Menu

Mode Gelap
Pegadaian Kantor Wilayah IX Jakarta 2 Luncurkan MPL 2026, Bantu Warga dan Dorong UMKM Bocoran Rahasia Mossad: Hacker Pro-Palestina Handala Serang Sistem dan Data Laura Gelinsky Siskaeee Sindir Polisi Lamban Tangkap Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus: “Giliran Bokep Bisa Cepat” Jelang Lebaran, Tarif Tol Batang-Semarang Resmi Naik 29 Persen: Mudik Makin Mahal Prabowo Digugat ke PTUN Gara-Gara Teken Perjanjian Dagang RI-AS Tanpa DPR, Publik: Ini Negara atau Startup? Iran Kirim Sinyal Keras ke Ukraina: Jika Bantu Israel Pakai Drone, Bisa Dianggap “Target Sah”

News

“Dibalik Kata ‘Bapak’: Kisah Hasto, Satpam DPP, dan Dua Pria Tegap Misterius”

badge-check


					“Dibalik Kata ‘Bapak’: Kisah Hasto, Satpam DPP, dan Dua Pria Tegap Misterius” Perbesar

PRABA INSIGHT- Kasus Harun Masiku tampaknya belum bosan menyita perhatian publik. Buron yang satu ini sudah seperti hantu politik: hilang dari radar, tapi jejaknya masih bikin panas kursi kekuasaan. Kini, giliran sosok “Bapak” yang disebut-sebut dalam pusaran pelarian Harun, mulai terkuak.

Dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (14/7/2025), jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bahwa sosok “Bapak” yang memberi aba-aba ke Harun Masiku adalah Hasto Kristiyanto, Sekjen PDIP sendiri.

“Pernyataan terdakwa dan penasihat hukumnya bahwa ‘Bapak’ bisa siapa saja karena ada 28 pria di DPP adalah dalih yang tidak berdasar,” kata jaksa KPK.

Jaksa menegaskan bahwa berdasarkan analisis ahli bahasa, kata “Bapak” harus dibaca lewat konteks, bukan jumlah. Bukan semata-mata siapa yang paling banyak dipanggil “Pak”, tapi siapa yang paling mungkin disebut dalam situasi tertentu.

Bapak Siapa? Nurhasan Kayaknya Tahu

Jaksa juga menyoroti peran Nurhasan, satpam DPP PDIP yang diduga jadi penghubung antara Harun dan “Bapak”. Ketika Harun bertanya, “Bapak di mana?” atau “Bapak nyuruh ke mana?”, Nurhasan langsung menjawab tanpa ragu:

“Bapak lagi di luar. Perintahnya, Pak Harun disuruh standby di DPP.”

Tanpa konfirmasi siapa “Bapak”-nya, Nurhasan langsung paham. Menurut jaksa, ini jadi bukti bahwa di lingkungan DPP, kata “Bapak” bukan panggilan generik. Di situ, “Bapak” ya satu: Hasto.

Tapi Hasto tak tinggal diam. Dalam sidang pleidoinya beberapa hari sebelumnya (Kamis, 10 Juli 2025), ia tampil religius dan filosofis. Mengutip Al-Qur’an, Hadis, hingga Injil, Hasto menutup pembelaannya dengan ayat tentang mencintai musuh dan berbuat baik pada orang yang membenci kita.

“Namun Yesus Kristus dalam Lukas 6:27-28 mengatakan, kasihilah musuhmu, berdoalah bagi yang mencaci kamu,” kata Hasto, mencoba menggiring suasana ruang sidang dari panas ke kontemplatif.

Tapi bukan Hasto namanya kalau tak membantah. Ia bilang bahwa sosok “Bapak” yang dimaksud Nurhasan sebenarnya adalah dua pria berbadan tegap, bukan dirinya. Ia menegaskan tidak pernah berkomunikasi dengan Nurhasan, dan tak ada satu pun bukti digital yang mengaitkan dirinya dengan instruksi untuk Harun.

“Tidak ada WA, tidak ada bukti percakapan. Semua asumsi,” bela Hasto.

Jaksa: Sudahi Drama, ‘Bapak’ Itu Ya Hasto

Jaksa tetap pada pendirian: semua bukti di persidangan merujuk pada Hasto sebagai si ‘Bapak’. Mulai dari keterangan saksi, reaksi spontan Nurhasan, hingga konteks peristiwa saat OTT Harun Masiku.

“Dalih terdakwa dan penasihat hukumnya tidak berdasar dan patut dikesampingkan,” tegas jaksa.

Menurut jaksa, pembelaan Hasto hanyalah bentuk upaya pengkaburan logika hukum lewat bahasa dan tafsir liar. Padahal dalam praktiknya, semua pihak di lingkungan DPP sudah memahami siapa sosok “Bapak” itu tanpa harus nanya lagi.

Penulis : Andi Ramadhan | Editor: Ivan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Siskaeee Sindir Polisi Lamban Tangkap Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus: “Giliran Bokep Bisa Cepat”

17 Maret 2026 - 08:05 WIB

Jelang Lebaran, Tarif Tol Batang-Semarang Resmi Naik 29 Persen: Mudik Makin Mahal

17 Maret 2026 - 07:58 WIB

Prabowo Digugat ke PTUN Gara-Gara Teken Perjanjian Dagang RI-AS Tanpa DPR, Publik: Ini Negara atau Startup?

17 Maret 2026 - 07:50 WIB

Mudik Gratis Pegadaian 2026, Kantor Wilayah Pegadaian IX Jakarta 2 Ikut Berangkatkan Peserta

16 Maret 2026 - 10:32 WIB

PBB Ikut Geram: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus Disebut Tindakan Pengecut

14 Maret 2026 - 07:55 WIB

Trending di News