Prabainsight.com — Dewi Perssik melihat perkembangan musik dangdut di Indonesia semakin menjanjikan, terutama dengan hadirnya generasi muda melalui ajang pencarian bakat seperti Dangdut Academy. Menurutnya, program tersebut tidak hanya melahirkan penyanyi dangdut berbakat, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak-anak muda untuk meningkatkan pendidikan dan mengubah kehidupan mereka lebih layak.
Sebagai salah satu juri Dangdut Academy 8, Dewi Perssik mengaku melihat banyak talenta baru yang memiliki kualitas vokal serta kemampuan yang mumpuni. Ia menilai peserta Dangdut Academy tidak sekadar dilatih untuk bernyanyi, tetapi juga dibentuk agar memiliki wawasan dan kualitas sebagai seorang entertainer.
“Dangdut ini identitas kita dan sudah mendunia. Kita ingin dangdut menjadi musik yang berkelas dan berkualitas,” ujar Dewi Perssik saat ditemui di Daan Mogot, Rabu (30/9/2026).
Menurut perempuan yang akrab disapa Depe itu, para peserta Dangdut Academy, baik musim kedelapan maupun musim-musim sebelumnya, memiliki kemampuan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Mereka cerdas-cerdas. Jadi mereka bukan hanya sekadar menyanyikan dangdut, tapi memang otaknya diasah untuk bisa berlatih, untuk menjadi lebih berkelas dan berkualitas,” tuturnya.
Dewi Perssik Ikut Gemas Lihat Kedekatan Peserta
Di balik persaingan ketat para peserta, Dewi Perssik juga menyoroti sisi lain kehidupan para kontestan selama berada di asrama. Ia mengaku beberapa peserta mulai menunjukkan kedekatan satu sama lain.
Dengan nada bercanda, Dewi bahkan mengaku gemas melihat adanya pasangan-pasangan yang mulai dekat selama mengikuti kompetisi.
“Gila, beneran? Aku tuh sampai gemas melihat mereka couple-couple. Ini couple-couple, yang namanya balik lagi, kita kan juga pernah remaja ya. Jatuh cinta itu sudah biasa di asrama,” kata Dewi.
Menurutnya, kedekatan tersebut merupakan hal yang wajar mengingat para peserta menghabiskan banyak waktu bersama selama berada di asrama.
“Apalagi ketemunya tiap hari,” lanjutnya.
Meski demikian, Dewi menilai selama kedekatan tersebut justru bisa memberikan motivasi dan semangat bagi para peserta untuk menjalani kompetisi, hal itu bukan sesuatu yang perlu dipermasalahkan.
“Kalau memang untuk memotivasi mereka, menambah semangat mereka untuk berkompetisi, enggak apa-apa,” ujarnya.
Juri Makin Sulit Menentukan Peserta yang Tereliminasi
Memasuki babak Top 15, Dewi Perssik mengakui tugas para juri menjadi semakin sulit. Menurutnya, hampir seluruh peserta memiliki kualitas yang relatif berimbang.
“Pastinya bingung. Enggak usah Top 15, yang kemarin-kemarin juga anak-anaknya semuanya berkualitas,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa tersingkirnya seorang peserta tidak selalu berarti peserta tersebut memiliki kualitas lebih rendah dibandingkan kontestan lainnya.
Menurut Dewi, ada berbagai kondisi yang bisa memengaruhi perjalanan peserta dalam kompetisi, termasuk kondisi kesehatan.
“Tidak ada yang tidak berkualitas. Hanya mungkin kondisinya bisa force majeure, kayak lagi sakit, tiba-tiba … mau enggak mau mereka harus keluar dari Dangdut Academy,” jelasnya.
Ia pun menilai kualitas peserta musim kedelapan tidak kalah dengan generasi sebelumnya.
“Kualitasnya rata-rata sama seperti dangdut-dangdut sebelumnya. Anak-anaknya sangat bagus-bagus sekali,” katanya.
Bukan Sekadar Ajang Bernyanyi
Lebih jauh, Dewi Perssik mengapresiasi Dangdut Academy karena menurutnya ajang tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan bernyanyi.
Ia melihat adanya kesempatan bagi para peserta untuk mengembangkan potensi lain, termasuk pendidikan dan prestasi yang mereka miliki sebelum mengikuti kompetisi.
Dewi menilai keberadaan Dangdut Academy memberikan ruang bagi anak-anak muda dari berbagai latar belakang untuk mendapatkan kesempatan yang mungkin sebelumnya sulit mereka dapatkan.
“Karena memang Dangdut Academy di Indonesia ini memberikan peluang buat anak-anak,” ujarnya.
Menurut Dewi, ajang tersebut bahkan dapat menjadi titik balik kehidupan seseorang.
“Yang tadinya mungkin tidak punya rumah, jadi bisa punya rumah. Tadinya tidak punya pendidikan yang bagus, mereka bisa bersekolah lagi, mereka bisa belajar lagi. Jadi semuanya bisa berubah,” tuturnya.
Bersyukur Dangdut Academy Bisa Mengubah Kehidupan
Melihat dampak yang diberikan kepada para peserta, Dewi Perssik mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari perjalanan Dangdut Academy.
Ia menilai keberhasilan sebuah ajang pencarian bakat bukan hanya diukur dari seberapa banyak penyanyi yang mampu dilahirkan, tetapi juga dari perubahan positif yang terjadi dalam kehidupan para pesertanya.
“Saya merasa bersyukur, alhamdulillah. Dangdut Academy ini bukan hanya sekadar menunjukkan kualitas anak-anaknya saja, tapi membawa keberkahan buat anak-anaknya untuk bisa merubah hidupnya,” ujar Dewi.
Baginya, kesempatan tersebut dapat membuka jalan bagi generasi muda untuk memiliki masa depan yang lebih baik melalui musik maupun pendidikan.
Dewi Perssik Pilih Jalani Hidup dengan Bersyukur
Di sisi lain, Dewi Perssik juga berbicara mengenai cara dirinya menjalani kehidupan di tengah kesibukan sebagai penyanyi, juri, dan pekerja seni.
Ia mengaku tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan perawatan khusus karena hampir setiap hari diisi dengan pekerjaan.
“Aku sih menjalani hidup itu sesederhana. Jadi aku bangun tidur, aku bersyukur dan aku bekerja. Habis itu kalau aku capek, ya aku tidur lagi. Kayak gitu aja tiap hari,” ungkapnya.
Dewi mengatakan kesibukan membuatnya tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan perawatan secara khusus.
“Kalau untuk perawatan enggak ada waktu. Tiap hari aku kerja terus,” katanya.
Bagi Dewi, salah satu bentuk perawatan terpenting justru berasal dari rasa syukur kepada Tuhan atas kehidupan dan kesempatan yang telah diberikan kepadanya.
“Perawatan aku salah satunya adalah sering mengucapkan syukur sama Tuhan, atas apa yang Allah kasih buat aku,” pungkasnya.










