JAKARTA — Kreator konten sekaligus petarung, Paris Pernandes, membagikan sejumlah cerita seputar aktivitas tinjunya baru-baru ini. Mulai dari pengalaman sparing dadakan di toko PS Store melawan salah seorang Office Boy (OB) hingga persiapan kolaborasi ajang tinju mendatang yang diinisiasi bersama PS Store dan Baku Hantam, Senin (19/10/2026).
Dalam keterangannya, Paris menceritakan bahwa sparing yang ia jalani berlangsung spontan sebanyak tiga ronde. Meskipun lawannya jarang berlatih secara profesional, ia memuji ketahanan fisik sang lawan yang dinilai cukup kuat.
“Dia kerja sambil latihan dan jago dia. Mungkin kalau fokus di boxing-nya, bisa lebih jago sih. Kuat dia, kuat, kuat,” ujar Paris saat ditemui awak media.
Wadah Positif Anak Muda Lewat Ring Tinju
Melihat tingginya minat terhadap olahraga tinju, PS Store dan Baku Hantam kini disebut tengah bersinergi untuk mengembangkan komunitas boxing. Nantinya, sebuah ring permanen disiapkan di area toko guna memberikan wadah positif bagi anak muda sekaligus menekan angka tawuran jalanan.
Paris memastikan bahwa ajang pertandingan yang akan segera dibuka pendaftarannya ini dirancang dengan standar keamanan yang matang dan profesional.
“Pasti aman semuanya. Pertandingannya nanti juga pakai helm, pakai gloves yang memadai. Enggak yang brutal lepas helm, enggak ada pelindung tangan, pelindung gigi. Ini tetap semua dipasang dengan safety,” tegasnya.
Selain itu, aspek regulasi pertandingan akan berada di bawah pengawasan asosiasi terkait (Aoki), lengkap dengan kehadiran tim medis serta ambulans di lokasi acara. Ia juga memastikan bahwa sistem penjodohan petarung (matchmaking) akan disesuaikan secara ketat berdasarkan kelas dan batas berat badan agar adil dan seimbang.
Klarifikasi Isu Pertandingan Aisar Khalid dan Willy
Menyinggung soal dinamika dunia hiburan dan tarung influencer, Paris juga memberikan tanggapan terkait batalnya rencana pertandingan antara Aisar Khalid dan Willy yang sempat ramai diperbincangkan publik. Ia mengaku sempat ikut “mengompori” kedua belah pihak agar pertandingan tersebut bisa terwujud.
Kendati demikian, peluang pertandingan langsung antara dirinya dengan Aisar dipastikan tidak akan terjadi karena kendala perbedaan kelas berat badan.
“Aku di berat badan 63, Bang Aisyar itu berat badannya di 70 ke atas. Jadi, secara berat badan enggak akan ketemu, gitu, enggak akan seimbang,” jelasnya.
Sebagai pihak yang turut berperan dalam mempromosikan ajang olahraga ini, Paris menegaskan sikap netralnya terhadap para fighter yang bertanding, termasuk menantikan potensi kelanjutan duel antara Aisar dan Willy yang diprediksi bisa menjadi kejutan menarik di penghujung atau awal tahun mendatang.
“Kalau dari segi promotor, yang pasti harus 50-50. Tidak boleh mendukung kiri kanan karena dua-duanya berteman. Jadi, siapa yang menang, siapa yang layak, ya dia nanti jadi juara,” pungkasnya.








