Menu

Mode Gelap
Modus Janji Kredit Miliaran, Dwi Febrie Endaryanto Resmi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Status Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka, Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi Pink: Privilege atau SOP? DPC PKB Kota Bekasi Patok Target 7 Kursi di Pemilu 2029 di Harlah ke-28 Pidato Prabowo Lagi-Lagi Bikin Ramai: Kali Ini Jurnalis, LSM, dan Pengamat Disebut “Londo Ireng” Video Alphard Terobos Lampu Merah Viral, Pramono Minta Satpam Tak Dipecat dan Polisi Bertindak Tegas Heboh Suzuki Thunder Dilarang Isi BBM, Pertamina Akhirnya Buka Suara

News

Aroma Tak Sedap Tambang Ilegal di Jambi: Oknum Perwira Polda Diduga Jadi Beking

badge-check

Tambang ilegal Jambi kembali bikin gaduh. Kali ini, nama Kombes Pol Muhammad Edi Faryadi, Karo Ops Polda Jambi, terseret dugaan pemerasan dan jadi beking tambang liar.(Ist)

Perbesar

Tambang ilegal Jambi kembali bikin gaduh. Kali ini, nama Kombes Pol Muhammad Edi Faryadi, Karo Ops Polda Jambi, terseret dugaan pemerasan dan jadi beking tambang liar.(Ist)

PRABA INSIGHT- Dunia tambang ilegal di Jambi kembali jadi sorotan, kali ini menyeret nama seorang perwira tinggi Polda Jambi. Kombes Pol Muhammad Edi Faryadi, yang saat ini menjabat Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Jambi, dilaporkan masyarakat karena diduga terlibat dalam aksi pemerasan dan jadi beking tambang ilegal.

Cerita ini tak muncul begitu saja. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, sang perwira diduga kerap turun langsung ke lokasi tambang ilegal. Bukan untuk menertibkan, melainkan diduga untuk “memungut setoran” dari para pengusaha tambang nakal. Alasannya klise: demi “pengamanan”. Padahal, aktivitas tambang itu sendiri jelas-jelas tanpa izin.

“Para pengusaha tambang terpaksa bayar karena takut usaha mereka diganggu. Mereka merasa tak ada pilihan lain,” kata salah satu warga yang enggan disebut namanya, Jumat (11/7/2025).

Warga menilai, apa yang dilakukan oknum perwira ini adalah bentuk penyalahgunaan jabatan. Polisi yang mestinya jadi penjaga hukum, malah diduga menjadikan hukum sebagai alat mainan. Tak heran, kepercayaan publik pada aparat penegak hukum kembali tergerus.

Desakan kepada Mabes Polri pun bergema. Warga berharap, kasus ini tak berakhir jadi “kabar angin” yang hilang ditelan waktu. Mereka meminta Mabes Polri segera turun tangan, mengusut tuntas dugaan pemerasan ini secara profesional dan transparan.

“Ini bukan sekadar ulah oknum, ini soal menjaga kepercayaan publik ke institusi Polri. Kalau dibiarkan, bagaimana rakyat mau percaya lagi?” kata warga lainnya.

Selain Mabes Polri, warga juga menuntut Polda Jambi bersikap jujur dan tak melindungi siapa pun yang terbukti salah. Transparansi dan akuntabilitas dinilai jadi kunci utama agar kasus seperti ini tak berulang lagi di masa mendatang.

Sampai berita ini diturunkan, Polda Jambi belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Awak media masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk mengonfirmasi kebenaran informasi ini. (Van)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Modus Janji Kredit Miliaran, Dwi Febrie Endaryanto Resmi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

25 Juli 2026 - 17:57

Status Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka, Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi Pink: Privilege atau SOP?

25 Juli 2026 - 11:39

DPC PKB Kota Bekasi Patok Target 7 Kursi di Pemilu 2029 di Harlah ke-28

25 Juli 2026 - 00:52

Pidato Prabowo Lagi-Lagi Bikin Ramai: Kali Ini Jurnalis, LSM, dan Pengamat Disebut “Londo Ireng”

24 Juli 2026 - 19:21

Video Alphard Terobos Lampu Merah Viral, Pramono Minta Satpam Tak Dipecat dan Polisi Bertindak Tegas

24 Juli 2026 - 17:08

Trending di News