Menu

Breaking News

Internasional

Pasca Khamenei Wafat, Iran Segera Tentukan Pemimpin Tertinggi Baru

badge-check

Majelis Ahli Iran mulai proses pemilihan Pemimpin Tertinggi baru menyusul wafatnya Ali Khamenei. Ali Larijani menyebut langkah ini sesuai Pasal 111 Konstitusi Iran di tengah eskalasi konflik kawasan. Perbesar

Majelis Ahli Iran mulai proses pemilihan Pemimpin Tertinggi baru menyusul wafatnya Ali Khamenei. Ali Larijani menyebut langkah ini sesuai Pasal 111 Konstitusi Iran di tengah eskalasi konflik kawasan.

PRABAINSIGHT.COM – IRAN – Dari Teheran, kabar besar datang. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, memastikan bahwa Majelis Ahli akan segera berkumpul untuk memulai proses pemilihan Pemimpin Tertinggi yang baru. Pernyataan itu muncul setelah televisi nasional Iran mengumumkan wafatnya Ali Khamenei.

Dalam sistem politik Iran, urusan mengganti Pemimpin Tertinggi bukan perkara wacana warung kopi. Ada pasal yang mengaturnya. Larijani merujuk Pasal 111 Konstitusi Iran yang menyebutkan bahwa jika Pemimpin Tertinggi meninggal dunia, Majelis Ahli wajib memilih pengganti secepat mungkin. “Majelis Ahli akan bersidang hari ini dan prosesnya akan dimulai,” ujarnya dalam siaran resmi.

Buat yang belum akrab, Majelis Ahli adalah lembaga berisi ulama yang punya otoritas menentukan siapa yang layak memegang posisi tertinggi di republik tersebut. Mereka inilah yang nantinya akan menentukan arah kompas politik Iran setelah momen krusial ini.

Konteksnya tak kalah dramatis. Pada Sabtu pagi (28/2) waktu setempat, terjadi serangkaian serangan yang menyasar wilayah Iran, termasuk Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa di kalangan sipil.

Tak butuh waktu lama, Iran merespons dengan meluncurkan rudal ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Ketegangan pun meningkat cepat dari konflik terbuka menjadi eskalasi yang ditonton dunia.

Larijani menegaskan bahwa Iran tidak berniat menyerang negara-negara tetangga. Target yang dimaksud, katanya, adalah pangkalan militer Amerika Serikat, yang disebutnya bukan bagian dari wilayah kedaulatan negara kawasan.

Di satu sisi, Iran menghadapi dinamika konflik eksternal yang berisiko meluas. Di sisi lain, mereka harus segera memastikan kesinambungan kepemimpinan nasional. Kombinasi dua hal ini membuat situasi makin kompleks: transisi kekuasaan di tengah dentuman geopolitik.

Kini, perhatian tertuju pada Majelis Ahli. Siapa yang akan muncul sebagai Pemimpin Tertinggi berikutnya? Dan bagaimana arah kebijakan Iran setelah momen ini?

Di kawasan yang sejarahnya tak pernah sepi dari ketegangan, setiap keputusan politik bukan cuma soal kursi kekuasaan—tapi juga soal stabilitas regional yang dampaknya bisa terasa jauh melampaui perbatasan.(Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Shafeea Aleeya Tampil di AFF 2026, Bawa Pengalaman dari Panggung Internasional

21 Sep 2026 - 14:00 WIB

Shafeea Aleeya Tampil di AFF 2026, Bawa Pengalaman dari Panggung Internasional

Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang

10 Agu 2026 - 09:59 WIB

Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang

Gianni Infantino Dilaporkan Hadapi Tudingan “Suap” Terkait Rencana Penjualan Saham Piala Dunia FIFA

30 Jul 2026 - 16:12 WIB

Gianni Infantino Dilaporkan Hadapi Tudingan “Suap” Terkait Rencana Penjualan Saham Piala Dunia FIFA

Spanyol Akui Palestina, Sikap Tegas Pedro Sánchez Picu Ketegangan dengan Israel

20 Jul 2026 - 20:13 WIB

Spanyol Akui Palestina, Sikap Tegas Pedro Sánchez Picu Ketegangan dengan Israel

Trump Sebut Israel Bisa Tamat dalam Hitungan Jam Jika Iran Punya Nuklir, Ancaman atau Jurus Negosiasi?

18 Jun 2026 - 18:44 WIB

Trump Sebut Israel Bisa Tamat dalam Hitungan Jam Jika Iran Punya Nuklir, Ancaman atau Jurus Negosiasi?
Trending di Internasional