PrabaInsight.com, NTT – Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pria berbaju oranye di kawasan Pelabuhan Aimere, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendadak menjadi sorotan di media sosial setelah gempa bumi mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Rekaman tersebut ramai diperbincangkan karena memperlihatkan pria itu memberikan peringatan kepada warga yang berada di sekitar kawasan pesisir beberapa saat sebelum gempa terjadi.
Dalam video yang beredar di berbagai platform media sosial, pria tersebut tampak aktif berbicara kepada orang-orang di sekitarnya. Ia meminta warga yang berada di kawasan Pelabuhan Aimere untuk segera menjauh dari lokasi.
Momen tersebut kemudian dikaitkan warganet dengan gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Flores pada hari yang sama.
Pria Berbaju Oranye Klaim Bawa Pesan
Perhatian publik semakin besar karena narasi yang menyertai video tersebut menyebut pria berbaju oranye itu mengaku sebagai malaikat Mikhael yang sedang membawa sebuah pesan.
Klaim tersebut kemudian memunculkan berbagai reaksi di media sosial. Sejumlah pengguna internet menganggap peringatan yang disampaikan pria itu sebagai sesuatu yang tidak biasa karena terjadi sebelum gempa.
Sebagian warganet bahkan menghubungkan peristiwa tersebut dengan dugaan firasat atau pertanda sebelum bencana.
Namun, pandangan berbeda juga bermunculan. Sebagian pengguna media sosial menilai kemunculan pria tersebut dan terjadinya gempa setelahnya belum dapat dijadikan bukti adanya hubungan sebab-akibat.
Dengan kata lain, video tersebut perlu dilihat secara hati-hati dan tidak serta-merta dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa pria tersebut mengetahui gempa sebelum terjadi.
Imbauan Menjauh dari Pantai Tetap Penting
Terlepas dari klaim yang muncul dalam video, imbauan untuk menjauh dari kawasan pantai atau pelabuhan setelah terjadi gempa merupakan bagian penting dari kewaspadaan bencana, terutama ketika terdapat informasi resmi mengenai potensi bahaya di wilayah pesisir.
Masyarakat juga perlu membedakan antara informasi kebencanaan yang berasal dari lembaga resmi dengan narasi spekulatif yang beredar di media sosial.
Video yang viral tidak otomatis dapat menjadi bukti ilmiah mengenai kemampuan seseorang memprediksi gempa bumi.
Dalam situasi bencana, masyarakat sebaiknya mengutamakan informasi dari lembaga berwenang, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Viral di Tengah Duka Gempa Flores
Kemunculan video tersebut menambah perhatian publik terhadap berbagai cerita yang berkembang setelah gempa mengguncang Flores. Rekaman itu terus dibagikan pengguna media sosial dan memicu perdebatan mengenai apakah peringatan tersebut hanya kebetulan atau memiliki makna tertentu.
Namun hingga kini, klaim bahwa pria dalam video tersebut benar-benar mengetahui atau memprediksi gempa sebelum terjadi tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan rekaman yang beredar.
Publik diimbau tidak memperkuat informasi yang belum terverifikasi, terlebih ketika masyarakat sedang menghadapi situasi bencana.
Yang paling penting, setiap peringatan mengenai keselamatan harus tetap diikuti dengan langkah mitigasi yang benar dan mengacu pada informasi resmi.
Catatan: Identitas pria dalam video, konteks lengkap rekaman, serta hubungan antara pernyataannya dengan kejadian gempa perlu diverifikasi lebih lanjut. Klaim tentang dirinya sebagai malaikat Mikhael merupakan bagian dari narasi video yang beredar dan bukan fakta yang telah terverifikasi secara independen.








