Menu

Breaking News

News

Waduh! Pasien Puskesmas Rawa Tembaga Diduga Terima Obat Kedaluwarsa, Dinkes Kota Bekasi Turun Tangan!

badge-check

Puskesmas Rawa Tembaga, Kota Bekasi, yang diduga memberi obat kadaluarsa. Perbesar

Puskesmas Rawa Tembaga, Kota Bekasi, yang diduga memberi obat kadaluarsa.

PRABAINSIGHT.COM, BEKASI – Urusan berobat di fasilitas kesehatan pelat merah alias puskesmas, mestinya bikin hati tenang karena ditangani oleh negara. Tapi bagi seorang pasien di Bekasi, pengalaman berobat justru berujung pada rasa waswas yang mendalam.

Alih-alih pulang membawa kesembuhan, ia malah dibuat syok setelah mendapati obat yang diterimanya diduga kuat sudah melewati masa kedaluwarsa.

Ironisnya, kejadian yang mencoreng profesionalisme pelayanan publik ini, diduga bukan yang pertama kali terjadi di tempat yang sama. Isu miring mengenai manajemen tata kelola obat-obatan ini, langsung memantik sorotan tajam di tengah masyarakat yang menggantungkan kesehatannya pada layanan puskesmas.

Kasus ini menimpa seorang pasien yang berobat ke Puskesmas Rawa Tembaga di Jalan Komodo Raya, Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan. Usai diperiksa oleh tenaga medis, ia pulang membawa antibiotik jenis amoksisilin.

Namun sesampainya di rumah, kecurigaannya muncul saat membaca detail tanggal di kemasan obat yang menunjukkan tulisan “01/2026”, padahal saat ini sudah memasuki bulan Juni 2026.

“Saya baru sadar setelah di rumah. Ada tulisan 01/2026 di obat itu. Saya jadi curiga masa kedaluwarsanya,” keluhnya dengan nada cemas, Jumat (19/6/2026).

Ketakutan akan efek samping zat kimia yang sudah usang, membuat pasien yang enggan disebutkan namanya ini memilih membiarkan obat tersebut teronggok di sudut meja. Ia berharap, pihak puskesmas bisa bekerja lebih profesional dan bertanggung jawab penuh, agar kejadian serupa tidak menimpa warga lain yang mungkin tidak teliti membaca kemasan.

“Saya tidak berani minum. Takut malah tambah sakit,” aku sang pasien jujur.

Mendengar kabar yang kadung berembus liar ini, otoritas kesehatan Kota Bekasi langsung merespon. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, mengaku kaget dan berjanji akan segera mengusut laporan tersebut ke lapangan.

“Saya akan lakukan pengecekan terlebih dahulu soal kasus tersebut,” ujar Satia saat dikonfirmasi, Senin (22/6/2026).

Menariknya, Satia tidak menampik kalau Puskesmas Rawa Tembaga punya rekam jejak yang kurang mulus terkait urusan sortir menyortir obat ini. Ia membenarkan bahwa kelalaian serupa pernah terjadi di masa lalu, yang membuat kasus baru ini terasa seperti deja vu yang memalukan bagi dunia kesehatan Bekasi.

“Memang sebelumnya sudah pernah terjadi insiden itu. Untuk yang saat ini akan saya cek terlebih dahulu,” pungkas Satia.

Tentu kita berharap pengecekan dari dinas terkait bukan cuma formalitas penenang isu. Sebab, urusan kesehatan masyarakat bukanlah tempat untuk menerapkan sistem “coba-coba” atau pembiaran terhadap stok obat yang sudah kedaluwarsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Perjuangan Machi Achmad Dampingi Ruben Onsu Berbuah Hasil, Kasus Resmi Dihentikan

23 Sep 2026 - 23:27 WIB

Perjuangan Machi Achmad Dampingi Ruben Onsu Berbuah Hasil, Kasus Resmi Dihentikan

Kapolres Jakut Ajak Wartawan dan Pegiat Media Sosial Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

23 Sep 2026 - 21:51 WIB

Kapolres Jakut Ajak Wartawan dan Pegiat Media Sosial Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Keren! Pelajar SD asal Cikarang Unjuk Gigi di Festival Anak Indonesia 2026

23 Sep 2026 - 19:44 WIB

Keren! Pelajar SD asal Cikarang Unjuk Gigi di Festival Anak Indonesia 2026

Nofel Saleh Hilabi Buka Suara soal Pernikahan Amanda Rigby dan Andre Taulany, Ungkap Pernah Tunangan

23 Sep 2026 - 18:53 WIB

Nofel Saleh Hilabi Buka Suara soal Pernikahan Amanda Rigby dan Andre Taulany, Ungkap Pernah Tunangan

Serikat Pekerja Pertamina Soroti Wacana Streamlining PDSI-Elnusa, Minta Kendali Negara Tetap 100 Persen

23 Sep 2026 - 13:54 WIB

Serikat Pekerja Pertamina Soroti Wacana Streamlining PDSI-Elnusa, Minta Kendali Negara Tetap 100 Persen
Trending di News