Menu

Mode Gelap
Launching Media Kontra Narasi, Survei HAI Catat Kepercayaan Publik terhadap Polri 78,3 Persen Rizki Juniansyah Naik Pangkat Jadi Kapten dan Pindah dari TNI AL ke AD Sidang Brigadir Nurhadi, Jaksa Ungkap Petunjuk Motif dari Kesaksian MALAM JUMAT KLIWON: YANG BANGKIT DARI KUBUR TIDAK SELALU MAYIT Kisah Horor Rumah Tanpa Bayangan Jejak Angka di Laporan Pelindo: Gaji dan Bonus Arman Depari Rp3,2 Miliar

News

Aroma Tak Sedap Tambang Ilegal di Jambi: Oknum Perwira Polda Diduga Jadi Beking

badge-check


					Tambang ilegal Jambi kembali bikin gaduh. Kali ini, nama Kombes Pol Muhammad Edi Faryadi, Karo Ops Polda Jambi, terseret dugaan pemerasan dan jadi beking tambang liar.(Ist)

Perbesar

Tambang ilegal Jambi kembali bikin gaduh. Kali ini, nama Kombes Pol Muhammad Edi Faryadi, Karo Ops Polda Jambi, terseret dugaan pemerasan dan jadi beking tambang liar.(Ist)

PRABA INSIGHT- Dunia tambang ilegal di Jambi kembali jadi sorotan, kali ini menyeret nama seorang perwira tinggi Polda Jambi. Kombes Pol Muhammad Edi Faryadi, yang saat ini menjabat Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Jambi, dilaporkan masyarakat karena diduga terlibat dalam aksi pemerasan dan jadi beking tambang ilegal.

Cerita ini tak muncul begitu saja. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, sang perwira diduga kerap turun langsung ke lokasi tambang ilegal. Bukan untuk menertibkan, melainkan diduga untuk “memungut setoran” dari para pengusaha tambang nakal. Alasannya klise: demi “pengamanan”. Padahal, aktivitas tambang itu sendiri jelas-jelas tanpa izin.

“Para pengusaha tambang terpaksa bayar karena takut usaha mereka diganggu. Mereka merasa tak ada pilihan lain,” kata salah satu warga yang enggan disebut namanya, Jumat (11/7/2025).

Warga menilai, apa yang dilakukan oknum perwira ini adalah bentuk penyalahgunaan jabatan. Polisi yang mestinya jadi penjaga hukum, malah diduga menjadikan hukum sebagai alat mainan. Tak heran, kepercayaan publik pada aparat penegak hukum kembali tergerus.

Desakan kepada Mabes Polri pun bergema. Warga berharap, kasus ini tak berakhir jadi “kabar angin” yang hilang ditelan waktu. Mereka meminta Mabes Polri segera turun tangan, mengusut tuntas dugaan pemerasan ini secara profesional dan transparan.

“Ini bukan sekadar ulah oknum, ini soal menjaga kepercayaan publik ke institusi Polri. Kalau dibiarkan, bagaimana rakyat mau percaya lagi?” kata warga lainnya.

Selain Mabes Polri, warga juga menuntut Polda Jambi bersikap jujur dan tak melindungi siapa pun yang terbukti salah. Transparansi dan akuntabilitas dinilai jadi kunci utama agar kasus seperti ini tak berulang lagi di masa mendatang.

Sampai berita ini diturunkan, Polda Jambi belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Awak media masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk mengonfirmasi kebenaran informasi ini. (Van)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Launching Media Kontra Narasi, Survei HAI Catat Kepercayaan Publik terhadap Polri 78,3 Persen

16 Januari 2026 - 11:14 WIB

Rizki Juniansyah Naik Pangkat Jadi Kapten dan Pindah dari TNI AL ke AD

16 Januari 2026 - 10:50 WIB

Jejak Angka di Laporan Pelindo: Gaji dan Bonus Arman Depari Rp3,2 Miliar

15 Januari 2026 - 15:25 WIB

KUHAP Baru Berlaku, KPK Tak Lagi Tampilkan Tersangka dalam Konferensi Pers

13 Januari 2026 - 07:12 WIB

Tersangka Korupsi Kuota Haji, Harta Yaqut Cholil Qoumas Melonjak Jadi Rp13,7 Miliar

13 Januari 2026 - 07:04 WIB

Trending di News