PRABAINSIGHT – SITUBONDO – Kalau ada yang bilang petasan itu cuma soal bunyi dan seru-seruan, mungkin mereka belum pernah mendengar kabar dari Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Ledakan yang terjadi di sana bukan sekadar “duar” yang bikin kaget lalu selesai. Ia berubah jadi kabar duka yang terus bertambah.
Korban meninggal akibat ledakan petasan di Situbondo kini menjadi dua orang. Sementara itu, lima lainnya masih harus memulihkan diri dari luka bakar dan cedera serius.
Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie membenarkan adanya tambahan korban jiwa. Satu korban bernama Abdurrahman (15) meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD dr. Soebandi Jember.
“Hari ini kami mendapatkan laporan bahwa satu korban ledakan petasan meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit di Jember,” ujar dia, dilansir dari Antara, Kamis (26/2/2026).
Sebelumnya, ledakan tersebut juga merenggut nyawa Supriyadi (50). Ia meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan rumah yang hancur akibat ledakan. Sementara Abdurrahman, yang mengalami luka bakar hingga 90 persen, tak berhasil diselamatkan meski telah mendapat penanganan medis.
Ledakan petasan itu menghancurkan rumah milik Ibu Kulsum (60). Total tujuh orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut dua meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka bakar serta patah tulang.
Lima korban yang selamat yakni Samsul (22), Riko (25), Faiz (20), Fino (25), dan Ibu Kulsum (60). Mereka sebelumnya dirawat di RSUD Asembagus, Situbondo. Kini kondisi mereka dilaporkan mulai membaik dan telah menjalani rawat jalan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa petasan bukan sekadar hiburan musiman. Di tangan yang salah atau dalam situasi yang lalai, ia bisa berubah menjadi petaka yang merenggut nyawa dan merobohkan rumah secara harfiah.(Van)







