Menu

Mode Gelap
Haji Kilat Tanpa Antre? Ujung-ujungnya Malah Kena Polri, Modus Visa Kerja Terbongkar 17 Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur Masih Dirawat, 3 Jalani Operasi dan 2 Dirujuk karena Kondisi Kritis Fakta Mengejutkan Tom Ogle: Tolak Tawaran Miliaran, Temukan Mobil Irit, Lalu Tewas Misterius Susi Pudjiastuti Resmi Jadi Komisaris Utama Bank BJB, Target Utama: Sikat Pinjol Ilegal di Jabar “Teror Sungai Musi 1987: Yang Tenggelam Tidak Pernah Pergi” Pilu, Tabrakan KA Bekasi Timur Renggut 15 Nyawa, Termasuk Seorang Jurnalis Perempuan

Regional

“Rencana Demo 50 Ribu Massa di Pati Batal Hanya Karena Video Call Bupati”

badge-check


					Rencana aksi besar di Pati batal hanya sehari setelah diumumkan. Ahmad Husein, inisiator AMPB, memilih mundur usai video call dengan Bupati Sudewo. Apa benar aspirasi rakyat bisa selesai hanya dengan kuota internet?(Foto:Istimewa) Perbesar

Rencana aksi besar di Pati batal hanya sehari setelah diumumkan. Ahmad Husein, inisiator AMPB, memilih mundur usai video call dengan Bupati Sudewo. Apa benar aspirasi rakyat bisa selesai hanya dengan kuota internet?(Foto:Istimewa)

PRABA INSIGHT-Politik Pati minggu ini agak kocak. Bayangkan: Senin (18/8/2025) Ahmad Husein, inisiator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), dengan gagah berani sesumbar bakal turunkan 50 ribu massa untuk menekan DPRD agar memakzulkan Bupati Sudewo.

Selasa (19/8/2025), drama itu tamat. Bukan karena aparat turun tangan, bukan pula karena massa bubar sendiri. Tapi karena… sebuah video call.

Dari Orasi Jalanan ke Chat Room Online

Husein mengaku sudah ngobrol langsung dengan Bupati lewat layar ponsel. “Betul, saya tadi video call-an sama Pak Bupati. Pertama saya dulu yang menghubungi, kemudian saya ditelepon Pak Bupati. Beliau posisi lagi di kantor. Aspirasi saya diterima oleh Pak Bupati dari bawah, ibaratnya kepala desa saya suruh tekan Pak Bupati agar pembangunannya maksimal,” jelasnya.

Singkat cerita, aksi akbar 25 Agustus resmi batal. Tidak jadi ribut-ribut. Tidak jadi turunkan massa. Semua selesai di ruang virtual. Lebih hemat logistik, lebih ramah lingkungan.

Cabut dari Gerakan Hak Angket

Tak hanya membatalkan aksi, Husein juga langsung pamit dari barisan gerakan lain yang masih ngotot dorong Hak Angket. Katanya, gerakan itu sudah “melenceng jauh” dan makin kental aroma politiknya.

“Sudah batal ini, saya sudah tidak berkecimpung di sana lagi, dan masyarakat sudah saya kasih tahu, tanggal 25 batal. Pertimbangannya, semakin saya lihat, orang-orang itu semakin melenceng jauh. Kayak-kayak ditunggangi politik, kalau saya kan dari awal riil dari masyarakat,” ujarnya.

Jadi, drama yang tadinya panas sekarang bubar jalan.

Gosip Suap? Husein Santai

Tentu saja keputusan mendadak ini bikin gosip berseliweran. Ada yang curiga ia dapat “jatah damai”. Tapi Husein justru menepis dengan gaya khas rakyat kecil.

“Biarin saja, besok kan kelihatan (apakah saya disuap atau tidak). Wong omahku yo elek wae kok (rumahku saja masih jelek kok),” katanya.

Terjemahannya: kalau memang disuap, mestinya rumah sudah megah. Nyatanya? Masih standar, bahkan cenderung sederhana.

Demo Bubar, Kuota Menang

Kasus ini menunjukkan satu hal penting: di era serba digital, demonstrasi 50 ribu orang bisa batal hanya karena satu panggilan video.

Pertanyaannya, apakah ini kemenangan dialog, atau sekadar bukti bahwa politik Pati lebih gampang diselesaikan dengan kuota internet daripada dengan massa di jalan?

Yang jelas, Ahmad Husein sudah ambil sikap: keluar barisan, berdamai dengan Bupati, dan siap menghadapi tuduhan macam-macam. Sisanya, tinggal publik menilai dan mungkin tertawa getir.(van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenpan RB Tegur Keras DLH Bekasi, Putusan PTUN Kok Dicuekin?

26 April 2026 - 22:50

Viral di Media Sosial: Drama Calon Pengantin di Salon Madiun, Dari Fitting Baju Jadi Ajang Banting HP

26 April 2026 - 16:16

Ogah Minta Hibah, GIBAS Kota Bekasi Usul Skema Baru Beri PAD Rp 20 Miliar

23 April 2026 - 23:51

Tok! Warga Kalibata City Menang Mediasi, Pengurus Wajib Buka Laporan Keuangan

23 April 2026 - 14:19

Wali Kota Bekasi Buka TMMD ke-128, Jatirangga Bakal Punya Wajah Baru!

23 April 2026 - 00:11

Trending di News