Menu

Mode Gelap
Di Usia ke-80, Polri Bukan Lagi Sekadar Soal Seragam. Ada Angka 82,4 Persen yang Jadi Bahan Renungan Mau Adu Skill Sama Luís Figo? Pesta Bola HGI 2026 Buka Jalan Buat yang Nggak Cuma Jago Nonton Bola Ketika Sertifikat Dipersoalkan, Warga Kwini 8 Memilih Mengadu ke DPRD, Ombudsman, dan BPN Roy Suryo Menggugat, Polda Metro Santai: “Semua Sudah Sesuai SOP” Rp55 Juta Sudah Dibayar, Tiga Pemuda di Percetakan Mau Print Tetap Disekap, Pelaku Minta Rp150 Juta Komarudin Watubun Santai Soal Jokowi Injak Kepala Kerbau: “PDIP Itu Kepala Banteng, Bukan Kerbau”

Nasional

Di Usia ke-80, Polri Bukan Lagi Sekadar Soal Seragam. Ada Angka 82,4 Persen yang Jadi Bahan Renungan

badge-check


					Survei Litbang Kompas mencatat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen bertepatan dengan HUT Bhayangkara ke-80. Sandri menilai capaian itu berkaitan dengan pembenahan internal di era Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.(Istimewa) Perbesar

Survei Litbang Kompas mencatat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen bertepatan dengan HUT Bhayangkara ke-80. Sandri menilai capaian itu berkaitan dengan pembenahan internal di era Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Kalau usia manusia 80 tahun sering disebut sebagai fase matang, mungkin analogi itu juga bisa dipakai untuk Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Pada 1 Juli 2026, institusi ini genap berusia delapan dekade. Tema yang diusung pun sederhana, tetapi sarat makna: “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat.”

Tema itu bukan sekadar slogan tahunan. Di baliknya ada pekerjaan rumah yang terus dikerjakan: menjaga keamanan, menegakkan hukum, sekaligus memastikan masyarakat bisa menjalani hidup tanpa dihantui rasa takut. Sebab, rasa aman bukan hanya urusan polisi. Ia menjadi syarat agar orang bisa bekerja, berusaha, belajar, hingga membangun kehidupan yang lebih baik.

Di tengah peringatan Hari Bhayangkara ke-80, muncul satu angka yang cukup menarik untuk dicermati. Survei Litbang Kompas mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen. Di tengah derasnya kritik terhadap lembaga negara dalam beberapa tahun terakhir, capaian itu tentu menjadi catatan yang layak diperhatikan.

Bagi Sandri Rumanama, angka tersebut tidak lahir begitu saja. Ia melihat ada proses pembenahan yang berlangsung di tubuh Polri, terutama sejak institusi itu dipimpin Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Menurutnya, perubahan yang dilakukan tidak berhenti pada kebijakan administratif, tetapi menyentuh budaya kerja hingga mental personel.

“80 tahun usia yang sudah harus mapan dalam segela aspek dan ini terbukti Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo berhasil membenahi hal hal yang paling fundamental, yakni budaya kerja, kultural aparatur serta mental personil sehingga dicintai oleh rakyat,” ucap Sandri.

Menurut Sandri, perubahan internal itulah yang kemudian berkontribusi terhadap meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada institusi kepolisian. Ia menilai kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit juga diuji dalam situasi yang tidak sederhana, terutama saat Indonesia melewati masa transisi politik.

“Kesuksesan Jenderal Listyo Sigit Prabowo terlihat dari kemampuannya menjaga stabilitas keamanan nasional selama masa transisi politik dan keberhasilannya membawa Polri kembali meraih tingkat kepercayaan publik yang tinggi. Dedikasi dan kinerjanya membuat Presiden Prabowo Subianto mempertahankan posisinya sebagai Kapolri,” ujarnya.

Sandri juga memandang rekam jejak Jenderal Listyo Sigit di berbagai jabatan strategis menjadi bekal penting dalam memimpin Korps Bhayangkara. Menurut dia, pengalaman tersebut tercermin dalam upaya memperkuat profesionalisme aparat, membangun budaya kerja yang lebih adaptif, serta mendorong pelayanan publik yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Pada akhirnya, Hari Bhayangkara bukan hanya perayaan ulang tahun sebuah institusi. Momentum ini juga menjadi ruang untuk melihat sejauh mana kepercayaan publik dibangun dan dipertahankan. Sebab, bagi lembaga penegak hukum, kepercayaan masyarakat bukan sekadar angka hasil survei, melainkan modal utama untuk menjalankan tugas menjaga keamanan, ketertiban, dan keadilan di tengah kehidupan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Roy Suryo Menggugat, Polda Metro Santai: “Semua Sudah Sesuai SOP”

29 Juni 2026 - 20:09

Komarudin Watubun Santai Soal Jokowi Injak Kepala Kerbau: “PDIP Itu Kepala Banteng, Bukan Kerbau”

29 Juni 2026 - 18:30

Charma Afrianto Minta KPK Dalami Pengelolaan Anggaran Palembang Usai Geledah BPK Sumsel

27 Juni 2026 - 15:09

Kepercayaan Publik ke Polri Naik, Sandri Rumanama Bilang Perubahan Itu Nyata

26 Juni 2026 - 18:17

82,4 Persen Publik Masih Percaya Polri. Barangkali, Ini Memang Bukan Cuma Soal Angka

26 Juni 2026 - 14:28

Trending di Nasional