PRABAINSIGHT.COM – JABAR – Kalau Jawa Barat tiba-tiba terasa makin berisik oleh kabar alat berat dan peta-peta proyek, itu bukan halusinasi. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang kini akrab disapa KDM sedang serius memelihara ambisi lama: membuat Jabar berhenti ribet soal jarak dan waktu tempuh.
Lewat koordinasi dengan pemerintah pusat, Pemprov Jawa Barat memastikan sembilan ruas jalan tol baru bakal mulai digarap sejak 2026. Total panjangnya bukan main-main: 266,66 kilometer, dengan nilai investasi yang juga bikin dahi berkerut, Rp134,5 triliun.
Angkanya besar, niatnya lebih besar.
Getaci Bangkit Lagi, Kali Ini Nggak Cuma Wacana
Dari seluruh daftar, satu nama langsung bikin publik berhenti scroll: Tol Getaci. Tepatnya segmen Gedebage – Tasikmalaya (Cigatas) sepanjang kurang lebih 95 kilometer.
Tol ini bukan barang baru. Getaci pernah jadi proyek harapan yang berujung kegagalan lelang. Tapi kali ini ceritanya beda. Segmen awal Gedebage–Tasikmalaya dipastikan jadi prioritas, dengan target mulai beroperasi pada 2029. Informasi ini bahkan sudah diumumkan lewat kanal resmi Bappeda Provinsi Jawa Barat bukan sekadar bocoran grup WhatsApp pejabat.
Buat warga Priangan Timur, kabar ini jelas bukan receh. Bandung ke Tasikmalaya yang selama ini identik dengan macet, tanjakan, dan doa panjang, dijanjikan bakal lebih manusiawi.
Bukan Cuma Getaci, Ini Daftar Tol yang Disiapkan
Selain Getaci, ada delapan ruas lain yang disiapkan untuk mengubah peta mobilitas Jawa Barat:
- Tol Getaci (Gedebage–Tasikmalaya)
- Tol Dalam Kota Bandung (BIUTR)
- Bogor–Serpong via Parung (JORR III)
- Sentul Selatan–Karawang Barat
- Cikunir–Karawaci Elevated
- Akses Patimban Extend
- Caringin–Cisarua
- Sukabumi–Ciranjang
- Ciranjang–Padalarang
Kalau semua berjalan sesuai rencana, bukan cuma pengguna mobil pribadi yang diuntungkan. Jalur logistik, kawasan industri, hingga pelabuhan seperti Patimban ikut kebagian napas panjang.
Jalan Tol dan Obsesi Konektivitas KDM
Menurut KDM, proyek ini bukan semata urusan beton dan aspal. Target besarnya jauh lebih politis sekaligus pragmatis: pada 2027, konektivitas jalan di Jawa Barat dari nasional sampai desa harus nyambung tanpa drama.
Dengan jalan lebih mulus, waktu tempuh dipangkas, investasi diharapkan datang lebih jinak, dan ekonomi daerah bisa bergerak tanpa harus menunggu mukjizat.
Apakah semua target ini bakal berjalan mulus? Sejarah proyek infrastruktur di negeri ini tentu mengajarkan satu hal: optimisme perlu, tapi kewaspadaan tetap wajib.
Namun setidaknya, untuk saat ini, Jawa Barat sedang serius menyiapkan diri. Dan KDM tampaknya ingin memastikan satu hal: Jabar nggak lagi jadi penonton di jalur ekonomi nasional.
Editor : Irfan Ardhiyanto







