Menu

Mode Gelap
Pegadaian Kantor Wilayah IX Jakarta 2 Luncurkan MPL 2026, Bantu Warga dan Dorong UMKM Bocoran Rahasia Mossad: Hacker Pro-Palestina Handala Serang Sistem dan Data Laura Gelinsky Siskaeee Sindir Polisi Lamban Tangkap Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus: “Giliran Bokep Bisa Cepat” Jelang Lebaran, Tarif Tol Batang-Semarang Resmi Naik 29 Persen: Mudik Makin Mahal Prabowo Digugat ke PTUN Gara-Gara Teken Perjanjian Dagang RI-AS Tanpa DPR, Publik: Ini Negara atau Startup? Iran Kirim Sinyal Keras ke Ukraina: Jika Bantu Israel Pakai Drone, Bisa Dianggap “Target Sah”

News

Menjelang Desember, Kilang Minyak Dipasangi “Bodyguard” Baru: TNI AD dan BAIS Turun Gunung

badge-check


					Menhan Sjafrie bakal turunkan TNI AD dan BAIS jaga kilang minyak BUMN mulai Desember 2025 biar ancaman langsung minggir sebelum sempat nongol. Perbesar

Menhan Sjafrie bakal turunkan TNI AD dan BAIS jaga kilang minyak BUMN mulai Desember 2025 biar ancaman langsung minggir sebelum sempat nongol.

PRABA INSIGHT – JAKARTA – Mulai Desember 2025, pemandangan di sekitar kilang-kilang minyak BUMN bakal mirip film laga: penuh seragam loreng dan mata-mata negara yang siap pasang telinga. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memutuskan bahwa urusan jaga-jaga kilang minyak tidak lagi cukup diserahkan pada sekuriti berseragam rapi yang biasanya sibuk mengatur kendaraan dan memeriksa kartu identitas.

Kini, pengamanannya naik level: pasukan TNI Angkatan Darat menjadi pagar hidup, sementara BAIS ikut mengawasi dari balik layar alias jadi “admin grup intelijen” yang memantau segala potensi keributan.

Pengumuman ini disampaikan Sjafrie seusai rapat tertutup bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Komisi I DPR RI pada 24 November 2025. Dengan nada yang tidak memberi ruang debat, ia menegaskan, “Kita akan laksanakan ini terhitung mulai Desember 2025.”

Kalau biasanya kilang minyak hanya dijaga pagar besi dan lampu sorot, nantinya akan ada dua lapisan pengamanan:

  • TNI AD: jaga fisik di lapangan, jadi tembok berjalan.
  • BAIS: jadi radar berjalan, mendeteksi ancaman sebelum ancaman itu sadar dirinya ancaman.

“Atensinya jelas,” kata Sjafrie. “Akan dipantau oleh BAIS untuk mengetahui hal-hal yang mungkin menjadi ancaman potensial.” Semacam fitur “early warning system”, tapi versi manusia.

Kenapa sampai segininya? Menurut Menhan, kilang minyak itu bukan sekadar pabrik besar yang baunya khas dan asapnya dramatis. Ia menyebutnya industri strategis, semacam jantung energi negara. Kalau jantungnya terganggu, negara ikut ngos-ngosan. Jadi sektor pertahanan, kata Sjafrie, memang harus ikut “turun gunung” mengamankan aset vital itu.

Tidak cuma bicara pengamanan, Sjafrie juga sempat memamerkan “otot baru” TNI. Hingga November 2025, Indonesia sudah punya 150 Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan, dan rencananya mau nambah 150 batalion lagi tiap tahun. Ambisius? Iya. Untuk serang-serangan? Katanya sih tidak.

Semua itu, ujarnya, murni untuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP). “Semata-mata untuk menjaga keutuhan wilayah dan melindungi industri strategis yang terkait dengan kedaulatan negara,” tegas Menhan.

Dengan semua pengamanan berlapis itu, pemerintah berharap kilang minyak bisa beroperasi dengan aman bahkan aman sekali tanpa drama, tanpa gangguan, dan tanpa perlu memanggil pasukan tambahan di tengah malam.


Penulis : Ris Tanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Siskaeee Sindir Polisi Lamban Tangkap Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus: “Giliran Bokep Bisa Cepat”

17 Maret 2026 - 08:05 WIB

Jelang Lebaran, Tarif Tol Batang-Semarang Resmi Naik 29 Persen: Mudik Makin Mahal

17 Maret 2026 - 07:58 WIB

Prabowo Digugat ke PTUN Gara-Gara Teken Perjanjian Dagang RI-AS Tanpa DPR, Publik: Ini Negara atau Startup?

17 Maret 2026 - 07:50 WIB

Mudik Gratis Pegadaian 2026, Kantor Wilayah Pegadaian IX Jakarta 2 Ikut Berangkatkan Peserta

16 Maret 2026 - 10:32 WIB

PBB Ikut Geram: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus Disebut Tindakan Pengecut

14 Maret 2026 - 07:55 WIB

Trending di News