PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Di Indonesia, isu politik sering kali punya kecepatan yang sulit ditandingi. Sebelum suratnya ada, kabarnya sudah lebih dulu keliling grup WhatsApp. Sebelum keputusan diumumkan, spekulasinya telanjur diperlakukan seperti fakta.
Begitulah nasib isu pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam beberapa hari terakhir. Publik dibuat bertanya-tanya setelah muncul kabar bahwa Surat Presiden (Surpres) pergantian Kapolri sudah disiapkan. Padahal, menurut Istana, suratnya saja belum pernah ada.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi akhirnya turun tangan meluruskan kabar yang telanjur beredar.
“Baik, yang pertama menanggapi yang beredar di publik berkenaan dengan masalah surpres pergantian Kapolri, dapat kami sampaikan bahwa sampai hari ini tidak ada atau belum ada surpres pergantian Kapolri,” kata Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (7/8).
Pernyataan itu sekaligus menjadi jawaban atas berbagai spekulasi yang berkembang di ruang publik. Artinya, sampai hari ini belum ada surat resmi yang diterbitkan Presiden maupun dikirim ke DPR terkait pergantian orang nomor satu di Korps Bhayangkara.
Bukan Cuma Kapolri, Calon Gubernur BI Juga Masih Digodok
Prasetyo juga mengungkapkan bahwa bukan hanya isu Kapolri yang belum sampai ke meja DPR. Surpres mengenai calon Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif pengganti Perry Warjiyo juga masih dalam proses.
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto masih mengumpulkan berbagai pandangan sebelum memutuskan nama yang akan diajukan.
“Karena masih sedang proses, jadi Bapak Presiden dalam waktu-waktu terakhir ini banyak berdiskusi, banyak menerima pendapat, banyak meminta masukan dalam kaitannya nanti pada waktunya untuk sesuai dengan mekanisme yang sudah diatur mengajukan ke DPR mengenai calon Gubernur BI definitif,” ujarnya.
Dengan kata lain, proses politiknya masih berjalan. Belum ada dokumen resmi yang meluncur ke parlemen.
Reshuffle? Kata Istana, Belum Saatnya
Di tengah derasnya isu pergantian pejabat, pertanyaan berikutnya tentu soal reshuffle Kabinet Merah Putih.
Namun jawaban Istana juga tidak berubah: belum ada.
Kalaupun suatu saat dilakukan penyesuaian kabinet, menurut Prasetyo, pemerintah akan lebih dulu mengisi posisi yang saat ini masih kosong daripada melakukan perombakan besar-besaran.
“Barangkali prioritasnya adalah kepada mengisi jabatan-jabatan yang oleh karena sesuatu hal saat ini jabatan-jabatan itu kosong. Contohnya adalah Wakil Menteri Pertanian, kemudian Wakil Menteri Imipas,” ucapnya.
Listyo Sigit Sudah Santai Menanggapinya
Menariknya, sebelum Istana memberikan klarifikasi, Jenderal Listyo Sigit Prabowo sendiri sudah lebih dulu merespons isu tersebut dengan nada tenang.
Baginya, soal siapa yang menjadi Kapolri sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden.
“Itu prerogatif Presiden. Jadi, buat kita prajurit apapun dilaksanakan. Kita menunggu saja,” ujarnya saat dimintai tanggapan mengenai isu Surpres pergantian Kapolri, Rabu (5/8).
Jawaban itu bisa dibaca sebagai sikap seorang prajurit yang memilih menunggu keputusan resmi ketimbang sibuk menanggapi rumor.
Politik Memang Gemar Melahirkan Spekulasi
Rumor memang bagian yang hampir tak pernah absen dari dunia politik. Kadang muncul dari potongan informasi, kadang lahir dari tafsir yang terlalu jauh melompat. Tetapi dalam urusan pergantian pejabat negara, dokumen resmi tetap menjadi penentu, bukan bisik-bisik yang beredar di media sosial atau grup percakapan.
Sampai Jumat (7/8), posisi pemerintah jelas. Istana memastikan belum ada Surpres pergantian Kapolri. Selebihnya, publik tinggal menunggu apakah isu ini benar-benar akan menjadi kenyataan atau hanya akan berakhir sebagai satu lagi rumor politik yang keburu viral sebelum faktanya muncul.











