Menu

Mode Gelap
Modus Janji Kredit Miliaran, Dwi Febrie Endaryanto Resmi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Status Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka, Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi Pink: Privilege atau SOP? DPC PKB Kota Bekasi Patok Target 7 Kursi di Pemilu 2029 di Harlah ke-28 Pidato Prabowo Lagi-Lagi Bikin Ramai: Kali Ini Jurnalis, LSM, dan Pengamat Disebut “Londo Ireng” Video Alphard Terobos Lampu Merah Viral, Pramono Minta Satpam Tak Dipecat dan Polisi Bertindak Tegas Heboh Suzuki Thunder Dilarang Isi BBM, Pertamina Akhirnya Buka Suara

News

Ulil Sebut Aktivis Lingkungan Wahabi, Susi Pujiastuti: ‘Ini Gblk Bnget Deh’

badge-check

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ulil Abshar Abdalla, mendadak jadi sorotan karena menyebut aktivis lingkungan yang menolak tambang nikel di Raja Ampat sebagai Wahabi.(foto:ist) Perbesar

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ulil Abshar Abdalla, mendadak jadi sorotan karena menyebut aktivis lingkungan yang menolak tambang nikel di Raja Ampat sebagai Wahabi.(foto:ist)

PRABA INSIGHT – Kalau kamu pikir debat soal lingkungan bakal adem ayem, berarti kamu belum nonton perdebatan antara Gus Ulil Abshar Abdalla dari PBNU dan Iqbal Damanik dari Greenpeace. Judulnya sih bahas tambang nikel di Raja Ampat, tapi yang bikin heboh justru pernyataan Gus Ulil yang nyebut aktivis lingkungan mirip Wahabi.

Iya, kamu nggak salah baca. Aktivis yang bela hutan malah dibilang Wahabi. Semesta ini kadang suka bercanda kelewat batas.


Debat Tambang ala Kompas TV: Dari Hutan ke Wahabi

Dalam tayangan debat “ROSI” di Kompas TV, Iqbal Damanik, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, ngajak Gus Ulil diskusi serius soal dampak tambang nikel di Raja Ampat. Iqbal nanya:

“Tunjukkan satu saja wilayah tambang di Indonesia yang berhasil memulihkan ekosistemnya.”

Jawaban Gus Ulil? Bukan data, tapi nostalgia masa kecil. Ia cerita soal kampung halamannya yang dulu ijo royo-royo, sekarang berubah karena pertumbuhan penduduk.

Iqbal membalas: “Itu beda, Gus. Ekskavator bisa tebang ribuan hektare sehari. Manusia mah sebiji pohon aja udah ngos-ngosan.”

Lalu Gus Ulil nyeletuk:

“Ini yang saya sebut Wahabisme. Terlalu puritan. Menolak tambang mentah-mentah itu seperti Wahabi menjaga teks suci.”

Kata beliau, aktivis lingkungan terlalu ekstrem. Padahal, katanya, industri ekstraktif seperti tambang emang berisiko, tapi bukan berarti harus ditolak total.


Warganet Ngamuk, Bu Susi Turun Tangan

Susi merespons unggahan akun @ARSIPAJA yang memposting ulang potongan video Ulil.

Video yang diunggah pada Minggu (15/6/2025) pukul 11.00 WIB itu telah ditonton lebih dari 291 ribu kali dan mendapat berbagai komentar.

 Cuplikan video itu langsung viral. Netizen rame-rame menyentil pernyataan Gus Ulil. Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, ikut komentar:

“Ini gblk banget deh.”

Komentar lain juga tak kalah sengit. Ada yang bilang pernyataan itu menyedihkan, ada yang menyayangkan NU punya tokoh yang ngomong begitu. “Shame on NU,” tulis netizen @princesmp.

“Nikmat Allah itu bukan buat dihabiskan, tapi dijaga,” tulis akun @anekchandesu.

Kebakaran hutan belum padam, eh kebakaran di kolom komentar malah makin jadi.


Kenalan Yuk Sama Iqbal Damanik

Iqbal bukan aktivis kemarin sore. Ia aktif di Greenpeace Indonesia dan udah malang melintang di isu kehutanan. Dari Kalimantan Timur sampai urusan RPJMN, Iqbal rajin angkat suara soal hak masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Iqbal juga yang ngotot menolak tambang nikel di Raja Ampat karena dinilai melanggar UU No. 1 Tahun 2014 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau kecil. Menurutnya, tambang di pulau kecil itu haram hukumnya dari segi konstitusi.


Kata Iqbal: “Mau Tunggu Raja Ampat Hancur Dulu?”

Dalam wawancara terpisah di Kompas TV, Iqbal menantang logika pemerintah:

“Mau tunggu Raja Ampat rusak dulu baru ditindak? Mau tunggu hancur baru sadar?”

Ia mengkritik lambannya respons negara, serta pembiaran terhadap PT GAG Nikel yang masih bebas beroperasi. Padahal UU dan peraturan menteri sudah jelas: tambang di pulau kecil dilarang. Titik.


Prabowo Cabut Izin, Tapi PT GAG Tetap Aman

Presiden Prabowo Subianto akhirnya turun tangan. Empat izin tambang dicabut:

  1. PT Anugerah Surya Pratama

  2. PT Nurham

  3. PT Mulia Raymond Perkasa

  4. PT Kawei Sejahtera Mining

Namun, PT GAG Nikel tetap aman. Pemerintah beralasan, perusahaan ini punya izin khusus sejak zaman Perpu No. 1 Tahun 2004. Menteri Bahlil bilang, GAG akan diawasi ketat, amdal-nya wajib paten, dan gak boleh ganggu terumbu karang.

Tapi kita tahu sendiri: di Indonesia, yang diawasi ketat seringkali justru demo, bukan perusahaan tambang.


Tambang vs Alam: Siapa yang Wahabi Sebenarnya?

Pertanyaan besarnya bukan siapa Wahabi, tapi: kenapa orang yang membela lingkungan dianggap ekstrem? Apakah menjaga ekosistem yang nyaris punah itu radikal?

Kalau aktivis lingkungan dibilang puritan, maka kita semua butuh lebih banyak “Wahabi” yang cinta bumi. Karena nyatanya, hutan kita makin habis, laut makin keruh, dan pulau-pulau makin bolong kena gali tambang.

Penulis : Irfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Modus Janji Kredit Miliaran, Dwi Febrie Endaryanto Resmi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

25 Juli 2026 - 17:57

Status Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka, Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi Pink: Privilege atau SOP?

25 Juli 2026 - 11:39

DPC PKB Kota Bekasi Patok Target 7 Kursi di Pemilu 2029 di Harlah ke-28

25 Juli 2026 - 00:52

Pidato Prabowo Lagi-Lagi Bikin Ramai: Kali Ini Jurnalis, LSM, dan Pengamat Disebut “Londo Ireng”

24 Juli 2026 - 19:21

Video Alphard Terobos Lampu Merah Viral, Pramono Minta Satpam Tak Dipecat dan Polisi Bertindak Tegas

24 Juli 2026 - 17:08

Trending di News