Menu

Mode Gelap
Kantor Pegadaian Wilayah IX Jakarta 2 Tancap Gas Digitalisasi Transaksi Emas Lewat Aplikasi Tring Tragis! Rumah Dijaminkan demi Tolong Orang, YAM Justru Dipenjara Ketika Polri Mau Dipindah ke Kementerian, Alarm Reformasi Ikut Bunyi Kamar 307: Malam Saat Tangan Buntung Keluar dari Kolong Ranjang Kutukan Tuyul Turunan: Kekayaan yang Dibayar dengan Nyawa Anak Sendiri Sebulan Jadi Brimob Palsu: Masuk Mako, Ikut Latihan, dan Pegang Senjata Ketahuan Gara-gara Minta Rokok

Regional

Polisi Tipu Polisi: Polwan Gadungan Tipu Kapolres Pontianak

badge-check


					Polwan gadungan di Pontianak nekat menipu Kapolres dengan seragam Brimob lengkap, meminta uang Rp5 juta untuk menangguhkan tahanan. Modus dan penangkapan selengkapnya.(Istimewa) Perbesar

Polwan gadungan di Pontianak nekat menipu Kapolres dengan seragam Brimob lengkap, meminta uang Rp5 juta untuk menangguhkan tahanan. Modus dan penangkapan selengkapnya.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – PONTIANAK – Kalau biasanya orang nekat menipu lewat telepon atau chat, Dea Rahmanisa (27) memilih jalur klasik: datang langsung ke markas polisi. Dengan perawakan tegap, rambut rapi, dan seragam Korps Brimob lengkap berpangkat AKP, Dea mencoba menyaru sebagai polwan asli di Polresta Pontianak.

Tujuannya sederhana tapi nekat: meminta penangguhan penahanan seorang tersangka tindak kriminal.

Nyali Besar Bertemu Kapolresta

Menurut Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat, Dea bahkan sempat menemui beliau dan Kasatreskrim Kompol Andi Yul Lapawesean sambil mengaku sebagai lulusan Akpol 2007 dan bagian Mabes Polri yang menangani IT.

“Dia datang menggunakan seragam lengkap, mengaku anggota Mabes Polri dan sedang membangun jaringan di Pontianak,” ujar Tubagus kepada wartawan.

Saat itu, Hidayat sempat percaya dan menanyakan maksud kedatangan Dea. Wanita asal Samarinda itu meminta bantuan agar penahanan tersangka Dedi Iskandar (480 KUHP) bisa ditangguhkan.

Firasat Polisi Tidak Salah

Meski awalnya ramah, Hidayat punya firasat aneh. Ia langsung mengecek identitas Dea di Polresta Pontianak, mulai dari lulusan Akpol 2007 sampai calon perwira reguler tahun yang sama  tak ada yang kenal dengan Dea.

“Setelah dikroscek, jelas bahwa Dea adalah polwan gadungan,” tegas Tubagus. Ia juga menekankan: kalau Dea benar di-BKO-kan, pasti ada catatan kesatuan, masa tugas, dan lokasi penugasan. Tidak ada satu pun yang sesuai.

Tangkap di KFC, Uang Rp5 Juta untuk Sendiri

Instruksi segera diberikan: tangkap Dea. Lokasi penangkapan? Lagi-lagi klasik: KFC Gajah Mada saat malam minggu. Di kosnya, polisi menemukan seragam lengkap dan atribut kepolisian, tapi tidak ada senjata api.

Ternyata, modus Dea termasuk menarik imbalan: dia meminta Rp5 juta dari keluarga tersangka dengan janji bisa menangguhkan penahanan. Uang itu kemudian digunakan untuk kepentingan pribadinya.

Tubagus menegaskan bahwa praktik semacam ini tidak ada di tubuh Polri, meski image-nya tetap melekat di masyarakat.

“Tidak ada prosedur seperti itu. Masyarakat, khususnya keluarga tersangka, jangan mudah percaya orang yang mengaku bisa menangguhkan tahanan,” ujar Tubagus.

Pengakuan Dea: Polwan Gadungan tapi Jujur soal Alasan

Saat diperiksa di Polresta Pontianak, Dea mengakui semua:

  • Ia memang mengaku polisi karena banyak yang bilang mirip polisi.
  • Tujuannya awalnya ingin berteman dengan anggota Polri di Pontianak.
  • Seragam yang dipakai didapat dari tukang bordir/jahit setempat.
  • Ia pernah mendaftar polisi tapi gagal karena sakit.

Sekalipun niatnya terdengar “lucu-lucu serius”, praktik menipu untuk mendapatkan uang dari keluarga tersangka jelas masuk ranah pidana.

Pelajaran dari Polwan Gadungan

Kisah Dea Rahmanisa menjadi pengingat: jangan gampang percaya dengan orang yang mengaku polisi. Nyali besar tidak selalu berbanding lurus dengan kejujuran, dan seragam polisi pun bukan jaminan kebenaran.

Editor : Irfan Ardhiyanto 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tragis! Rumah Dijaminkan demi Tolong Orang, YAM Justru Dipenjara

6 Februari 2026 - 15:50 WIB

Sebulan Jadi Brimob Palsu: Masuk Mako, Ikut Latihan, dan Pegang Senjata Ketahuan Gara-gara Minta Rokok

5 Februari 2026 - 14:41 WIB

Diduga Mabuk, Tabrak Lari, lalu Nyemplung: Mobil Oknum Polisi di Karawang Berakhir di Sungai

1 Februari 2026 - 07:56 WIB

Soto MBG SMA 2 Kudus Diduga Basi, 118 Siswa Keracunan Dilarikan ke Rumah Sakit

31 Januari 2026 - 11:12 WIB

Camat Medan Maimun Dicopot, Kartu Kredit Daerah Diduga Dipakai Main Judi Online

28 Januari 2026 - 13:48 WIB

Trending di Regional