Menu

Mode Gelap
Hari Purwanto Desak Aparat Usut Dugaan Fitnah terhadap Megawati, Minta Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Mengapa Status Febrie Adriansyah Berubah Jadi Saksi di Sprindik Kejagung? Ini Penjelasan Resminya Wasekjend Depinas SOKSI Nilai Serangan Deddy Sitorus ke Bahlil Cerminkan Kemunduran Etika Politik PDIP Aktivis 98 Agung Dekil: Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Wujud Nyata Amanat Reformasi 1998 Sahabat MUI Kota Bekasi Gelar Raker I, Desak Pengawasan LGBT dan Narkoba Tak Cukup Mundur? Bandot DM Sebut Febrie Masih Sah Jadi Jampidsus karena Keppres Belum Dicabut

Politik

Ubedilah Badrun: Selama Penegak Hukum Masih Terhubung ke Politik, Sulit Berharap Penegakan Hukum Benar-Benar Independen

badge-check

Analis politik UNJ Ubedilah Badrun menilai penegak hukum di Indonesia masih memiliki keterkaitan dengan politik. Menurutnya, independensi menjadi kunci untuk memperkuat penegakan hukum dan kepercayaan publik. Perbesar

Analis politik UNJ Ubedilah Badrun menilai penegak hukum di Indonesia masih memiliki keterkaitan dengan politik. Menurutnya, independensi menjadi kunci untuk memperkuat penegakan hukum dan kepercayaan publik.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Di Indonesia, penegakan hukum kerap dipuji sebagai panglima. Namun dalam praktiknya, hukum sering kali dinilai berjalan berdampingan dengan kepentingan politik. Selama hubungan itu belum diputus, kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum akan terus menghadapi ujian.

Pandangan tersebut disampaikan analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun. Menurutnya, salah satu akar persoalan penegakan hukum di Indonesia adalah proses pembentukan lembaga penegak hukum yang masih memiliki keterkaitan dengan kekuatan politik.

“Misalnya KPK. Itu tim seleksinya dibuat oleh presiden. Lalu setelah ada tim seleksi, diseleksi, lalu calon komisioner KPK ini dilakukan fit and proper test di DPR, itu orang-orang politik. Presiden saja sudah (orang) politik, di parlemen isinya partai politik juga,” ujar Ubedilah, Minggu (28/6/2026).

Ubedilah menilai kondisi tersebut membuat independensi penegak hukum sulit terwujud. Menurutnya, hubungan antara lembaga penegak hukum dengan pihak yang memiliki kekuasaan politik berpotensi memengaruhi konsistensi penegakan hukum.

“Dari sisi prosesnya, dari sisi antara kepentingan yang berkuasa dengan lembaga tersebut,” katanya.

Ia juga menyoroti proses pemilihan Kapolri yang memerlukan persetujuan DPR. Menurutnya, kondisi itu menunjukkan bahwa proses pengisian jabatan di institusi penegak hukum masih bersinggungan dengan ranah politik.

“Mestinya yudikatif itu atau penegak hukum di area hukum dia mesti independen. Baru kita terjadi perubahan (penegakan hukum),” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai lembaga penegak hukum yang masih dapat dipercaya publik, Ubedilah mengaku sulit menunjuk satu institusi yang benar-benar lepas dari pengaruh politik.

“Jadi kita hampir sulit untuk percaya dengan penegak hukum di Indonesia,” katanya.

Meski demikian, Ubedilah menilai kinerja Kejaksaan Agung belakangan menunjukkan perkembangan yang lebih baik, terutama melalui pengungkapan sejumlah perkara korupsi.

“Mungkin kalau dibuat peringkat, meskipun saya sebut masih masalah, masih politis, mungkin Kejaksaan Agung posisinya di atas KPK dan kepolisian dalam hal pemberantasan korupsi,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Hari Purwanto Desak Aparat Usut Dugaan Fitnah terhadap Megawati, Minta Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

16 Juli 2026 - 22:20

Mengapa Status Febrie Adriansyah Berubah Jadi Saksi di Sprindik Kejagung? Ini Penjelasan Resminya

16 Juli 2026 - 03:12

Wasekjend Depinas SOKSI Nilai Serangan Deddy Sitorus ke Bahlil Cerminkan Kemunduran Etika Politik PDIP

15 Juli 2026 - 17:07

Aktivis 98 Agung Dekil: Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Wujud Nyata Amanat Reformasi 1998

15 Juli 2026 - 15:02

Tak Cukup Mundur? Bandot DM Sebut Febrie Masih Sah Jadi Jampidsus karena Keppres Belum Dicabut

15 Juli 2026 - 11:37

Trending di Nasional