Menu

Mode Gelap
Argentina Hampir Pulang Duluan, Lalu Ingat Masih Punya Messi: Mesir Dipaksa Menelan Comeback 3-2 Blackout Listrik dan Jejak Dugaan Korupsi Batu Bara Rp5 Triliun yang Kini Diusut Polri Ubedilah Badrun: Selama Penegak Hukum Masih Terhubung ke Politik, Sulit Berharap Penegakan Hukum Benar-Benar Independen GMNI DKI Bongkar Sisi Gelap Koperasi Merah Putih: Dari Dalih Pemberdayaan hingga Dugaan Monopoli Rp240 Triliun ASICS Football Summer Camp 2026: Tempat Mimpi Pesepak Bola Muda Indonesia Mulai Dirawat Drama Amplop ke Raja Juli: Dari SHU KUD, Singgah di Kementerian, Lalu Pulang Lagi Sebelum OTT

Politik

Ubedilah Badrun: Selama Penegak Hukum Masih Terhubung ke Politik, Sulit Berharap Penegakan Hukum Benar-Benar Independen

badge-check

Analis politik UNJ Ubedilah Badrun menilai penegak hukum di Indonesia masih memiliki keterkaitan dengan politik. Menurutnya, independensi menjadi kunci untuk memperkuat penegakan hukum dan kepercayaan publik. Perbesar

Analis politik UNJ Ubedilah Badrun menilai penegak hukum di Indonesia masih memiliki keterkaitan dengan politik. Menurutnya, independensi menjadi kunci untuk memperkuat penegakan hukum dan kepercayaan publik.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Di Indonesia, penegakan hukum kerap dipuji sebagai panglima. Namun dalam praktiknya, hukum sering kali dinilai berjalan berdampingan dengan kepentingan politik. Selama hubungan itu belum diputus, kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum akan terus menghadapi ujian.

Pandangan tersebut disampaikan analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun. Menurutnya, salah satu akar persoalan penegakan hukum di Indonesia adalah proses pembentukan lembaga penegak hukum yang masih memiliki keterkaitan dengan kekuatan politik.

“Misalnya KPK. Itu tim seleksinya dibuat oleh presiden. Lalu setelah ada tim seleksi, diseleksi, lalu calon komisioner KPK ini dilakukan fit and proper test di DPR, itu orang-orang politik. Presiden saja sudah (orang) politik, di parlemen isinya partai politik juga,” ujar Ubedilah, Minggu (28/6/2026).

Ubedilah menilai kondisi tersebut membuat independensi penegak hukum sulit terwujud. Menurutnya, hubungan antara lembaga penegak hukum dengan pihak yang memiliki kekuasaan politik berpotensi memengaruhi konsistensi penegakan hukum.

“Dari sisi prosesnya, dari sisi antara kepentingan yang berkuasa dengan lembaga tersebut,” katanya.

Ia juga menyoroti proses pemilihan Kapolri yang memerlukan persetujuan DPR. Menurutnya, kondisi itu menunjukkan bahwa proses pengisian jabatan di institusi penegak hukum masih bersinggungan dengan ranah politik.

“Mestinya yudikatif itu atau penegak hukum di area hukum dia mesti independen. Baru kita terjadi perubahan (penegakan hukum),” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai lembaga penegak hukum yang masih dapat dipercaya publik, Ubedilah mengaku sulit menunjuk satu institusi yang benar-benar lepas dari pengaruh politik.

“Jadi kita hampir sulit untuk percaya dengan penegak hukum di Indonesia,” katanya.

Meski demikian, Ubedilah menilai kinerja Kejaksaan Agung belakangan menunjukkan perkembangan yang lebih baik, terutama melalui pengungkapan sejumlah perkara korupsi.

“Mungkin kalau dibuat peringkat, meskipun saya sebut masih masalah, masih politis, mungkin Kejaksaan Agung posisinya di atas KPK dan kepolisian dalam hal pemberantasan korupsi,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Blackout Listrik dan Jejak Dugaan Korupsi Batu Bara Rp5 Triliun yang Kini Diusut Polri

7 Juli 2026 - 19:04

GMNI DKI Bongkar Sisi Gelap Koperasi Merah Putih: Dari Dalih Pemberdayaan hingga Dugaan Monopoli Rp240 Triliun

7 Juli 2026 - 13:27

Drama Amplop ke Raja Juli: Dari SHU KUD, Singgah di Kementerian, Lalu Pulang Lagi Sebelum OTT

7 Juli 2026 - 11:30

Bukan Cuma Soal Komisi 8 Persen, Ini Alasan Pemerintah Ubah Status Ojol Jadi Pengusaha Mikro

6 Juli 2026 - 19:25

KPK Kembali Geledah Kuansing, Kasus Korupsi Bupati Suhardiman Amby Merembet ke Dugaan Dana HPT

6 Juli 2026 - 18:33

Trending di Nasional