Menu

Mode Gelap
Baznas Kota Bekasi Salurkan Rp 1,06 M Buat 1.761 Mustahik 3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial

Sport

Dibantai Jepang 6-0, Timnas Indonesia Seperti Lupa Kalau Ini Bukan Mimpi Tapi Nyata!

badge-check

Indonesia dibantai 6-0 oleh Jepang di kualifikasi piala dunia 2026, di Stadium Suita, Osaka, Selasa (10/6) foto : Istimewa Perbesar

Indonesia dibantai 6-0 oleh Jepang di kualifikasi piala dunia 2026, di Stadium Suita, Osaka, Selasa (10/6) foto : Istimewa

PRABA INSIGHT – Piala Dunia 2026 zona Asia seharusnya jadi ajang pembuktian. Tapi buat Timnas Indonesia, laga kontra Jepang tadi malam (Selasa, 10 Juni 2025) malah jadi ajang pembantaian berencana.

Skor akhir? 6-0 untuk Jepang. Dan jangan salah, itu bukan skor agregat dua leg. Itu satu pertandingan. Satu malam. Satu horor nasional.

Jepang Nyerang, Indonesia Ngelamun

Laga baru dimulai, tapi pressing Jepang udah bikin Indonesia seperti mahasiswa yang lupa deadline skripsi.

Di menit 15, Daichi Kamada nyundul masuk gol pertama. Lalu Takefusa Kubo pemain muda rasa Shinobi menambah gol kedua di menit 19.

Kamada balik lagi di menit injury time babak pertama, bawa Jepang unggul 3-0.

Kita? Baru bikin satu tembakan, itu pun bisa jadi lebih berbahaya buat penonton di tribun daripada ke gawang lawan.

Babak Kedua: Jepang Gas Pol, Indonesia Mati Gaya

Bukannya bertahan dengan sisa harga diri, Indonesia malah makin kebobolan. Jepang tambah tiga gol lagi lewat Ryoya Morishita (55’), Shuto Machino (58’), dan Mao Hosoya (87’).

Semua dengan gaya dan ketenangan seperti lagi latihan teknik dasar, bukan pertandingan internasional.

Pertahanan kita bolong-bolong seperti jalanan habis dilewati truk tambang. Formasi berubah-ubah, tapi hasil tetap: bola masuk, masuk, masuk.

Cedera Datang, Harapan Hilang

Nahasnya, dua pemain kita Kevin Diks dan Yakob Sayuri ditarik keluar karena cedera.

Rasanya kayak nonton film horor, lalu tahu aktor utamanya juga sakit di tengah syuting. Strategi Coach Kluivert langsung berantakan.

Nggak cuma skor yang hancur, tapi juga keseimbangan tim. Jepang pun pesta pora seperti baru selesai Ujian Nasional.

Indonesia Ada di Mana?

Setelah laga ini, Indonesia resmi jadi juru kunci Grup C. Sementara Jepang makin nyaman di puncak dan lolos ke ronde berikutnya dengan gaya.

Kita? Sepertinya harus balik ke realitas: Asia bukan cuma ASEAN.

Reaksi Netizen: Sakit Tapi Jujur

Jagat Twitter dan Instagram banjir komentar satir.

 “Main kayak baru diajarin offside dua hari lalu.”

“Jepang ngajarin kita apa artinya sepak bola sesungguhnya.”

“Ini bukan sekadar kalah, ini kayak presentasi di depan dosen killer tanpa bawa slide.”

Tapi yang paling bijak mungkin yang ngetik,

“Kalau mau naik level, jangan cuma jago narasi. Jago main bola juga.”

Evaluasi: Jangan Cuma Jadi Negara Viral

Kekalahan ini semestinya jadi tamparan keras, bukan bahan konten TikTok.

Kalau serius mau ke Piala Dunia, pembinaan harus dimulai dari umur 10 tahun, bukan 30 tahun.

Jangan cuma jago ngegolin lawan Filipina lalu langsung ngaku tim masa depan Asia.

Bola itu bundar, tapi rasa kecewa malam ini rasanya seperti bujangan ditinggal pas tunangan. Pahit, malu, tapi tetap harus belajar.

 

 

Penulis : Ristanto | Editor : Irfan

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1

7 Agustus 2026 - 22:23

Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan

7 Agustus 2026 - 20:50

Persija Disingkirkan Persib di Piala Presiden 2026, Shin Tae-yong: Saya Tidak Puas, tapi Ini Baru Pemanasan

4 Agustus 2026 - 21:43

Bukan Cuma Turnamen, ASICS Community Slam 2026 Bangun Ekosistem Tenis dan Padel Indonesia

4 Agustus 2026 - 19:34

Gianni Infantino Dilaporkan Hadapi Tudingan “Suap” Terkait Rencana Penjualan Saham Piala Dunia FIFA

30 Juli 2026 - 16:12

Trending di Internasional