Menu

Otomatis
Breaking News

News

KAUP Gelar PentaSeni 2026 di Kampus Pancasila, Jadi Momen Perpisahan Kepengurusan Dasco

badge-check

PentaSeni KAUP 2026 digelar di Kampus Universitas Pancasila sebagai ajang seni, silaturahmi alumni, dan perpisahan kepengurusan Sufmi Dasco Ahmad. Perbesar

PentaSeni KAUP 2026 digelar di Kampus Universitas Pancasila sebagai ajang seni, silaturahmi alumni, dan perpisahan kepengurusan Sufmi Dasco Ahmad.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Kalau kampus adalah rumah kedua, maka acara perpisahan biasanya tidak cukup diselesaikan dengan sambutan formal dan foto bersama. Keluarga Alumni Universitas Pancasila (KAUP) tampaknya paham betul soal itu. Maka lahirlah PentaSeni KAUP 2026 sebuah pentas seni yang bukan cuma soal panggung dan tepuk tangan, tapi juga soal pamit dengan cara yang lebih manusiawi.

Jumat (7/2/2026), Kampus Universitas Pancasila berubah jadi ruang temu lintas generasi. Mahasiswa, dosen, karyawan, alumni, sampai warga sekitar kampus tumplek blek. Mereka datang bukan hanya untuk menonton, tapi juga untuk ikut merayakan sesuatu yang jarang dirayakan secara terbuka: perpisahan kepengurusan.

PentaSeni KAUP 2026 menjadi momen pamungkas kepengurusan Sufmi Dasco Ahmad bersama sivitas akademika Universitas Pancasila. Bukan perpisahan yang kaku dan penuh basa-basi, tapi perpisahan yang diisi musik, tari, dan ekspresi seni cara halus untuk bilang terima kasih tanpa harus terlalu melankolis.

Nama PentaSeni sendiri bukan tempelan estetika. “Penta” merujuk pada lima sila Pancasila, fondasi yang sejak awal menjadi napas Universitas Pancasila. Sementara “Seni” dipilih karena barangkali tidak ada medium yang lebih jujur untuk menyampaikan rasa selain seni. Di sini, ideologi dan kreativitas dipertemukan tanpa perlu debat panjang.

Acara ini digelar berbarengan dengan Musyawarah Alumni (MUSAL) PP-KAUP. Jadi jangan heran jika nuansanya campur aduk: ada suasana serius khas forum alumni, tapi juga ada sorak sorai khas panggung mahasiswa. Dua dunia yang biasanya bertemu di grup WhatsApp, kini duduk bersama di satu halaman kampus.

Panggung PentaSeni sepenuhnya menjadi milik mahasiswa. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seni seperti KIPAS, SERUNI, PEAD, BESI, SENTRAKSI, dan SENDAL JAWA bergantian unjuk kebolehan. Dari musik band yang bikin kepala mengangguk tanpa sadar, sampai tari tradisional yang mengingatkan bahwa modernitas tidak selalu harus meninggalkan akar.

Di sela gemuruh tepuk tangan, ada momen yang terasa lebih personal. Bagi Sufmi Dasco Ahmad, PentaSeni bukan sekadar agenda alumni, tapi juga titik refleksi. Empat tahun memimpin PP-KAUP ditutup dengan satu pesan sederhana, tanpa jargon berlebihan.

“Terimakasih untuk semua kawan-kawan yang telah membersamai dalam kepengurusan PP-KAUP, selama empat tahun yang tidak terasa. Sekarang saatnya kita menyelesaikan amanah. Semoga kita kompak terus dan dari sini kita ciptakan dunia aman damai,” ujar Dasco, yang juga dikenal publik sebagai Wakil Ketua DPR RI.

Kalimat itu terdengar lugas, nyaris tanpa polesan. Mungkin karena dalam acara seni, kata-kata memang tidak perlu terlalu dipoles. Biarkan musik dan tari yang menyelesaikan sisanya.

Ketua Panitia PentaSeni KAUP 2026, Noviar Beta Aurenaldi, berharap acara semacam ini tidak berhenti sebagai agenda satu kali. Menurutnya, pentas seni bisa menjadi ruang temu yang efektif antara alumni dan mahasiswa tanpa sekat usia, jabatan, atau angkatan.

“Event seperti ini tidak hanya memperkuat ikatan antara alumni dan almamater, tetapi juga memberikan panggung bagi talenta muda untuk berkembang dan menginspirasi,” kata Noviar.

Melihat antusiasme pengunjung, pernyataan itu terdengar masuk akal. Kampus memang butuh ruang ekspresi yang inklusif tempat mahasiswa bisa tampil, alumni bisa hadir tanpa canggung, dan seni tidak diperlakukan sebagai pelengkap acara formal.

PentaSeni KAUP 2026 pun usai. Lampu panggung dimatikan, alat musik dibereskan, dan kursi-kursi dilipat kembali. Tapi seperti kebanyakan acara seni, yang tertinggal bukan hanya dokumentasi foto, melainkan juga rasa: bahwa Pancasila, seni, dan kebersamaan masih bisa dirayakan tanpa harus terasa berat.

Perpisahan telah selesai. Namun seperti biasa, di kampus, yang benar-benar pamit hanyalah kepengurusan. Semangatnya kalau dikelola dengan baik bisa tinggal lebih lama.(Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kasus Lahan Cilacap: Saksi Ungkap Tanah Berstatus HGU Swasta, Bukan Aset Negara

14 Agu 2026 - 22:03 WIB

Kasus Lahan Cilacap: Saksi Ungkap Tanah Berstatus HGU Swasta, Bukan Aset Negara

500 Orang Lari di CFD Jakarta, AESI Kejar Target 100 GW Energi Surya: Bukan Sekadar Bakar Kalori

14 Agu 2026 - 19:20 WIB

500 Orang Lari di CFD Jakarta, AESI Kejar Target 100 GW Energi Surya: Bukan Sekadar Bakar Kalori

Guru SMP di Labura Didakwa Cabuli Siswi Saat Apel, Kejati Sumut Ungkap Alasan Penahanan

13 Agu 2026 - 12:00 WIB

Guru SMP di Labura Didakwa Cabuli Siswi Saat Apel, Kejati Sumut Ungkap Alasan Penahanan

Viral Cekcok Soal Bendera Merah Putih di Rancabungur, Tukang Cukur Akhirnya Minta Maaf

13 Agu 2026 - 11:48 WIB

Viral Cekcok Soal Bendera Merah Putih di Rancabungur, Tukang Cukur Akhirnya Minta Maaf

Korban Pengeroyokan Oknum DPRD Kabupaten Bekasi Tolak Damai, Minta Lanjut Hukum

12 Agu 2026 - 19:22 WIB

Korban Pengeroyokan Oknum DPRD Kabupaten Bekasi Tolak Damai, Minta Lanjut Hukum
Trending di News