Menu

Mode Gelap
Tok! Warga Kalibata City Menang Mediasi, Pengurus Wajib Buka Laporan Keuangan Wali Kota Bekasi Buka TMMD ke-128, Jatirangga Bakal Punya Wajah Baru! Geger Sidang Korupsi Bekasi, NCW Desak KPK Sikat ‘Aktor Besar’ Pengendali Proyek! Dinas LH Bekasi Abaikan Putusan PTUN, AWPI Lapor ke Kemenpan-RB: Ada Apa? Ibu Hamil 6 Bulan Tewas Ditabrak Avanza di Coastal Area Karimun, Sopir Diduga Mabuk Usai dari Tempat Hiburan Patung Yesus Dirusak di Lebanon Selatan, Militer Israel Akui dan Janji Investigasi

News

Susi Pudjiastuti Kritik Penguburan Ikan Sapu-Sapu, MUI Tegaskan: Membunuh Boleh, Menyiksa Jangan

badge-check


					Susi Pudjiastuti sarankan ikan sapu-sapu dimanfaatkan, bukan dikubur. MUI menilai penguburan hidup-hidup melanggar prinsip kesejahteraan hewan dalam Islam.(istimewa) Perbesar

Susi Pudjiastuti sarankan ikan sapu-sapu dimanfaatkan, bukan dikubur. MUI menilai penguburan hidup-hidup melanggar prinsip kesejahteraan hewan dalam Islam.(istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Kadang, persoalan ikan bisa berubah jadi urusan etika bahkan sampai masuk ranah agama. Ikan sapu-sapu, yang selama ini lebih sering dianggap hama ketimbang lauk, tiba-tiba jadi bahan diskusi serius.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, punya pandangan yang cukup praktis: daripada dikubur begitu saja, mending dimanfaatkan.

Menurut Susi, ikan sapu-sapu yang ditangkap seharusnya tidak dibuang percuma. Ia menyarankan agar ikan tersebut diolah menjadi sesuatu yang lebih berguna mulai dari pakan ternak, pakan ikan, hingga pupuk.

Logikanya sederhana: kalau sudah ditangkap, ya sekalian dibuat produktif. Daripada jadi limbah, lebih baik jadi manfaat.

Saran ini muncul setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) ikut angkat suara soal metode penanganan ikan tersebut khususnya praktik penguburan dalam kondisi masih hidup.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Miftahul Huda, menilai cara itu bermasalah dari sisi etika keislaman. Bukan karena ikannya, tapi karena caranya.

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut melanggar prinsip kasih sayang dan kesejahteraan hewan dalam Islam, sebab menyebabkan penderitaan yang tidak perlu.

Di titik ini, pesannya jadi cukup jelas: membunuh hewan bukan hal yang dilarang, selama ada tujuan yang baik. Tapi caranya tetap harus manusiawi tidak menyiksa.

Perdebatan ini mungkin terdengar sepele. Tapi di balik ikan sapu-sapu yang sering diremehkan, terselip satu hal penting: bagaimana manusia memperlakukan makhluk lain, bahkan yang dianggap “nggak berguna” sekalipun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tok! Warga Kalibata City Menang Mediasi, Pengurus Wajib Buka Laporan Keuangan

23 April 2026 - 14:19

Wali Kota Bekasi Buka TMMD ke-128, Jatirangga Bakal Punya Wajah Baru!

23 April 2026 - 00:11

Geger Sidang Korupsi Bekasi, NCW Desak KPK Sikat ‘Aktor Besar’ Pengendali Proyek!

22 April 2026 - 21:19

Dinas LH Bekasi Abaikan Putusan PTUN, AWPI Lapor ke Kemenpan-RB: Ada Apa?

22 April 2026 - 20:52

Pekerja Website Desa di Karo Divonis 1 Tahun Penjara, Kasus Mirip Amsal Sitepu Kembali Picu Tuduhan Kriminalisasi

22 April 2026 - 20:10

Trending di News