Menu

Mode Gelap
Beli Saham GoTo Saja Nggak Cukup, Negara Harus Ikut Kelola Bisnis Ojol Rayakan Idul Adha, DKM Grand Center Point Bekasi Rajut Toleransi Antar Umat Pesugihan Kandang Bubrah: Rumah Tak Pernah Jadi, Teror Tak Pernah Berhenti Zimperium Bongkar 250 Aplikasi Android Palsu yang Diam-Diam Daftarkan Korban ke Layanan Premium Hotman Paris Balas Natalius Pigai: “Gajimu Enggak Sebanding dengan Pendapatanku” Kemenkeu Mengaku Tak Tahu Soal APBN untuk Kurban Prabowo: “Tanya Mensesneg”

Regional

“Kebakaran Penjaringan: Ketika Kipas Angin dan Susu Formula Jadi Barang Mewah”

badge-check


					Foto pasca Kebakaran di Penjaringan, Jakarta Utara (foto:Antara) Perbesar

Foto pasca Kebakaran di Penjaringan, Jakarta Utara (foto:Antara)

PRABA INSIGHT – Hari Minggu biasanya jadi waktu untuk leyeh-leyeh atau makan soto betawi sambil nonton ulang FTV.

Tapi tidak bagi Gubernur Jakarta, Pramono Anung. Di hari liburnya itu, ia memilih menyambangi tenda-tenda pengungsian korban kebakaran di Penjaringan, Jakarta Utara.

Yang ditemuinya bukan hanya wajah-wajah lelah, tapi juga tumpukan kebutuhan dasar yang belum semua terpenuhi.

Kebakaran yang terjadi pada Jumat siang (6/6/2025) ini bukan kaleng-kaleng. Sebanyak 485 bangunan ludes dilalap api, dan sekitar 3.200 jiwa kehilangan atap.

Api baru bisa jinak setelah lebih dari 12 jam bertarung karena akses jalan sempit dan sumber air yang minim.

Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, para korban sudah harus berjuang di posko-posko darurat, tidur berdempetan, dan kegerahan luar biasa.

Kipas Angin, Susu Formula, dan Selimut: Permintaan yang Sangat Manusiawi

Dalam kunjungannya ke lokasi, Pramono sempat diajak “keliling” oleh keluhan-keluhan kecil tapi penting.

“Untuk makan, minum, dan layanan kesehatan, alhamdulillah aman. Tapi karena tenda panas, mereka minta kipas angin,” katanya.

Permintaan yang sangat masuk akal, mengingat satu tenda bisa dihuni lebih dari 100 orang, lengkap dengan terpal yang memantulkan panas macam reflektor neraka.

Selain kipas, warga yang punya bayi juga mengajukan permintaan penting: susu formula.

“Sudah disiapkan sama PMI, jadi mudah-mudahan semuanya bisa terpenuhi,” jelas Pramono.

Ia juga menegaskan bahwa balita dan bayi menjadi prioritas utama dalam skema bantuan tanggap darurat Pemprov DKI Jakarta.

Semua Kepala Dinas Dikerahkan, dari Satpol PP Sampai Dukcapil

Untuk percepatan penanganan, Pramono memerintahkan seluruh kepala dinas di lingkungan Pemprov untuk turun tangan.

Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Satpol PP, sampai Dukcapil semua dikerahkan.

Fokus utamanya: memastikan bantuan lancar dan dokumen kependudukan yang ikut terbakar bisa segera diganti.

“Segera dibuatkan saja dokumen baru. Mumpung data masih ada,” ujar Pramono, mengantisipasi kekacauan administratif yang mungkin akan timbul di kemudian hari.

Satu RT, Satu APAR: Mimpi Lama yang Dikebut Realisasinya

Pramono juga mengenalkan kembali program yang sempat teronggok di laci birokrasi: “Satu RT, Satu APAR.” Yakni kewajiban bagi setiap Rukun Tetangga di Jakarta untuk punya satu alat pemadam api ringan.

Katanya, Pergub-nya sudah diteken. Targetnya, semua RT di Jakarta sudah punya APAR paling lambat Agustus.

“Kadang kebakaran terjadi mendadak, dan kita tidak siap. Makanya ini penting,” ujar mantan Sekretaris Kabinet tersebut.

Relokasi Masih Tanda Tanya

Sementara itu, soal relokasi masih belum ada keputusan final. “Masih kami pikirkan. Apakah nanti relokasi atau bentuk lain, nanti kita bahas dalam rapat,” katanya.

Fokus utama sekarang adalah memenuhi kebutuhan darurat warga. Dalam kunjungannya, Pramono juga menyerahkan bantuan simbolis seperti perlengkapan bayi, alat mandi, obat-obatan, perlengkapan sekolah, hingga sembako.

Ribuan Jiwa, Satu Harapan

Kondisi di lapangan tentu masih jauh dari nyaman. Tapi setidaknya, kehadiran langsung seorang gubernur membawa secuil harapan bahwa negara tak abai.

Bahwa di balik tenda pengungsian yang panas dan sumpek, ada usaha yang berjalan meski belum sempurna untuk memulihkan hidup para penyintas kebakaran Penjaringan.

Dan untuk para RT yang belum punya APAR, segera hubungi kelurahan. Karena kalau masih nunggu kebakaran dulu baru beli, itu namanya bukan antisipasi, tapi kelalaian yang bisa berulang.

 

Penulis : Andi Ramadhan | Editor: Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rayakan Idul Adha, DKM Grand Center Point Bekasi Rajut Toleransi Antar Umat

29 Mei 2026 - 12:30

Duit Pusat Rp200 M Nyangkut, DPR RI Sentil Pembebasan Lahan di Bekasi Timur

28 Mei 2026 - 16:29

Viral Kepala Sekolah Meninggal di Hotel Trenggalek Bersama Guru Perempuan, Polisi Dalami Kronologi

26 Mei 2026 - 20:42

Warga Antre Tes Kesehatan di Bekasi, Heritage Medical Bawa Kabar Melegakan!

24 Mei 2026 - 17:39

Eks Polwan Viral Lagi: Tetangga di Sigi Diduga Dipukul Pakai Balok Kayu, CCTV Bikin Warga Geger

22 Mei 2026 - 20:16

Trending di Crime