Menu ✖

Breaking News

News

Fasum Kalideres Harusnya Jadi Taman, Malah Dikuasai Bangunan Liar

badge-check

Lahan fasum di Perumahan Kalideres Permai, Jakarta Barat, yang seharusnya jadi ruang hijau masih dikuasai bangunan liar. Warga mendesak Gubernur DKI Jakarta turun tangan.(Foto:istimewa) Perbesar

Lahan fasum di Perumahan Kalideres Permai, Jakarta Barat, yang seharusnya jadi ruang hijau masih dikuasai bangunan liar. Warga mendesak Gubernur DKI Jakarta turun tangan.(Foto:istimewa)

PRABA INSIGHT – JAKARTA –Di tengah padatnya Jakarta yang haus ruang terbuka hijau, sebuah lahan Fasilitas Umum (fasum) di Perumahan Kalideres Permai malah bikin warga geleng-geleng kepala. Alih-alih jadi taman atau lapangan bermain, tanah aset milik Pemprov DKI Jakarta itu justru masih dikuasai satu bangunan liar yang berdiri kokoh di Blok C8–C9 RT 02 RW 014.

Padahal, menurut rencana, lahan ini harusnya jadi paru-paru hijau buat warga: tempat anak-anak main bola, ibu-ibu senam pagi, atau sekadar warga nongkrong sore. Sayangnya, semua itu masih tertahan oleh sebuah bangunan semi permanen yang mengaku—katanya—berbaju koperasi.

Warga: “Sudah Nggak Tinggal Sini, Kok Bisa Usaha di Fasum?”

Warga RW 014 Kalideres Permai sudah lama jengkel. Mereka menilai bangunan yang berdiri di atas fasum itu jelas merugikan warga.

“Sudah tidak tinggal sini, tapi bisa bikin usaha di tanah fasum. Kok bisa begitu?” ujar seorang warga, penuh heran sekaligus kecewa.

Alasan bahwa bangunan itu milik koperasi tak membuat warga percaya.

“Surat izin koperasi, NIK, dan NIB-nya tunjukin ke kita? RT saja belum pernah lihat. Emang ada furniture jadi koperasi? Yang pasti itu milik pribadi. Ini jelas merugikan warga!” tegas seorang warga lain dengan nada frustrasi.

Ketua RW 014, Hendra Nipa, mengakui situasi ini memang aneh.

“Masih ada satu bangunan yang dipertahankan Pemda. Warga heran, karena pemiliknya tidak berdomisili di sini lagi, rumahnya sudah pindah. Kami juga ingin kejelasan dari bagian aset,” katanya.

Pantauan di lapangan menunjukkan Pemda sudah mulai membangun pagar pembatas di sekitar fasum. Tapi tetap saja, keberadaan satu bangunan furniture itu membuat rencana menjadikan lahan tersebut ruang terbuka hijau jadi “setengah matang”.

Warga Curiga Ada Main Mata

Kecurigaan warga makin besar. Mereka khawatir ada permainan antara oknum Pemda dengan pemilik usaha, sehingga bangunan itu bisa bertahan sampai sekarang.

Sementara itu, fasum yang seharusnya jadi tempat berkumpul warga dan ruang hijau publik justru “disandera” oleh segelintir kepentingan pribadi.

Warga Minta Gubernur Turun Tangan

Harapan warga RW 014 sederhana: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, diminta turun tangan.

Pesannya jelas: fasum adalah milik bersama, bukan milik pribadi.

Warga mendesak bangunan liar itu segera dibongkar agar fungsi lahan kembali sesuai aturan—sebagai ruang terbuka hijau. Tempat di mana anak-anak bisa main, orang tua bisa bersantai, dan warga bisa punya ruang napas di tengah padatnya Jakarta.

“Bongkar bangunan liar itu, pulihkan fungsi fasum, dan biarkan warga menikmati ruang hijau yang sudah lama dinantikan,” kata warga. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

PBJS Jabodetabek 2026 Usulkan Friedrich Silaban Pahlawan Nasional

12 Okt 2026 - 19:25 WIB

PBJS Jabodetabek 2026 Usulkan Friedrich Silaban Pahlawan Nasional

‘Tuan Takur Utara’ Alias Alex Jiblo Satukan Ulama dan Kader PAN Sambut Pemilu 2029

12 Okt 2026 - 19:09 WIB

‘Tuan Takur Utara’ Alias Alex Jiblo Satukan Ulama dan Kader PAN Sambut Pemilu 2029

Kaskogartap II/Bandung Ikuti Pangandaran Run Piala Panglima TNI 2026 

11 Okt 2026 - 18:58 WIB

Kaskogartap II/Bandung Ikuti Pangandaran Run Piala Panglima TNI 2026 

Praktisi Hukum Irjen Pol Ricky Herbert Soroti Dugaan Narkotika di Rutan Depok, Desak Pengawasan Ketat dan Penindakan Tegas

10 Okt 2026 - 22:03 WIB

Praktisi Hukum Irjen Pol Ricky Herbert Soroti Dugaan Narkotika di Rutan Depok, Desak Pengawasan Ketat dan Penindakan Tegas

Merawat Historis, Menatap Masa Depan Bersama Ade Puspitasari

10 Okt 2026 - 15:20 WIB

Merawat Historis, Menatap Masa Depan Bersama Ade Puspitasari
Trending di News