Menu

Mode Gelap
BGN Hentikan Sementara 1.512 SPPG Program MBG, Terkendala Sertifikat Sanitasi hingga IPAL Viral Video Lele Mentah di MBG Pamekasan, BGN Klarifikasi, Katanya Ada Telur, Susu hingga Buah Ramadhan Peduli di Depok: Mahasiswa BEM PTAI Bukan Cuma Buka Bersama, Tapi Juga Santuni Anak Yatim Ditegur Saat Apel Pagi, Karyawan di Tojo Una-Una Tewas Diduga Diserang Rekan Kerja Kronologi Tenggelamnya Fregat IRIS Dena: Dari Izin Sandar di India hingga Diduga Ditorpedo di Samudra Hindia Kabar Adik Benjamin Netanyahu Tewas dalam Serangan Rudal Iran Bikin Timur Tengah Makin Panas

News

Pejabat dan “Tot Tot Wuk Wuk”: Netizen Gerah, Istana Sampai Ikut Angkat Suara

badge-check


					Gerakan “Stop Tot Tot Wuk Wuk” viral di medsos, menolak sirine dan strobo pejabat di jalan. Istana hingga Korlantas akhirnya buka suara.(foto : Istimewa) Perbesar

Gerakan “Stop Tot Tot Wuk Wuk” viral di medsos, menolak sirine dan strobo pejabat di jalan. Istana hingga Korlantas akhirnya buka suara.(foto : Istimewa)

PRABA INSIGHT – Jakarta – Ada yang lagi rame di medsos: gerakan “Stop Tot Tot Wuk Wuk”. Bukan, ini bukan nama dance TikTok terbaru, melainkan sindiran untuk sirine dan strobo yang dipakai pejabat di jalan. Suaranya—tot tot wuk wuk—sudah jadi horor tersendiri bagi rakyat jelata yang lagi sabar-sabar antri macet.

Masyarakat kompak bilang: sudah cukup, jangan mentang-mentang pejabat lantas bisa “ngibrit” seenaknya di jalan. Netizen pun kompak bikin gerakan stop sirine semena-mena.

Pihak Istana pun akhirnya buka suara. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dengan wajah serius tapi adem menegaskan, sebenarnya aturan sudah ada. Para pejabat negara sudah dikasih edaran soal tata cara pakai strobo dan sirine.

“Kita harus memperhatikan kepatutan, ketertiban masyarakat pengguna jalan yang lain. Jadi bukan berarti pakai sirine itu semaunya sendiri,” ujarnya di Kompleks Istana, Jumat (19/9).

Menurut Prasetyo, strobo dan sirine memang bisa dipakai, tapi ada syarat dan kondisi khusus. Ia bahkan memberi contoh langsung: Presiden Prabowo Subianto.

Kata dia, Pak Presiden nggak selalu main “tot tot wuk wuk” kalau lewat jalan. Kalau macet ya macet bareng, kalau lampu merah ya ikut berhenti. Kecuali memang ada situasi mendesak.

Sementara itu, suara netizen ini ternyata juga bikin pihak Korlantas Polri gerak cepat. Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho mengaku sudah mengevaluasi penggunaan pengawalan dengan sirine dan strobo.

“Ini kita evaluasi, biarpun ada ketentuannya. Tapi semoga nggak usah pakai tot tot lagi lah,” kata Agus di Mabes Polri.

Singkatnya, para pejabat sebenarnya sudah diingatkan: jangan lebay di jalan. Soalnya rakyat makin jengah dengan “privilege” sirine. Lagian, macet di jalan itu bukan dosa—itu pengalaman spiritual berjamaah seluruh rakyat Indonesia. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BGN Hentikan Sementara 1.512 SPPG Program MBG, Terkendala Sertifikat Sanitasi hingga IPAL

11 Maret 2026 - 03:18 WIB

Viral Video Lele Mentah di MBG Pamekasan, BGN Klarifikasi, Katanya Ada Telur, Susu hingga Buah

11 Maret 2026 - 03:02 WIB

Ramadhan Peduli di Depok: Mahasiswa BEM PTAI Bukan Cuma Buka Bersama, Tapi Juga Santuni Anak Yatim

10 Maret 2026 - 15:48 WIB

Update Bantargebang: Longsor Gunungan Sampah Tewaskan 6 Orang, 1 Korban Masih Dicari

9 Maret 2026 - 15:03 WIB

Warga Bekasi Utara Geger Temukan Bayi Perempuan Hidup di Dalam Tong Sampah

9 Maret 2026 - 14:28 WIB

Trending di Crime