Menu

Mode Gelap
Ceramah di Kolong Tol, Ustadz Endang: Harta dari Judol dan Pinjol Bisa Jadi Petaka iPhone Rp2 Juta Berujung Parang: Drama Emosi Pembeli di Toko HP Medan yang Viral Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditusuk di Bandara, Salah Satu Pelaku Diduga Atlet MMA Menggugat Sistem Global, Haidar Alwi Dorong Emas Rakyat Jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi RI Sekawan Limo 2 Tayang Mei 2026: Dari Reuni Santai Berujung Teror Pesugihan PHI Group Borong 2 Penghargaan di Grand Honors 2026, Ekspansi 27 Hotel dan Bidik Pasar ASEAN

Sport

Dibantai Jepang 6-0, Timnas Indonesia Seperti Lupa Kalau Ini Bukan Mimpi Tapi Nyata!

badge-check


					Indonesia dibantai 6-0 oleh Jepang di kualifikasi piala dunia 2026, di Stadium Suita, Osaka, Selasa (10/6) foto : Istimewa Perbesar

Indonesia dibantai 6-0 oleh Jepang di kualifikasi piala dunia 2026, di Stadium Suita, Osaka, Selasa (10/6) foto : Istimewa

PRABA INSIGHT – Piala Dunia 2026 zona Asia seharusnya jadi ajang pembuktian. Tapi buat Timnas Indonesia, laga kontra Jepang tadi malam (Selasa, 10 Juni 2025) malah jadi ajang pembantaian berencana.

Skor akhir? 6-0 untuk Jepang. Dan jangan salah, itu bukan skor agregat dua leg. Itu satu pertandingan. Satu malam. Satu horor nasional.

Jepang Nyerang, Indonesia Ngelamun

Laga baru dimulai, tapi pressing Jepang udah bikin Indonesia seperti mahasiswa yang lupa deadline skripsi.

Di menit 15, Daichi Kamada nyundul masuk gol pertama. Lalu Takefusa Kubo pemain muda rasa Shinobi menambah gol kedua di menit 19.

Kamada balik lagi di menit injury time babak pertama, bawa Jepang unggul 3-0.

Kita? Baru bikin satu tembakan, itu pun bisa jadi lebih berbahaya buat penonton di tribun daripada ke gawang lawan.

Babak Kedua: Jepang Gas Pol, Indonesia Mati Gaya

Bukannya bertahan dengan sisa harga diri, Indonesia malah makin kebobolan. Jepang tambah tiga gol lagi lewat Ryoya Morishita (55’), Shuto Machino (58’), dan Mao Hosoya (87’).

Semua dengan gaya dan ketenangan seperti lagi latihan teknik dasar, bukan pertandingan internasional.

Pertahanan kita bolong-bolong seperti jalanan habis dilewati truk tambang. Formasi berubah-ubah, tapi hasil tetap: bola masuk, masuk, masuk.

Cedera Datang, Harapan Hilang

Nahasnya, dua pemain kita Kevin Diks dan Yakob Sayuri ditarik keluar karena cedera.

Rasanya kayak nonton film horor, lalu tahu aktor utamanya juga sakit di tengah syuting. Strategi Coach Kluivert langsung berantakan.

Nggak cuma skor yang hancur, tapi juga keseimbangan tim. Jepang pun pesta pora seperti baru selesai Ujian Nasional.

Indonesia Ada di Mana?

Setelah laga ini, Indonesia resmi jadi juru kunci Grup C. Sementara Jepang makin nyaman di puncak dan lolos ke ronde berikutnya dengan gaya.

Kita? Sepertinya harus balik ke realitas: Asia bukan cuma ASEAN.

Reaksi Netizen: Sakit Tapi Jujur

Jagat Twitter dan Instagram banjir komentar satir.

 “Main kayak baru diajarin offside dua hari lalu.”

“Jepang ngajarin kita apa artinya sepak bola sesungguhnya.”

“Ini bukan sekadar kalah, ini kayak presentasi di depan dosen killer tanpa bawa slide.”

Tapi yang paling bijak mungkin yang ngetik,

“Kalau mau naik level, jangan cuma jago narasi. Jago main bola juga.”

Evaluasi: Jangan Cuma Jadi Negara Viral

Kekalahan ini semestinya jadi tamparan keras, bukan bahan konten TikTok.

Kalau serius mau ke Piala Dunia, pembinaan harus dimulai dari umur 10 tahun, bukan 30 tahun.

Jangan cuma jago ngegolin lawan Filipina lalu langsung ngaku tim masa depan Asia.

Bola itu bundar, tapi rasa kecewa malam ini rasanya seperti bujangan ditinggal pas tunangan. Pahit, malu, tapi tetap harus belajar.

 

 

Penulis : Ristanto | Editor : Irfan

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Seleknas KKI 2026 Digelar, OSO: Menang Kalah Biasa, Kejujuran yang Utama

18 April 2026 - 14:02

Jordy Tutuarima Bongkar Kekacauan Persis Solo: 9 Pemain Asing Didepak Mendadak, Gaji Berbulan-bulan Tak Dibayar

13 April 2026 - 09:47

Drama Dean James di Go Ahead Eagles: Tak Disanksi KNVB, Tapi Status Kewarganegaraan Jadi Sorotan

9 April 2026 - 04:34

Dilema Pemain Naturalisasi Indonesia di Liga Belanda: Antara Bertahan di Eredivisie atau Setia ke Timnas

5 April 2026 - 11:21

Radja Nainggolan, Belgia, dan Penyesalan yang Datang Terlambat: “Harusnya Saya Pilih Indonesia Lebih Cepat”

5 April 2026 - 11:12

Trending di Sport