Menu

Mode Gelap
Setelah Lama Ribut Soal Ijazah, Rismon Sianipar Akhirnya Datangi Rumah Jokowi di Solo Samsung Galaxy S26 Ultra Punya Kamera 200MP Lebih Terang, Hasil Uji DxOMark: iPhone 17 Pro Masih Unggul Penuh Makna, Video Musik “Ada Titik-Titik di Ujung Doa” dari Sal Priadi Tampilkan Pergulatan Batin Seorang Ayah Grand Opening Watch Club Puri Indah Mall: Diskon, Undian Jam Tangan, dan Koleksi Premium Peneliti Temukan Hacker Iran Sudah Menyusup ke Sistem Bank, Perusahaan, dan Bandara AS Terungkap! Inilah Pembunuh Ermanto, Pensiunan Karyawan JICT yang Tewas di Bekasi

News

Haidar Alwi Institute Bakal Polisikan Akun Medsos yang Sebut “Putra Kapolri Terlibat Tambang Ilegal”

badge-check


					Tim hukum Haidar Alwi Institute mendatangi Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (9/10/2025), untuk konsultasi terkait akun medsos yang menyebarkan tuduhan hoaks soal putra Kapolri dan tambang ilegal.(Foto : Istimewa) Perbesar

Tim hukum Haidar Alwi Institute mendatangi Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (9/10/2025), untuk konsultasi terkait akun medsos yang menyebarkan tuduhan hoaks soal putra Kapolri dan tambang ilegal.(Foto : Istimewa)

PRABA INSIGHT – Jakarta — Kalau lagi scroll medsos, kadang kita nemu berita yang bikin mikir dua kali: ini beneran fakta atau cuma drama status orang iseng? Nah, kali ini, Haidar Alwi Institute (HAI) lagi gerah banget sama akun Facebook bernama Sentosa Kuprol yang ngetwit—eh, maksudnya nge-post—isu panas: putra Kapolri katanya terlibat tambang ilegal di Maluku Utara.

Masalahnya, putra Kapolri yang dimaksud itu ternyata R. Haidar Alwi, pendiri HAI. Dan kata tim hukum HAI, itu semua bohong belaka.

Hari Kamis (9/10/2025), tim hukum HAI dateng ke Bareskrim Polri buat konsultasi soal laporan akun medsos ini. Riski Syah Putra Nasution, juru bicara tim hukum, bilang dengan tegas:

“Disebutkan oleh akun Facebook Sentosa Kuprol dan beberapa akun lain bahwa putra Kapolri Listyo Sigit atau (Haidar Alwi) terlibat tambang ilegal di Maluku. Padahal Haidar sama sekali nggak terlibat, dan dia juga bukan putra Kapolri.”

Singkat kata: yang diunggah itu memenuhi unsur pidana dan hoaks. Polisi pun sudah bilang begitu. Tapi ada satu syarat teknis yang bikin prosesnya agak ribet: laporan pencemaran nama baik harus dibuat langsung oleh korban.

“Berdasarkan UU ITE terbaru, Pasal 27A, pelapor harus korban langsung. Jadi Haidar harus datang sendiri untuk buat laporan,” jelas Riski.

Artinya, tim hukum HAI nggak bisa sekadar datang mewakili lembaga. Mereka bisa kasih pendampingan, tapi Haidar yang harus langsung bikin laporan.

Sementara itu, Direktur HAI, Sandri Rumanama, menegaskan pihaknya bakal serius memproses masalah ini. Tujuannya? Supaya orang-orang yang suka sembarangan ngetik atau nge-post tuduhan bohong di medsos bisa mikir dua kali sebelum klik tombol “post”.

“Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas. Kami menjaga martabat institusi dan juga Polri,” tegas Sandri.

Jadi, buat yang masih hobi nge-tag orang sembarangan di medsos, ini mungkin saatnya menahan jari. Karena kadang satu post bisa bikin polisi datang… dan kali ini, HAI tidak main-main. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Setelah Lama Ribut Soal Ijazah, Rismon Sianipar Akhirnya Datangi Rumah Jokowi di Solo

12 Maret 2026 - 11:29 WIB

Peneliti Temukan Hacker Iran Sudah Menyusup ke Sistem Bank, Perusahaan, dan Bandara AS

11 Maret 2026 - 11:09 WIB

Terungkap! Inilah Pembunuh Ermanto, Pensiunan Karyawan JICT yang Tewas di Bekasi

11 Maret 2026 - 10:09 WIB

BGN Hentikan Sementara 1.512 SPPG Program MBG, Terkendala Sertifikat Sanitasi hingga IPAL

11 Maret 2026 - 03:18 WIB

Viral Video Lele Mentah di MBG Pamekasan, BGN Klarifikasi, Katanya Ada Telur, Susu hingga Buah

11 Maret 2026 - 03:02 WIB

Trending di Nasional