Menu

Mode Gelap
Blak-blakan! Sandri Rumanama Soroti Kesenjangan Maluku di Halal Bihalal Pemuda Timur Garuda Menggila di GBK! Indonesia Hajar Saint Kitts 4-0, Beckham Putra Jadi Bintang Gaduh Tahanan Yaqut, KPK Minta Maaf: Asep Sebut Kekecewaan Publik Adalah Dukungan RI Cari Sumber Minyak Baru di Tengah Krisis Hormuz, Bahlil: Jangan Tanya dari Mana Abdullah Kelrey Tantang KPK, Desak Pemeriksaan Puan Maharani dan Hapsoro Mobil Setan: Penumpang yang Tak Pernah Turun

Internasional

Kantor Berita VOA Resmi Tutup, Ribuan Karyawan dan Jurnalis Kehilangan Pekerjaan

badge-check


					Voice of America (VOA) resmi ditutup setelah 80 tahun mengudara. Ribuan karyawan termasuk 1.000 jurnalis kehilangan pekerjaan. (Foto:Istimewa) Perbesar

Voice of America (VOA) resmi ditutup setelah 80 tahun mengudara. Ribuan karyawan termasuk 1.000 jurnalis kehilangan pekerjaan. (Foto:Istimewa)

PRABA INSIGHT- Kabar mengejutkan datang dari Washington, D.C. Sabtu (15/3/2025), Voice of America (VOA) resmi menutup pintu operasionalnya. Lembaga penyiaran yang selama delapan dekade jadi “jendela Amerika” ke dunia ini bubar jalan.

Tak ada seremoni. Tak ada pidato perpisahan. Yang ada hanya surat pemutusan kerja yang mendarat di meja karyawan, dari reporter, editor, sampai manajer senior. Semua diberi waktu cuma 60 menit untuk mengosongkan meja kerja lebih cepat dari waktu promo diskon online yang sering bikin orang panik checkout.

Jurnalis VOA, Eva Mazrieva, mengunggah suasana haru itu lewat video singkat. Para pegawai tampak buru-buru memasukkan dokumen, foto keluarga, dan mug favorit ke dalam kardus. “Setelah 157 hari dirumahkan, hari ini kami diberi waktu satu jam untuk mengambil barang. End of Us? #savevoa,” tulis Eva.

Dampaknya tak main-main: sekitar 1.300 orang kehilangan pekerjaan, termasuk 1.000 jurnalis. Untuk pertama kalinya sejak 1942, dunia harus menerima kenyataan bahwa VOA tidak lagi bersiaran.

Dari Radio Perang Dunia ke Layar Kosong

VOA lahir pada masa Perang Dunia II, tumbuh menjadi corong resmi Amerika Serikat di era Perang Dingin, dan sempat dianggap simbol kebebasan pers oleh sebagian negara berkembang. Kini, semuanya berakhir begitu saja, dalam waktu hanya sejam.

Banyak yang menyebut tutupnya VOA sebagai akhir sebuah era: era ketika informasi dari radio berlogo elang itu dianggap “suara otoritatif” tentang dunia. Pertanyaannya sekarang, siapa yang akan mengisi kekosongan ruang itu?

Apakah BBC, Al Jazeera, atau justru media sosial yang sudah lebih dulu jadi medan tempur informasi?

Yang jelas, untuk para mantan pegawai VOA, kenangan tentang 80 tahun siaran harus muat dalam satu kardus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bocoran Proposal Damai AS Ditolak Iran, Jurang Kepentingan Kian Terbuka

26 Maret 2026 - 08:45 WIB

Bocoran Rahasia Mossad: Hacker Pro-Palestina Handala Serang Sistem dan Data Laura Gelinsky

17 Maret 2026 - 08:11 WIB

Iran Kirim Sinyal Keras ke Ukraina: Jika Bantu Israel Pakai Drone, Bisa Dianggap “Target Sah”

16 Maret 2026 - 11:04 WIB

Anak Cantumkan Jabatan Ayah di CV, Karier Pejabat Istana Korea Selatan Ini Berakhir

16 Maret 2026 - 10:59 WIB

Kronologi Tenggelamnya Fregat IRIS Dena: Dari Izin Sandar di India hingga Diduga Ditorpedo di Samudra Hindia

10 Maret 2026 - 14:52 WIB

Trending di Internasional