Menu

Mode Gelap
Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1 Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

News

“Mau Sampai Kapan Nyawa Driver Ojol Melayang?” Curhatan Irfan Smandu soal Kelelahan dan Potongan Tarif

badge-check

Irfan Yunus Ketua Umum Lintas Gajah Mada (Istimewa) Perbesar

Irfan Yunus Ketua Umum Lintas Gajah Mada (Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Malam itu, sebelum menutup mata dan menyerah pada lelahnya, seorang driver ojol bernama Irfan Smandu menulis uneg-unegnya yang bikin siapa pun yang baca ikut deg-degan.

Dalam tulisannya yang di kirim ke redaksi prabainsight.com Irfan mempertanyakan: “Mau sampai berapa nyawa lagi driver ojol melayang, karena kelelahan mencari uang?”

Ya, ini bukan dramatisasi. Ini realitas pekerja ojol (ojek online) yang setiap hari mengadu nasib di jalanan, menghadapi sistem yang berubah-ubah dan pendapatan yang terus tergerus.

Potongan Tarif  & “Program Gacor” yang Bikin Pusing

Menurut Irfan, pendapatan driver makin menyusut karena sejumlah kebijakan aplikator:

  • Anyeb lah istilah Irfan untuk monopoli orderan bagi driver yang tidak ikut program resmi aplikator.
  • Potongan Rp 20.000/hari – program Gacor atau Hemat yang katanya “untuk kebaikan” tapi bikin penghasilan tipis.
  • Potongan Rp 3.000/shift – Gaspol Grab dan kebijakan lain yang “banyak banget, kalau ditulis satu per satu bisa bikin novel”.
  • Sistem berubah setiap 3–6 bulan – bukan demi lebih baik, tapi sering kali justru memberatkan driver.

Intinya, kerja keras driver ojol seringkali tak sebanding dengan penghasilan, dan mereka harus menempuh jalanan dalam kondisi lelah demi sekadar memenuhi kebutuhan hidup.

Payung Hukum Tak Jelas, Nyawa Taruhan

Irfan juga menyoroti soal payung hukum: sampai sekarang, driver ojol masih minim perlindungan hukum. Tak ada regulasi yang mengatur batas jam kerja, kompensasi lelah, atau mekanisme gaji tetap. Akibatnya, banyak driver yang rela “memaksakan diri” demi uang, meski risiko kecelakaan meningkat.

Tulisan Irfan ditutup dengan semangat juang:

“#keepfighting #abislebarankitagaslagi #Bismillahpastiadajalan”

Sebuah pengingat keras: di balik layanan cepat ojol yang kita nikmati, ada manusia yang bertaruh nyawa demi sesuap nasi. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Sandri Rumanama: Isu Surpres Pergantian Kapolri Ramai Lagi, Padahal Dasarnya Saja Belum Kelihatan

5 Agustus 2026 - 11:45

Delapan Jam Menunggu Kamar Rawat, Dihujat karena BPJS, Kisah Yurizal Berakhir Pilu

5 Agustus 2026 - 10:48

Trending di News