PRABA INSIGHT-Ada satu benda di kotak P3K rumah orang Indonesia yang hampir pasti nggak pernah absen: botol kecil berisi cairan cokelat pekat yang baunya khas dan bikin meringis saat menyentuh luka. Yup, itulah Povidone-Iodine. Selama 50 tahun terakhir, benda ini jadi semacam “penjaga keluarga” yang setia menemani dari generasi ke generasi.
Luka jatuh dari sepeda? Cairan cokelat. Jari kepotong waktu masak? Cairan cokelat. Bahkan di ruang medis pun, cairan ini tetap setia. Singkatnya: kalau ada luka, ada Povidone-Iodine.
Nah, di usia 50 tahun kehadirannya di Indonesia, iNova Pharmaceuticals meluncurkan kampanye “Unstoppable Stories”. Tujuannya? Merayakan semangat masyarakat Indonesia yang nggak pernah berhenti merawat kesehatan keluarganya. Bukan cuma nostalgia, tapi juga menghadirkan cerita inspiratif dari keluarga, tenaga kesehatan, sampai anak muda yang percaya bahwa perawatan sederhana di rumah bisa berdampak besar bagi hidup sehat.
Perayaan ini semakin lengkap dengan tayangan video perjalanan 50 tahun Povidone-Iodine di Indonesia, sesi edukasi kesehatan bareng dr. Gia Pratama, serta kolaborasi inspiratif bersama musisi Yura Yunita sebagai Campaign Ambassador.
Indonesia, Bukan Cuma Pasar tapi Inspirasi
Menurut Dan Spira, CEO iNova Pharmaceuticals, Indonesia bukan sekadar pasar penting, tapi juga sumber inspirasi.
“Semangat kolektif masyarakat Indonesia luar biasa. Dari ketangguhan sampai kepedulian. Kami berkomitmen menghadirkan produk yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Filomena Maiese, Chief Global Brands & Innovation Officer iNova, menambahkan bahwa rahasia umur panjang antiseptik ini adalah inovasi berbasis kebutuhan lokal.
“Solusi inovatif kami harus relevan dengan masyarakat Indonesia. Karena itu, kami memahami kesehatan masyarakat secara menyeluruh bukan cuma soal luka, tapi juga kesejahteraan jangka panjang,” jelasnya.
Di level lokal, Benyamin Wuisan, Country Head iNova Indonesia, menyebut bahwa kepercayaan masyarakat selama lima dekade jadi modal besar.
“Kami ingin lebih inklusif, lebih edukatif, tapi tetap mudah diakses. Masa depan kesehatan adalah era kolaborasi dan inovasi berkelanjutan,” ujarnya.
Kebiasaan Kecil, Dampak Besar
dr. Gia Pratama mengingatkan, Povidone-Iodine memang efektif melawan bakteri, virus, hingga jamur. Tapi kunci sebenarnya ada pada edukasi publik.
“Merawat luka sejak awal, menjaga kebersihan tubuh, mencegah infeksi kecil supaya tidak membesar. Hal sederhana ini kalau dilakukan konsisten bisa menyelamatkan banyak orang. Edukasi harus mudah dipahami dan bisa langsung dipraktikkan,” katanya.
Yura Yunita: Self-Care Itu Warisan
Sebagai Campaign Ambassador, Yura Yunita menyuntikkan perspektif generasi muda.
“Merawat diri itu bentuk cinta. Kalau tahu caranya, kita lebih percaya diri dan unstoppable. Kebiasaan sehat harus diwariskan, terutama buat perempuan muda agar merasa didukung dan dipahami,” tuturnya.
Penulis : Alma K | Editor : Irfan