Menu

Mode Gelap
Ceramah di Kolong Tol, Ustadz Endang: Harta dari Judol dan Pinjol Bisa Jadi Petaka iPhone Rp2 Juta Berujung Parang: Drama Emosi Pembeli di Toko HP Medan yang Viral Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditusuk di Bandara, Salah Satu Pelaku Diduga Atlet MMA Menggugat Sistem Global, Haidar Alwi Dorong Emas Rakyat Jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi RI Sekawan Limo 2 Tayang Mei 2026: Dari Reuni Santai Berujung Teror Pesugihan PHI Group Borong 2 Penghargaan di Grand Honors 2026, Ekspansi 27 Hotel dan Bidik Pasar ASEAN

News

Bos Grab Melayat ke Makassar, Janji Jaminan Hidup untuk Keluarga Driver yang Meninggal

badge-check


					CEO Grab Anthony Tan terbang ke Makassar melayat driver Grab yang tewas. Grab beri santunan, BPJS, dan jaminan usaha untuk keluarga.(Foto:Istimewa) Perbesar

CEO Grab Anthony Tan terbang ke Makassar melayat driver Grab yang tewas. Grab beri santunan, BPJS, dan jaminan usaha untuk keluarga.(Foto:Istimewa)

PRABA INSIGHT – JAKARTA – Kalau biasanya bos perusahaan gede cukup kirim karangan bunga atau bikin pernyataan pers di kantor pusat, Anthony Tan Group CEO sekaligus Co-Founder Grab memutuskan untuk melakukan sesuatu yang jauh lebih personal: terbang langsung dari Singapura ke Makassar. Alasannya? Menghampiri keluarga almarhum Rusdamdiansyah alias Dandi, salah satu mitra pengemudi Grab yang meninggal dunia pada Jumat (29/8/2025).

Dalam siaran pers Senin (1/9/2025), Anthony Tan menegaskan kalau Grab tak mau mitranya merasa sendirian, apalagi saat masa-masa sulit. “Grab ingin memastikan bahwa dalam suka maupun duka, keluarga Almarhum Dandi tidak pernah berjalan sendiri,” ujarnya.

Bentuk nyata dari ucapan itu bukan hanya kata-kata manis. Grab memberikan santunan, bantuan logistik, jaminan kesehatan untuk keluarga selama dua tahun lewat BPJS, sampai pendampingan modal usaha melalui GrabKios. Anthony menekankan, ini bukan respons sekali lewat, melainkan perhatian jangka panjang.

“Keselamatan dan keamanan mitra pengemudi selalu jadi prioritas utama. Kami hadir, tidak hanya ketika mereka bekerja, tapi juga saat keluarga harus menghadapi masa sulit. Dukungan ini kami pastikan berkelanjutan,” lanjutnya.

Bagi Anthony, relasi Grab dengan para mitra bukan cuma soal aplikasi, orderan, dan algoritma. Ia menyebutnya sebagai ikatan kemanusiaan. “Mitra tidak pernah sendirian. Kami akan terus hadir, mendampingi, dan berjalan beriringan. Karena pada akhirnya, ini soal saling menjaga dan memastikan tak ada yang menghadapi masa sulit sendirian.”

Dandi dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami kritis pasca-kericuhan unjuk rasa di depan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar. Grab Indonesia sudah lebih dulu mengonfirmasi kabar duka itu lewat akun Instagram resminya pada Sabtu (30/8/2025).

“Dengan penuh duka, kami membenarkan bahwa sosok yang berpulang dalam insiden di Makassar semalam adalah Mitra Pengemudi kami, Almarhum Rusdamdiansyah (Dandi),” tulis Grab.

Menurut Kepala BPBD Makassar, M. Fadli Tahar, Dandi ditemukan tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan massa yang mengira dirinya anggota intel. “Jadi ada kejadian satu orang di depan kampus UMI. Itu meninggal juga, tapi ini bukan korban dari titik DPRD Makassar,” kata Fadli. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ceramah di Kolong Tol, Ustadz Endang: Harta dari Judol dan Pinjol Bisa Jadi Petaka

21 April 2026 - 19:43

Dari Rp200 Ribu ke Rp311 Juta: Drama Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang Bikin Dompet Mau Pensiun Dini

20 April 2026 - 14:56

Mahasiswa UNPAM Desak Pengusutan Tuntas Kasus Penyerangan Andrie Yunus hingga Aktor Intelektual

18 April 2026 - 15:07

Seleknas KKI 2026 Digelar, OSO: Menang Kalah Biasa, Kejujuran yang Utama

18 April 2026 - 14:02

Masuknya MBG ke Pos Pendidikan Dipertanyakan MK: Kebijakan atau Akal-akalan Anggaran?

18 April 2026 - 08:48

Trending di News