Menu

Mode Gelap
3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

Internasional

AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Sri Lanka, 87 Pelaut Tewas

badge-check

Kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran IRIS Dena di perairan internasional dekat Sri Lanka, menewaskan 87 pelaut. Konflik Iran-AS meluas ke Samudra Hindia. Perbesar

Kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran IRIS Dena di perairan internasional dekat Sri Lanka, menewaskan 87 pelaut. Konflik Iran-AS meluas ke Samudra Hindia.

PRABAINSIGHT.COM – Colombo, Sri Lanka – Kalau biasanya kita cuma nonton berita perang di Timur Tengah dari layar televisi, tahun 2026 ini realitasnya makin dekat. Sebuah kapal selam Amerika Serikat menenggelamkan frigat Iran di perairan internasional dekat Sri Lanka, Rabu (4/3). Akibatnya, 87 pelaut Iran tewas, puluhan hilang, dan sebagian selamat diselamatkan oleh angkatan laut Sri Lanka.

Buat pekerja kantoran, ini mungkin cuma angka di berita. Tapi bayangin 87 nyawa hilang karena torpedo yang bunyinya nggak bisa dibungkam mute di Zoom meeting.

Kapal Iran “Rasa Aman”, Tapi Tidak

Kapal perang Iran yang tenggelam adalah IRIS Dena, kapal yang katanya cukup “keren” buat pamer latihan pelayaran internasional. Mereka mungkin merasa aman di perairan internasional. Nyatanya, kapal selam AS sudah mengintai dan menunggu momen yang tepat. Sekali tembak torpedo Mark‑48, bam! Kapal tenggelam, nyawa melayang.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, bilang ini “kematian yang sunyi”. Sunyi? Ya, buat mereka yang di kapal selam mungkin iya. Tapi buat keluarga di Iran? Sunyi itu berarti trauma, tangisan, dan pertanyaan “kenapa bisa sampai begini?”

Sri Lanka Jadi “Tukang Selamat” Dadakan

Angkatan Laut Sri Lanka buru-buru datang setelah alarm darurat kapal Iran berbunyi. Mereka berhasil mengevakuasi sebagian pelaut, tapi puluhan lainnya masih hilang di Samudra Hindia. Dan jangan lupa, Sri Lanka sekarang juga harus ngawasin kapal perang Iran kedua yang melintas di dekat mereka, takut terjadi insiden susulan.

Bayangkan: negara yang cuma ingin netral tiba-tiba jadi tukang selamat dadakan di drama geopolitik internasional.

Dampak & Drama Geopolitik

Insiden ini bikin peta konflik makin ribet. Dari Timur Tengah, perang sekarang mewabah sampai Samudra Hindia. Pemerintah Iran marah besar dan mengancam “konsekuensi serius” buat AS. Sementara Sri Lanka sibuk urus warga pelaut yang selamat dan keamanan rumah sakit.

Kalau diperhatiin, semua ini kayak permainan catur raksasa: satu langkah salah, nyawa hilang, negara panik, dan berita viral. Tapi bedanya, pemainnya nggak pakai papan catur, tapi kapal perang dan torpedo sungguhan.

Editor : Irfan Ardhiyanto 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang

10 Agustus 2026 - 09:59

Gianni Infantino Dilaporkan Hadapi Tudingan “Suap” Terkait Rencana Penjualan Saham Piala Dunia FIFA

30 Juli 2026 - 16:12

Spanyol Akui Palestina, Sikap Tegas Pedro Sánchez Picu Ketegangan dengan Israel

20 Juli 2026 - 20:13

Trump Sebut Israel Bisa Tamat dalam Hitungan Jam Jika Iran Punya Nuklir, Ancaman atau Jurus Negosiasi?

18 Juni 2026 - 18:44

Viral! Polisi Florida Tilang Perempuan Tanpa Tangan Kanan karena Diduga Main HP Saat Nyetir

2 Juni 2026 - 12:49

Trending di Internasional