Menu

Mode Gelap
Ngaku Kompol Saat Melamar, Ternyata Cuma Calo Samsat: Kisah Pahit ASN yang Terjebak Pernikahan Penuh Kekerasan SIAGA 98 Dorong Kementerian Keamanan untuk Awasi Sektor Keamanan Nasional Tujuh Tahun Driver Legend Indonesia, Dari Aksi Jalanan hingga Advokasi Ojol Nasional Mau Jadi Polisi? DPR Putuskan Lulusan SMA Masih Bisa Masuk Polri, Usulan S1 Tak Lolos Dari Jalanan Buruh ke Istana: Said Iqbal Resmi Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo Bidang Ketenagakerjaan Drama Wedding Organizer Berujung Penjara: Ayu Puspita Divonis 1,5 Tahun, Korban Tak Cuma Calon Pengantin

News

Susi Pudjiastuti Kritik Penguburan Ikan Sapu-Sapu, MUI Tegaskan: Membunuh Boleh, Menyiksa Jangan

badge-check


					Susi Pudjiastuti sarankan ikan sapu-sapu dimanfaatkan, bukan dikubur. MUI menilai penguburan hidup-hidup melanggar prinsip kesejahteraan hewan dalam Islam.(istimewa) Perbesar

Susi Pudjiastuti sarankan ikan sapu-sapu dimanfaatkan, bukan dikubur. MUI menilai penguburan hidup-hidup melanggar prinsip kesejahteraan hewan dalam Islam.(istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Kadang, persoalan ikan bisa berubah jadi urusan etika bahkan sampai masuk ranah agama. Ikan sapu-sapu, yang selama ini lebih sering dianggap hama ketimbang lauk, tiba-tiba jadi bahan diskusi serius.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, punya pandangan yang cukup praktis: daripada dikubur begitu saja, mending dimanfaatkan.

Menurut Susi, ikan sapu-sapu yang ditangkap seharusnya tidak dibuang percuma. Ia menyarankan agar ikan tersebut diolah menjadi sesuatu yang lebih berguna mulai dari pakan ternak, pakan ikan, hingga pupuk.

Logikanya sederhana: kalau sudah ditangkap, ya sekalian dibuat produktif. Daripada jadi limbah, lebih baik jadi manfaat.

Saran ini muncul setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) ikut angkat suara soal metode penanganan ikan tersebut khususnya praktik penguburan dalam kondisi masih hidup.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Miftahul Huda, menilai cara itu bermasalah dari sisi etika keislaman. Bukan karena ikannya, tapi karena caranya.

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut melanggar prinsip kasih sayang dan kesejahteraan hewan dalam Islam, sebab menyebabkan penderitaan yang tidak perlu.

Di titik ini, pesannya jadi cukup jelas: membunuh hewan bukan hal yang dilarang, selama ada tujuan yang baik. Tapi caranya tetap harus manusiawi tidak menyiksa.

Perdebatan ini mungkin terdengar sepele. Tapi di balik ikan sapu-sapu yang sering diremehkan, terselip satu hal penting: bagaimana manusia memperlakukan makhluk lain, bahkan yang dianggap “nggak berguna” sekalipun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ngaku Kompol Saat Melamar, Ternyata Cuma Calo Samsat: Kisah Pahit ASN yang Terjebak Pernikahan Penuh Kekerasan

9 Juni 2026 - 15:21

SIAGA 98 Dorong Kementerian Keamanan untuk Awasi Sektor Keamanan Nasional

9 Juni 2026 - 15:06

Tujuh Tahun Driver Legend Indonesia, Dari Aksi Jalanan hingga Advokasi Ojol Nasional

8 Juni 2026 - 15:12

Mau Jadi Polisi? DPR Putuskan Lulusan SMA Masih Bisa Masuk Polri, Usulan S1 Tak Lolos

8 Juni 2026 - 14:58

Drama Wedding Organizer Berujung Penjara: Ayu Puspita Divonis 1,5 Tahun, Korban Tak Cuma Calon Pengantin

8 Juni 2026 - 14:34

Trending di News