Menu

Mode Gelap
Mobil Setan: Penumpang yang Tak Pernah Turun Bocoran Proposal Damai AS Ditolak Iran, Jurang Kepentingan Kian Terbuka Koalisi Sipil Desak Proses Hukum Kepala BAIS dan Peradilan Umum dalam Kasus Andrie Yunus Pesan Pramono ke Pendatang: Jakarta Bukan Tempat Coba Nasib Tanpa Skill Kasus Andrie Yunus Memanas: 4 Prajurit BAIS Ditahan, Isu Kabais Mundur Mencuat di Tengah Penyidikan iOS 26.4 Hadir, Fitur Keamanan iPhone Kini Bikin Maling Ketar-ketir

News

KPU Bilang Semua Dokumen Capres Terbuka, Tapi Arsip Jokowi Masih Dicari

badge-check


					KPU menegaskan seluruh dokumen pendaftaran capres, termasuk ijazah Jokowi, bersifat terbuka. Beberapa arsip masih dicari akibat perpindahan gudang, pemohon ajukan sengketa.(Ist) Perbesar

KPU menegaskan seluruh dokumen pendaftaran capres, termasuk ijazah Jokowi, bersifat terbuka. Beberapa arsip masih dicari akibat perpindahan gudang, pemohon ajukan sengketa.(Ist)

PRABA INSIGHT- JAKARTA – Jadi begini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan semua dokumen soal pendaftaran calon presiden, mulai dari peraturan, SOP, sampai ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), sebenernya terbuka untuk publik. Masalahnya, beberapa dokumen belum bisa diserahkan karena lagi dicari dari gudang arsip yang baru saja dipindah.

Hal ini dikatakan perwakilan KPU saat sidang sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP), antara pemohon Leony melawan Universitas Gadjah Mada, KPU, dan Polda Metro Jaya, Selasa (18/11).

Ketua Majelis menanyakan, “Jadi semua informasi yang diminta pemohon terbuka, Pak ya?”

“Terbuka. Kami akan berusaha mencarinya dulu. Kalau sudah ketemu, langsung diserahkan. Sekarang ini kami baru selesai pindah gudang arsip, mohon dimaklumi,” jawab perwakilan KPU.

Menurut KPU, permohonan informasi diterima pada 31 Juli 2025 dan langsung ditanggapi oleh pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID). Lalu, pada 14 Agustus, PPID memberikan perpanjangan waktu tujuh hari. Dokumen awal akhirnya diserahkan pada 10 Oktober 2025.

Tapi, pemohon merasa belum puas dan mengajukan sengketa pada 14 Oktober. Masalahnya, dokumen yang diterima cuma sebagian kecil. Permintaan soal peraturan dan SOP malah diarahkan ke tautan situs web yang nggak langsung merujuk ke dokumen yang dimaksud.

“Rasanya seperti masuk ke hutan, tidak jelas dokumen mana yang dimaksud,” keluh pemohon.

Dari tujuh jenis informasi yang diminta, pemohon cuma menerima beberapa dokumen: salinan legalisir ijazah Jokowi untuk pendaftaran capres 2014 dan 2019, rangkuman serah terima berkas, dan daftar dokumen hasil verifikasi menurut KPU. Dokumen verifikasi lengkap belum tersedia. Pemohon juga mempertanyakan lima bagian ijazah yang disensor, mulai dari nomor ijazah, nomor induk mahasiswa, cap legalisasi, sampai tanda tangan rektor dan dekan.

KPU menegaskan, semua dokumen dan SOP terkait verifikasi ijazah, pengelolaan data, dan publikasi dokumen pendaftaran sudah tersedia di Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) KPU. Meski begitu, beberapa dokumen verifikasi masih dicari karena perpindahan arsip.

“Mohon dimaklumi, kami masih mencari arsip yang belum tersusun. Nanti kalau sudah ketemu, akan langsung kami serahkan,” kata KPU.

KPU juga menegaskan bahwa informasi soal lembaga yang melegalisasi ijazah, tanggal dan nomor agenda masuk dokumen, serta berita acara verifikasi termasuk informasi terbuka.

Ketua Majelis menyimpulkan, semua informasi yang diminta pemohon bersifat terbuka. Selanjutnya, sengketa ini akan dilanjutkan ke tahap mediasi.

“Pemohon bisa menyampaikan permintaan secara jelas. Kalau mediasi nggak selesai, kasus ini akan lanjut ke tahap ajudikasi,” jelas Ketua Majelis.(van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Koalisi Sipil Desak Proses Hukum Kepala BAIS dan Peradilan Umum dalam Kasus Andrie Yunus

26 Maret 2026 - 08:20 WIB

Pesan Pramono ke Pendatang: Jakarta Bukan Tempat Coba Nasib Tanpa Skill

26 Maret 2026 - 07:29 WIB

Kasus Andrie Yunus Memanas: 4 Prajurit BAIS Ditahan, Isu Kabais Mundur Mencuat di Tengah Penyidikan

26 Maret 2026 - 07:15 WIB

Diduga Hendak Bunuh Diri di Depan Istana, Perempuan Diamankan usai Lepas Sepatu

25 Maret 2026 - 09:23 WIB

BYD Nyemplung ke Kolam Bundaran HI: Antara Google Maps, Grogi, dan Realita Sopir Baru

25 Maret 2026 - 09:05 WIB

Trending di News