Menu

Mode Gelap
3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

Internasional

Kantor Berita VOA Resmi Tutup, Ribuan Karyawan dan Jurnalis Kehilangan Pekerjaan

badge-check

Voice of America (VOA) resmi ditutup setelah 80 tahun mengudara. Ribuan karyawan termasuk 1.000 jurnalis kehilangan pekerjaan. (Foto:Istimewa) Perbesar

Voice of America (VOA) resmi ditutup setelah 80 tahun mengudara. Ribuan karyawan termasuk 1.000 jurnalis kehilangan pekerjaan. (Foto:Istimewa)

PRABA INSIGHT- Kabar mengejutkan datang dari Washington, D.C. Sabtu (15/3/2025), Voice of America (VOA) resmi menutup pintu operasionalnya. Lembaga penyiaran yang selama delapan dekade jadi “jendela Amerika” ke dunia ini bubar jalan.

Tak ada seremoni. Tak ada pidato perpisahan. Yang ada hanya surat pemutusan kerja yang mendarat di meja karyawan, dari reporter, editor, sampai manajer senior. Semua diberi waktu cuma 60 menit untuk mengosongkan meja kerja lebih cepat dari waktu promo diskon online yang sering bikin orang panik checkout.

Jurnalis VOA, Eva Mazrieva, mengunggah suasana haru itu lewat video singkat. Para pegawai tampak buru-buru memasukkan dokumen, foto keluarga, dan mug favorit ke dalam kardus. “Setelah 157 hari dirumahkan, hari ini kami diberi waktu satu jam untuk mengambil barang. End of Us? #savevoa,” tulis Eva.

Dampaknya tak main-main: sekitar 1.300 orang kehilangan pekerjaan, termasuk 1.000 jurnalis. Untuk pertama kalinya sejak 1942, dunia harus menerima kenyataan bahwa VOA tidak lagi bersiaran.

Dari Radio Perang Dunia ke Layar Kosong

VOA lahir pada masa Perang Dunia II, tumbuh menjadi corong resmi Amerika Serikat di era Perang Dingin, dan sempat dianggap simbol kebebasan pers oleh sebagian negara berkembang. Kini, semuanya berakhir begitu saja, dalam waktu hanya sejam.

Banyak yang menyebut tutupnya VOA sebagai akhir sebuah era: era ketika informasi dari radio berlogo elang itu dianggap “suara otoritatif” tentang dunia. Pertanyaannya sekarang, siapa yang akan mengisi kekosongan ruang itu?

Apakah BBC, Al Jazeera, atau justru media sosial yang sudah lebih dulu jadi medan tempur informasi?

Yang jelas, untuk para mantan pegawai VOA, kenangan tentang 80 tahun siaran harus muat dalam satu kardus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang

10 Agustus 2026 - 09:59

Gianni Infantino Dilaporkan Hadapi Tudingan “Suap” Terkait Rencana Penjualan Saham Piala Dunia FIFA

30 Juli 2026 - 16:12

Spanyol Akui Palestina, Sikap Tegas Pedro Sánchez Picu Ketegangan dengan Israel

20 Juli 2026 - 20:13

Trump Sebut Israel Bisa Tamat dalam Hitungan Jam Jika Iran Punya Nuklir, Ancaman atau Jurus Negosiasi?

18 Juni 2026 - 18:44

Viral! Polisi Florida Tilang Perempuan Tanpa Tangan Kanan karena Diduga Main HP Saat Nyetir

2 Juni 2026 - 12:49

Trending di Internasional