Menu

Mode Gelap
DPC PKB Kota Bekasi Patok Target 7 Kursi di Pemilu 2029 di Harlah ke-28 Pidato Prabowo Lagi-Lagi Bikin Ramai: Kali Ini Jurnalis, LSM, dan Pengamat Disebut “Londo Ireng” Video Alphard Terobos Lampu Merah Viral, Pramono Minta Satpam Tak Dipecat dan Polisi Bertindak Tegas Heboh Suzuki Thunder Dilarang Isi BBM, Pertamina Akhirnya Buka Suara Heboh! Shin Tae Yong Kena Sanksi Dilarang Melatih Sepak Bola Selama 10 Tahun, Begini Nasibnya di Persija Kubu Sarwendah Bantah Klaim Utang Rp10 Miliar Ruben Onsu untuk Renovasi Rumah, Sebut Ada Framing

News

Pidato Prabowo Lagi-Lagi Bikin Ramai: Kali Ini Jurnalis, LSM, dan Pengamat Disebut “Londo Ireng”

badge-check

Pidato Prabowo Subianto di Harlah PKB memicu sorotan usai menyebut istilah “Londo Ireng” saat menyinggung jurnalis, pengamat, dan LSM serta menegaskan kritik berbeda dengan fitnah.(istimewa) Perbesar

Pidato Prabowo Subianto di Harlah PKB memicu sorotan usai menyebut istilah “Londo Ireng” saat menyinggung jurnalis, pengamat, dan LSM serta menegaskan kritik berbeda dengan fitnah.(istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Sebelum masuk ke isi pidatonya, mari kita sepakati satu hal: kalau ada satu kata yang sukses bikin satu ruangan mendadak panas tanpa perlu AC dimatikan, kata itu mungkin adalah “Londo Ireng.”

Itulah istilah yang kembali dihidupkan Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Kamis (23/7/2026). Di hadapan ribuan kader PKB, Prabowo melontarkan kritik pedas kepada pihak-pihak yang menurutnya gemar menebar pesimisme terhadap Indonesia.

Menurut Prabowo, Indonesia bukan negara yang anti terhadap kritik. Namun, ia menilai ada kelompok tertentu yang kritiknya sudah bergeser menjadi upaya menjatuhkan kepercayaan publik terhadap negara.

“Kita negara demokrasi. Kita tidak anti kritik. Tapi kita bukan anak kecil. Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut londo ireng, ya. Yang ikut Belanda perang lawan kita. Londo-londo ireng ini sampai sekarang masih ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain. Wartawan, jurnalis, apa itu, pengamat, LSM,” kata Prabowo.

Istilah Londo Ireng sendiri bukan istilah baru. Pada masa kolonial, sebutan itu dilekatkan kepada pribumi yang dianggap berpihak kepada pemerintah Hindia Belanda dan melawan bangsanya sendiri. Kini, istilah tersebut dipakai Prabowo sebagai metafora bagi pihak-pihak yang menurutnya lebih senang memperbesar narasi negatif tentang Indonesia.

LSM Ikut Disentil

Tak berhenti di situ, Prabowo juga mempertanyakan independensi sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang selama ini vokal mengkritik pemerintah. Ia secara terbuka mempertanyakan sumber pendanaan mereka.

“LSM harus kita tanya. Yang gaji lo siapa? Yang bayar listrik lo siapa? Yang bayar handphone lo siapa? Cari kerjaan susah, kita tahu kan,” ujarnya.

Kalimat itu sontak mengundang riuh tepuk tangan dari peserta acara. Ya, kalau di media sosial mungkin sudah masuk kategori “mic drop moment.”

“Indonesia Mau Kolaps”, Tapi Bulannya Ganti Terus

Presiden juga mengaku heran dengan narasi yang, menurutnya, berulang hampir setiap bulan: Indonesia disebut-sebut bakal kolaps.

Bedanya, jadwal kolapsnya saja yang terus bergeser.

“Indonesia akan kolaps. Bulan April akan kolaps. Eh April lewat, enggak kolaps. Bulan Mei akan kolaps. Bulan Mei lewat, enggak. Bulan Juni akan kolaps. Bulan Juli akan kolaps. Tiap bulan akan kolaps,” kata Prabowo.

Dalam pandangannya, narasi seperti itu merupakan bagian dari kampanye yang bertujuan menggoyahkan optimisme masyarakat terhadap kondisi nasional.

Media Dinilai Lebih Suka Cari yang Belum Beres

Prabowo juga menyinggung sebagian media massa yang dianggap lebih tertarik menyoroti kekurangan pemerintah ketimbang capaian yang sudah dilakukan.

Ia mencontohkan, pemerintah mengklaim telah memperbaiki sekitar 27 ribu sekolah rusak. Namun, menurutnya, masih ada media yang justru memilih mencari sekolah yang belum direnovasi untuk dijadikan berita utama.

“Ada juga media-media yang, ya kan, walaupun kita sudah perbaiki 27 ribu sekolah, dia cari sekolah yang belum diperbaiki, dia taruh di halaman pertama. Dia kira kita enggak ngerti,” ujar Prabowo.

Meski mengaku mengetahui media yang dimaksud, Presiden tidak menyebut nama media tersebut.

Suporter Kok Malah Bikin Mental Tim Drop?

Dalam bagian lain pidatonya, Prabowo mengibaratkan para pengkritik seperti suporter sepak bola yang bukannya memberi semangat kepada tim sendiri, tetapi justru sibuk meramal kekalahan sebelum pertandingan selesai.

“Kalau kita cinta sama satu kesebelasan, umpamanya dia lagi bertanding di lapangan, kita kan sebagai suporter, ‘Ayo, ayo, maju.’ Tapi jangan turunkan moral dong orang lagi bertanding di situ. Nanti kamu kalah. Ini suporter macam apa? Gendeng,” katanya yang langsung disambut tawa peserta.

Kritik Tetap Boleh, Fitnah Jangan

Meski pidatonya dipenuhi sindiran tajam, Prabowo kembali menegaskan bahwa pemerintahannya tidak alergi terhadap kritik.

Menurutnya, kritik yang bertujuan memperbaiki keadaan merupakan bagian penting dari demokrasi. Namun, ia membedakan kritik dengan caci maki maupun fitnah yang dinilai hanya bertujuan melemahkan bangsa.

“Kritik itu menyelamatkan. Tapi ada beda kritik dan caci maki. Kritik dengan fitnah itu beda. Itu benar enggak? Tapi enggak ada masalah. Tidak ada masalah. Kalau kita benar, kalau kita berada di jalan yang benar, kita terus akan kuat,” tutup Prabowo.

Pernyataan mengenai “Londo Ireng” dan dugaan adanya kepentingan asing di balik sebagian kritik terhadap pemerintah bukan kali pertama disampaikan Prabowo. Ucapan serupa sebelumnya juga sempat memicu perdebatan di ruang publik mengenai batas antara kritik yang dijamin dalam demokrasi dan tuduhan yang mengarah pada pengkhianatan terhadap bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

DPC PKB Kota Bekasi Patok Target 7 Kursi di Pemilu 2029 di Harlah ke-28

25 Juli 2026 - 00:52

Video Alphard Terobos Lampu Merah Viral, Pramono Minta Satpam Tak Dipecat dan Polisi Bertindak Tegas

24 Juli 2026 - 17:08

Heboh Suzuki Thunder Dilarang Isi BBM, Pertamina Akhirnya Buka Suara

24 Juli 2026 - 13:47

Kubu Sarwendah Bantah Klaim Utang Rp10 Miliar Ruben Onsu untuk Renovasi Rumah, Sebut Ada Framing

24 Juli 2026 - 13:18

Kejagung Ancam Jemput Paksa Febrie Adriansyah Jika Kembali Mangkir dalam Penyidikan Dugaan TPPU

24 Juli 2026 - 13:08

Trending di News