Menu

Mode Gelap
Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1 Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

News

Waduh! Pasien Puskesmas Rawa Tembaga Diduga Terima Obat Kedaluwarsa, Dinkes Kota Bekasi Turun Tangan!

badge-check

Puskesmas Rawa Tembaga, Kota Bekasi, yang diduga memberi obat kadaluarsa. Perbesar

Puskesmas Rawa Tembaga, Kota Bekasi, yang diduga memberi obat kadaluarsa.

PRABAINSIGHT.COM, BEKASI – Urusan berobat di fasilitas kesehatan pelat merah alias puskesmas, mestinya bikin hati tenang karena ditangani oleh negara. Tapi bagi seorang pasien di Bekasi, pengalaman berobat justru berujung pada rasa waswas yang mendalam.

Alih-alih pulang membawa kesembuhan, ia malah dibuat syok setelah mendapati obat yang diterimanya diduga kuat sudah melewati masa kedaluwarsa.

Ironisnya, kejadian yang mencoreng profesionalisme pelayanan publik ini, diduga bukan yang pertama kali terjadi di tempat yang sama. Isu miring mengenai manajemen tata kelola obat-obatan ini, langsung memantik sorotan tajam di tengah masyarakat yang menggantungkan kesehatannya pada layanan puskesmas.

Kasus ini menimpa seorang pasien yang berobat ke Puskesmas Rawa Tembaga di Jalan Komodo Raya, Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan. Usai diperiksa oleh tenaga medis, ia pulang membawa antibiotik jenis amoksisilin.

Namun sesampainya di rumah, kecurigaannya muncul saat membaca detail tanggal di kemasan obat yang menunjukkan tulisan “01/2026”, padahal saat ini sudah memasuki bulan Juni 2026.

“Saya baru sadar setelah di rumah. Ada tulisan 01/2026 di obat itu. Saya jadi curiga masa kedaluwarsanya,” keluhnya dengan nada cemas, Jumat (19/6/2026).

Ketakutan akan efek samping zat kimia yang sudah usang, membuat pasien yang enggan disebutkan namanya ini memilih membiarkan obat tersebut teronggok di sudut meja. Ia berharap, pihak puskesmas bisa bekerja lebih profesional dan bertanggung jawab penuh, agar kejadian serupa tidak menimpa warga lain yang mungkin tidak teliti membaca kemasan.

“Saya tidak berani minum. Takut malah tambah sakit,” aku sang pasien jujur.

Mendengar kabar yang kadung berembus liar ini, otoritas kesehatan Kota Bekasi langsung merespon. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, mengaku kaget dan berjanji akan segera mengusut laporan tersebut ke lapangan.

“Saya akan lakukan pengecekan terlebih dahulu soal kasus tersebut,” ujar Satia saat dikonfirmasi, Senin (22/6/2026).

Menariknya, Satia tidak menampik kalau Puskesmas Rawa Tembaga punya rekam jejak yang kurang mulus terkait urusan sortir menyortir obat ini. Ia membenarkan bahwa kelalaian serupa pernah terjadi di masa lalu, yang membuat kasus baru ini terasa seperti deja vu yang memalukan bagi dunia kesehatan Bekasi.

“Memang sebelumnya sudah pernah terjadi insiden itu. Untuk yang saat ini akan saya cek terlebih dahulu,” pungkas Satia.

Tentu kita berharap pengecekan dari dinas terkait bukan cuma formalitas penenang isu. Sebab, urusan kesehatan masyarakat bukanlah tempat untuk menerapkan sistem “coba-coba” atau pembiaran terhadap stok obat yang sudah kedaluwarsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Sandri Rumanama: Isu Surpres Pergantian Kapolri Ramai Lagi, Padahal Dasarnya Saja Belum Kelihatan

5 Agustus 2026 - 11:45

Delapan Jam Menunggu Kamar Rawat, Dihujat karena BPJS, Kisah Yurizal Berakhir Pilu

5 Agustus 2026 - 10:48

Trending di News