, Dari Aksi Jalanan hingga Advokasi Ojol Nasional

badge-check


					Driver Legend Indonesia merayakan milad ke-7 dengan semangat baru. Komunitas ojol ini menegaskan komitmennya memperjuangkan legalitas profesi, kesejahteraan driver, dan masa depan transportasi online Indonesia.(doc.Driver Legend) Perbesar

Driver Legend Indonesia merayakan milad ke-7 dengan semangat baru. Komunitas ojol ini menegaskan komitmennya memperjuangkan legalitas profesi, kesejahteraan driver, dan masa depan transportasi online Indonesia.(doc.Driver Legend)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA — Tujuh tahun mungkin masih terbilang muda bagi sebuah organisasi. Namun bagi Driver Legend Indonesia atau yang lebih dikenal dengan nama Legend, perjalanan selama tujuh tahun justru dipenuhi cerita panjang tentang aksi, solidaritas, hingga perjuangan yang tak jarang berlangsung di tengah panasnya jalanan ibu kota.

Komunitas ojek online yang berdiri pada 7 Juni 2019 itu baru saja merayakan hari jadinya yang ketujuh pada 7 Juni 2026. Di kalangan pengemudi ojek online, nama Legend bukan sekadar komunitas biasa. Organisasi ini dikenal luas sebagai salah satu kelompok yang paling vokal menyuarakan aspirasi mitra pengemudi di Indonesia.

Sejak awal berdiri, Legend kerap berada di garis depan berbagai gerakan yang memperjuangkan hak-hak pengemudi ojek online. Salah satu isu yang terus diperjuangkan hingga hari ini adalah dorongan agar profesi ojol memiliki payung hukum dan legalitas yang jelas dalam sistem ketenagakerjaan nasional.

Logo perayaan Aniversary Driver Legend Indonesia (doc.DLI)

Tujuh Tahun yang Penuh Cerita

Ketua Umum Driver Legend Indonesia, Rusdy Alsaery, menyebut perjalanan tujuh tahun organisasinya sebagai fase yang penuh dinamika sekaligus pencapaian.

“7 tahun bagi kami merupakan hal yang kompleks dan luar biasa, masih muda tapi sudah begitu banyak pencapaian positif yang telah kami raih dan itu suatu kebanggaan tersendiri bagi kami dapat memberikan kontribusi langsung di belantika Ojol Nasional,” ujar Rusdy dalam keterangan, Senin (08/06).

Bagi Legend, perjuangan di sektor transportasi online tidak hanya dilakukan melalui aksi demonstrasi atau advokasi kebijakan. Organisasi ini juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat secara langsung.

Mulai dari santunan anak yatim hingga penggalangan bantuan bagi korban bencana alam, berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari identitas komunitas yang kini memiliki jaringan di berbagai daerah.

Dari Bencana Alam hingga Aksi Ojol Terbesar

Sekretaris Jenderal Legend, M. Yunus Ranadona, mengingat kembali berbagai momentum yang pernah dilalui organisasinya selama tujuh tahun terakhir.

Menurut Yunus, Legend terlibat dalam sejumlah kegiatan kemanusiaan di berbagai daerah yang terdampak bencana, sekaligus aktif dalam berbagai gerakan besar pengemudi ojek online.

“Kami pernah terlibat dalam giat sosial bencana alam pulau Sabu NTT, bencana alam Cianjur, kami juga terlibat dalam pelantikan Presiden Joko Widodo, menggelar aksi TIPOSI aksi terbesar sepanjang sejarah Ojol, pemenangan Presiden Prabowo Subianto hingga berbagai aksi demi aksi ojol berskala besar di Jabodetabek. Bahkan Pembina kami (Kangmas Lutfi) sempat ditangkap Aparat dan mendekam selama beberapa hari di Polda Metro Jaya karena membela aspirasi ojol saat masa pandemi covid 19, Legend itu benar-benar kompleks!” kata Yunus.

Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana perjalanan komunitas ini tidak hanya diwarnai aktivitas organisasi, tetapi juga berbagai peristiwa yang turut membentuk identitas mereka sebagai kelompok advokasi pengemudi online.

Momentum Berbenah di Usia Ketujuh

Di usia yang ke-7 tahun, Legend mengaku tidak ingin larut dalam romantisme masa lalu. Organisasi ini justru menjadikan momen ulang tahun sebagai sarana evaluasi internal.

Bendahara Umum Legend, Syahrani atau yang akrab disapa Bunda Rani di kalangan pengemudi ojol, mengatakan bahwa perbaikan organisasi menjadi fokus utama ke depan.

“7 tahun ini kami coba berbenah dan mengevaluasi diri agar bisa lebih baik lagi, tentunya bukan lebih baik dari kelompok atau wadah lain, tetapi lebih baik dari Legend yang sebelumnya,” ujarnya.

Ikut Bersuara Soal Polemik Potongan 8 Persen

Perjalanan tujuh tahun Legend juga bertepatan dengan munculnya salah satu isu terbesar di dunia transportasi online saat ini, yakni polemik potongan aplikasi sebesar 8 persen yang menjadi perbincangan nasional setelah disinggung Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Buruh, 1 Mei 2026.

Merespons isu tersebut, Legend turut mengambil peran dengan menginisiasi kelompok bernama Sahabat Opa Ata.

Melalui wadah tersebut, Legend bersama sejumlah komunitas dan kelompok pengemudi lain seperti GGBC Jabodetabek, Sontoloyo, LKN, dan berbagai elemen lainnya berupaya menyampaikan pandangan terkait masa depan ekosistem transportasi online di Indonesia.

Mendorong Solusi yang Menguntungkan Semua Pihak

Penasihat Agung Driver Legend Indonesia yang juga dikenal sebagai maskot Sahabat Opa Ata, menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian pemerintah terhadap nasib pengemudi ojek online.

Namun demikian, ia berharap setiap kebijakan yang lahir mampu menjaga keseimbangan kepentingan seluruh pihak dalam ekosistem transportasi digital.

“Kami mengapresiasi besarnya perhatian pak Presiden terhadap nasib Ojol lewat Perpres no 27 tahun 2026, namun kami minta supaya pak Presiden bisa lebih bijak lagi dalam mempertimbangkan keberadaan ekosistem transportasi online dan memberikan win-win solutions kepada semua pihak baik Mitra, Aplikator, maupun para pengguna,” ujarnya.

Pandangan serupa juga disampaikan Kangmas Lutfi selaku Pembina Utama Legend. Menurutnya, kebijakan yang menyangkut jutaan pengemudi harus dibangun melalui dialog dan data yang kuat.

“Kami percaya bahwa kebijakan yang baik adalah kebijakan yang lahir dari dialog, data, dan keberpihakan pada rakyat kecil. Ojol bukan sekadar profesi, tetapi perjuangan hidup jutaan keluarga di Indonesia sebagai mitra dari aplikator, tempat dimana harapan itu masih ada saat pemerintah tidak bisa memberikan solusi atas kebutuhan permasalahan ojol,” ujar Kangmas.

Memasuki usia ketujuh, Legend tampaknya ingin menegaskan satu hal: perjuangan pengemudi ojek online belum selesai. Di tengah perubahan regulasi, dinamika platform digital, dan tuntutan kesejahteraan yang terus berkembang, komunitas ini memilih tetap berada di jalur yang selama ini mereka tempuh—menjadi suara bagi para pengemudi yang setiap hari menggantungkan hidup di balik jaket dan helm.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mau Jadi Polisi? DPR Putuskan Lulusan SMA Masih Bisa Masuk Polri, Usulan S1 Tak Lolos

8 Juni 2026 - 14:58

Dari Jalanan Buruh ke Istana: Said Iqbal Resmi Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo Bidang Ketenagakerjaan

8 Juni 2026 - 14:43

Drama Wedding Organizer Berujung Penjara: Ayu Puspita Divonis 1,5 Tahun, Korban Tak Cuma Calon Pengantin

8 Juni 2026 - 14:34

Pramono Anung Pastikan Tarif TransJabodetabek Naik, Era Ongkos Rp3.500 Segera Berakhir

8 Juni 2026 - 14:23

Workshop Kreatif GMKB Bekasi: Cara Anak Muda Lepas dari Jeratan “Gagap Zaman”

7 Juni 2026 - 19:37

Trending di News