Menu

Mode Gelap
Ceramah di Kolong Tol, Ustadz Endang: Harta dari Judol dan Pinjol Bisa Jadi Petaka iPhone Rp2 Juta Berujung Parang: Drama Emosi Pembeli di Toko HP Medan yang Viral Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditusuk di Bandara, Salah Satu Pelaku Diduga Atlet MMA Menggugat Sistem Global, Haidar Alwi Dorong Emas Rakyat Jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi RI Sekawan Limo 2 Tayang Mei 2026: Dari Reuni Santai Berujung Teror Pesugihan PHI Group Borong 2 Penghargaan di Grand Honors 2026, Ekspansi 27 Hotel dan Bidik Pasar ASEAN

Internasional

AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Sri Lanka, 87 Pelaut Tewas

badge-check


					Kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran IRIS Dena di perairan internasional dekat Sri Lanka, menewaskan 87 pelaut. Konflik Iran-AS meluas ke Samudra Hindia. Perbesar

Kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran IRIS Dena di perairan internasional dekat Sri Lanka, menewaskan 87 pelaut. Konflik Iran-AS meluas ke Samudra Hindia.

PRABAINSIGHT.COM – Colombo, Sri Lanka – Kalau biasanya kita cuma nonton berita perang di Timur Tengah dari layar televisi, tahun 2026 ini realitasnya makin dekat. Sebuah kapal selam Amerika Serikat menenggelamkan frigat Iran di perairan internasional dekat Sri Lanka, Rabu (4/3). Akibatnya, 87 pelaut Iran tewas, puluhan hilang, dan sebagian selamat diselamatkan oleh angkatan laut Sri Lanka.

Buat pekerja kantoran, ini mungkin cuma angka di berita. Tapi bayangin 87 nyawa hilang karena torpedo yang bunyinya nggak bisa dibungkam mute di Zoom meeting.

Kapal Iran “Rasa Aman”, Tapi Tidak

Kapal perang Iran yang tenggelam adalah IRIS Dena, kapal yang katanya cukup “keren” buat pamer latihan pelayaran internasional. Mereka mungkin merasa aman di perairan internasional. Nyatanya, kapal selam AS sudah mengintai dan menunggu momen yang tepat. Sekali tembak torpedo Mark‑48, bam! Kapal tenggelam, nyawa melayang.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, bilang ini “kematian yang sunyi”. Sunyi? Ya, buat mereka yang di kapal selam mungkin iya. Tapi buat keluarga di Iran? Sunyi itu berarti trauma, tangisan, dan pertanyaan “kenapa bisa sampai begini?”

Sri Lanka Jadi “Tukang Selamat” Dadakan

Angkatan Laut Sri Lanka buru-buru datang setelah alarm darurat kapal Iran berbunyi. Mereka berhasil mengevakuasi sebagian pelaut, tapi puluhan lainnya masih hilang di Samudra Hindia. Dan jangan lupa, Sri Lanka sekarang juga harus ngawasin kapal perang Iran kedua yang melintas di dekat mereka, takut terjadi insiden susulan.

Bayangkan: negara yang cuma ingin netral tiba-tiba jadi tukang selamat dadakan di drama geopolitik internasional.

Dampak & Drama Geopolitik

Insiden ini bikin peta konflik makin ribet. Dari Timur Tengah, perang sekarang mewabah sampai Samudra Hindia. Pemerintah Iran marah besar dan mengancam “konsekuensi serius” buat AS. Sementara Sri Lanka sibuk urus warga pelaut yang selamat dan keamanan rumah sakit.

Kalau diperhatiin, semua ini kayak permainan catur raksasa: satu langkah salah, nyawa hilang, negara panik, dan berita viral. Tapi bedanya, pemainnya nggak pakai papan catur, tapi kapal perang dan torpedo sungguhan.

Editor : Irfan Ardhiyanto 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dana Rp263 Triliun untuk Gaza Diduga Dialihkan ke Israel, Nama Donald Trump Disorot

20 April 2026 - 16:41

Pendeta di Irlandia “Salah Doa” untuk Donald Trump, Jemaat Tertawa, Netizen: Ini Bukan Sekadar Kepleset

20 April 2026 - 14:47

Ketegangan Ibadah di Yerusalem: Israel Perketat Akses Minggu Palma, Pemimpin Gereja Protes

16 April 2026 - 20:30

Melania Trump Bantah Keterkaitan dengan Epstein Files, DOJ Buka Dokumen Lama yang Seret Nama Elite Dunia

12 April 2026 - 13:05

Konflik NATO Memanas: Donald Trump Sebut Anggota “Pengecut” Usai Tolak Serang Iran, Emmanuel Macron Balas Seret Isu Pribadi

12 April 2026 - 12:55

Trending di Internasional