Menu

Mode Gelap
Ramai Program MBG, Pelajar Sumsel Justru Soroti Hal yang Jarang Dibahas Waduh! Pasien Puskesmas Rawa Tembaga Diduga Terima Obat Kedaluwarsa, Dinkes Kota Bekasi Turun Tangan! Kapolri Angkat Tangan soal Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa: “Sudah Bukan Kewenangan Polri” Garuda di Dadaku Ramaikan Jakarta Fair 2026, Keanu Azka dan Quinn Salman Diserbu Penggemar Cilik MILKLAB Ajak Pecinta Kopi Keliling Kafe Jakarta, Berburu Signature Drink Sambil Koleksi Hadiah Demo Dukung MBG di Monas: Dapat Wajan Baru dan Uang Transport 100 ribuan, Uangnya dari Mana?

News

Susi Pudjiastuti Kritik Penguburan Ikan Sapu-Sapu, MUI Tegaskan: Membunuh Boleh, Menyiksa Jangan

badge-check


					Susi Pudjiastuti sarankan ikan sapu-sapu dimanfaatkan, bukan dikubur. MUI menilai penguburan hidup-hidup melanggar prinsip kesejahteraan hewan dalam Islam.(istimewa) Perbesar

Susi Pudjiastuti sarankan ikan sapu-sapu dimanfaatkan, bukan dikubur. MUI menilai penguburan hidup-hidup melanggar prinsip kesejahteraan hewan dalam Islam.(istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Kadang, persoalan ikan bisa berubah jadi urusan etika bahkan sampai masuk ranah agama. Ikan sapu-sapu, yang selama ini lebih sering dianggap hama ketimbang lauk, tiba-tiba jadi bahan diskusi serius.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, punya pandangan yang cukup praktis: daripada dikubur begitu saja, mending dimanfaatkan.

Menurut Susi, ikan sapu-sapu yang ditangkap seharusnya tidak dibuang percuma. Ia menyarankan agar ikan tersebut diolah menjadi sesuatu yang lebih berguna mulai dari pakan ternak, pakan ikan, hingga pupuk.

Logikanya sederhana: kalau sudah ditangkap, ya sekalian dibuat produktif. Daripada jadi limbah, lebih baik jadi manfaat.

Saran ini muncul setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) ikut angkat suara soal metode penanganan ikan tersebut khususnya praktik penguburan dalam kondisi masih hidup.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Miftahul Huda, menilai cara itu bermasalah dari sisi etika keislaman. Bukan karena ikannya, tapi karena caranya.

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut melanggar prinsip kasih sayang dan kesejahteraan hewan dalam Islam, sebab menyebabkan penderitaan yang tidak perlu.

Di titik ini, pesannya jadi cukup jelas: membunuh hewan bukan hal yang dilarang, selama ada tujuan yang baik. Tapi caranya tetap harus manusiawi tidak menyiksa.

Perdebatan ini mungkin terdengar sepele. Tapi di balik ikan sapu-sapu yang sering diremehkan, terselip satu hal penting: bagaimana manusia memperlakukan makhluk lain, bahkan yang dianggap “nggak berguna” sekalipun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ramai Program MBG, Pelajar Sumsel Justru Soroti Hal yang Jarang Dibahas

23 Juni 2026 - 21:03

Waduh! Pasien Puskesmas Rawa Tembaga Diduga Terima Obat Kedaluwarsa, Dinkes Kota Bekasi Turun Tangan!

23 Juni 2026 - 12:16

Kapolri Angkat Tangan soal Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa: “Sudah Bukan Kewenangan Polri”

23 Juni 2026 - 11:26

Demo Dukung MBG di Monas: Dapat Wajan Baru dan Uang Transport 100 ribuan, Uangnya dari Mana?

23 Juni 2026 - 10:48

Kadisporapar Tanjungbalai Gandeng Aktivis KAMMI, Ini Tujuannya

23 Juni 2026 - 10:48

Trending di News