Menu

Breaking News

News

Perumda Tirta Bhagasasi Kena ‘Stroke Berat’, Utang Naik Laba Anjlok

badge-check

Perumda Tirta Bhagasasi Perbesar

Perumda Tirta Bhagasasi

PRABAINSIGHT.COM, KABUPATEN BEKASI – Kalau ada BUMD yang lagi berada di posisi “hidup segan mati tak mau”, Perumda Tirta Bhagasasi mungkin salah satu juaranya.

Bayangkan saja, di saat warga Kabupaten Bekasi terus-terusan ngeluh air sering mati dan keruh, kondisi internal sang penyedia air bersih ini ternyata malah sedang mengidap penyakit kronis yang amat serius.

Tingginya kebocoran air (Non-Revenue Water), yang menembus angka 50 persen ditambah bobroknya tata kelola internal, disinyalir jadi biang kerok yang menggerogoti napas bisnis BUMD ini dari dalam.

Kondisi kritis tersebut dibongkar oleh Lembaga Independent Human Institute (IHI). Peneliti IHI, Ramdhan Ghozali, tanpa tedeng aling-aling menyebut situasi Perumda Tirta Bhagasasi saat ini bak pasien yang mengidap komplikasi parah.

“Krisis ini dipicu oleh tidak komitmennya elit pejabat Perumda, minimnya etos kerja pegawai, lemahnya fungsi pengawasan internal oleh SPI dan Dewan Pengawas maupun eksternal, hingga konflik kepentingan. Kondisi yang dialami Perumda Tirta Bhagasasi saat ini setara mengalami stroke berat,” tegas Ramdhan saat memberikan keterangannya, Senin (3/8/2026).

Istilah ‘stroke berat’ yang disematkan Ramdhan memang bukan sekadar gertakan. Angka-angka dalam laporan keuangan perusahaan, justru membeberkan kenyataan yang bikin mengelus dada.

Pada rentang 2021 hingga 2025, nilai aset perusahaan memang terlihat melejit dari Rp 750 miliar menjadi Rp 940 miliar. Namun, pertambahan aset itu seolah cuma angka di atas kertas. Di saat yang sama, beban utang justru meroket tajam dari Rp 240 miliar menjadi Rp 440 miliar.

Efek dominonya mengerikan: laba bersih perusahaan terjun bebas dari yang tadinya tembus Rp 30 miliar pada 2021, kini tinggal menyisakan Rp 1 miliar saja di tahun 2025. Angka yang teramat kerdil untuk BUMD sebesar Tirta Bhagasasi.

Apesnya lagi, luka finansial ini makin diperparah oleh skandal hukum. Kasus penetapan tiga mantan pejabatnya sebagai tersangka korupsi mark-up, sambungan baru oleh Kejari Kabupaten Bekasi yang merugikan negara Rp 4,5 miliar, makin mempertegas betapa keroposnya sistem pengawasan di tubuh perusahaan.

Melihat BUMD kebanggaan warga Bekasi ini sudah di ambang kebangkrutan fungsi, IHI mendesak Penjabat (Pj) Bupati Bekasi selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM), untuk tidak tinggal diam dan segera melancarkan operasi pembenahan total.

Bagi Ramdhan, langkah bongkar pasang posisi atau sekadar formalitas rotasi tidak bakal menyelesaikan akar masalah jika penyakit utamanya tidak diobati secara mendasar.

“KPM harus bertindak cepat sebagai dokter spesialis yang profesional dalam mendiagnosis penyakit sesungguhnya, lalu meracik resep yang tepat untuk kesembuhan perusahaan. Hasil riset ini sudah kami sampaikan kepada Pj Bupati Bekasi dan akan disampaikan pula ke Forkopimda serta DPRD Kabupaten Bekasi,” tandas Ramdhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

De Sultan Klaim Rugi Rp 77 Juta Gegara Agency, Berawal dari Konser DJ Panda

9 Sep 2026 - 15:09 WIB

De Sultan Klaim Rugi Rp 77 Juta Gegara Agency, Berawal dari Konser DJ Panda

Lima Wartawan Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Anak Krakatau, Basarnas Kerahkan Tim SAR

8 Sep 2026 - 21:35 WIB

Lima Wartawan Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Anak Krakatau, Basarnas Kerahkan Tim SAR

Soal Iuran SMKN 15 Bekasi Rp700 Ribu, NCW Minta Jangan Asal Cap Pungli

8 Sep 2026 - 20:22 WIB

Soal Iuran SMKN 15 Bekasi Rp700 Ribu, NCW Minta Jangan Asal Cap Pungli

Mediasi Raisya Bawazier dan Muhammad Zidan Gagal, Machi Achmad: Ada Kesepakatan Soal Nafkah

8 Sep 2026 - 18:17 WIB

Mediasi Raisya Bawazier dan Muhammad Zidan Gagal, Machi Achmad: Ada Kesepakatan Soal Nafkah

Api Berkobar, Anggaran Ikut Membara: Raja Juli Siapkan Rp1,54 T untuk Sewa 12 Pesawat

7 Sep 2026 - 23:03 WIB

Api Berkobar, Anggaran Ikut Membara: Raja Juli Siapkan Rp1,54 T untuk Sewa 12 Pesawat
Trending di News