Menu

Mode Gelap
Ramai Program MBG, Pelajar Sumsel Justru Soroti Hal yang Jarang Dibahas Waduh! Pasien Puskesmas Rawa Tembaga Diduga Terima Obat Kedaluwarsa, Dinkes Kota Bekasi Turun Tangan! Kapolri Angkat Tangan soal Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa: “Sudah Bukan Kewenangan Polri” Garuda di Dadaku Ramaikan Jakarta Fair 2026, Keanu Azka dan Quinn Salman Diserbu Penggemar Cilik MILKLAB Ajak Pecinta Kopi Keliling Kafe Jakarta, Berburu Signature Drink Sambil Koleksi Hadiah Demo Dukung MBG di Monas: Dapat Wajan Baru dan Uang Transport 100 ribuan, Uangnya dari Mana?

Regional

Ada Belatung di Menu MBG Kupang, Kapolsek: Kami Turun ke Lokasi

badge-check


					Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kupang, NTT, disorot setelah warga menemukan belatung di daging makanan yang dibagikan. Polisi bersama pemda dijadwalkan turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan kualitas MBG. Perbesar

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kupang, NTT, disorot setelah warga menemukan belatung di daging makanan yang dibagikan. Polisi bersama pemda dijadwalkan turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan kualitas MBG.

PRABAINSIGHT.COM – KUPANG – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto, kembali diuji bukan oleh oposisi, tapi oleh belatung. Ya, belatung. Bukan metafora, bukan pula plesetan khas media sosial. Ini laporan warga.

Insiden ini terjadi di Kelurahan Camplong, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Lokasinya bukan dapur restoran bintang lima, melainkan sekolah dan posyandu tempat program MBG seharusnya menjadi harapan baru bagi siswa, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Kabar ini dibenarkan langsung oleh aparat kepolisian. Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Fatuleu, Iptu Markus Tameno, menyatakan pihaknya telah menerima laporan resmi dari warga.

“Betul, ada temuan ulat di daging MBG,” ujar Iptu Markus kepada wartawan, Rabu (25/2).

Kalimatnya singkat, datar, dan terdengar seperti laporan rutin. Padahal, yang dibicarakan adalah makanan bergizi gratis yang seharusnya menyehatkan, bukan menguji nyali.

Polisi Turun Tangan, Monitoring Dijadwalkan

Menindaklanjuti laporan tersebut, kepolisian tak sendirian. Bersama unsur pemerintah kecamatan, kelurahan, dan Danramil setempat, aparat menjadwalkan kunjungan langsung ke lokasi pada Kamis (26/2/2026).

Tujuannya terdengar normatif, tapi krusial: memastikan kualitas makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat program MBG.

“Besok kami bersama camat dan Danramil akan turun ke lokasi,” jelas Iptu Markus.

Monitoring ini diharapkan bisa menjawab satu pertanyaan mendasar: bagaimana makanan yang seharusnya bergizi bisa sampai ke tangan warga dalam kondisi berbelatung?

Keluhan Warga: Dagingnya Tak Layak Konsumsi

Jauh sebelum aparat bersiap turun ke lapangan, warga Kampung Nekon, Kelurahan Camplong, sudah lebih dulu angkat suara. Mereka menilai makanan yang dibagikan tidak layak konsumsi, terutama daging yang menjadi menu utama MBG.

Seorang ibu, yang memilih identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan kekecewaannya tanpa basa-basi.

“Kalau tidak bisa siapkan makanan yang layak untuk kami, sebaiknya jangan bawa ke sini,” tegasnya.

Nada suaranya bukan sekadar marah. Ada rasa dihina. Sebab bagi warga, program bantuan bukan soal gratis atau tidak, tapi soal martabat.

Penyuplai MBG Masih Misterius

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi penyuplai MBG di wilayah tersebut.

Sementara itu, program Makanan Bergizi Gratis kembali dihadapkan pada pekerjaan rumah klasik: pengawasan di lapangan. Karena sebaik apa pun konsep di pusat, semuanya bisa runtuh saat berhadapan dengan realita dapur dan distribusi.

Dan di Camplong, realita itu sayangnya berupa belatung di daging. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ramai Program MBG, Pelajar Sumsel Justru Soroti Hal yang Jarang Dibahas

23 Juni 2026 - 21:03

Waduh! Pasien Puskesmas Rawa Tembaga Diduga Terima Obat Kedaluwarsa, Dinkes Kota Bekasi Turun Tangan!

23 Juni 2026 - 12:16

Kapolri Angkat Tangan soal Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa: “Sudah Bukan Kewenangan Polri”

23 Juni 2026 - 11:26

Demo Dukung MBG di Monas: Dapat Wajan Baru dan Uang Transport 100 ribuan, Uangnya dari Mana?

23 Juni 2026 - 10:48

Kadisporapar Tanjungbalai Gandeng Aktivis KAMMI, Ini Tujuannya

23 Juni 2026 - 10:48

Trending di News