Menu

Mode Gelap
Kantor Pegadaian Wilayah IX Jakarta 2 Tancap Gas Digitalisasi Transaksi Emas Lewat Aplikasi Tring Tragis! Rumah Dijaminkan demi Tolong Orang, YAM Justru Dipenjara Ketika Polri Mau Dipindah ke Kementerian, Alarm Reformasi Ikut Bunyi Kamar 307: Malam Saat Tangan Buntung Keluar dari Kolong Ranjang Kutukan Tuyul Turunan: Kekayaan yang Dibayar dengan Nyawa Anak Sendiri Sebulan Jadi Brimob Palsu: Masuk Mako, Ikut Latihan, dan Pegang Senjata Ketahuan Gara-gara Minta Rokok

Music

Debut di Jakarta, Tapi Ambisinya Mendunia: Siapa Sebenarnya PAPION?

badge-check


					Di tengah musik yang makin monoton dan penuh tiruan, PAPION hadir sebagai girlband baru yang langsung mencuri perhatian unik, percaya diri, dan penuh kualitas.(foto;istimewa) Perbesar

Di tengah musik yang makin monoton dan penuh tiruan, PAPION hadir sebagai girlband baru yang langsung mencuri perhatian unik, percaya diri, dan penuh kualitas.(foto;istimewa)

PRABA INSIGHT- Di tengah keriuhan industri musik yang isinya makin banyak “kopi paste” dan tren yang gitu-gitu aja, muncullah PAPION, girlband baru yang nggak cuma datang buat numpang eksis. Mereka datang kayak anak baru di kelas yang langsung dapet perhatian satu sekolah: nyentrik, percaya diri, dan yang paling penting punya isi.

Hari ini mereka debut secara resmi lewat showcase di Jakarta. Dan seperti yang bisa ditebak, acaranya langsung bikin heboh fans musik pop yang udah muak dengan konsep girlband yang terlalu “template”.

Nama PAPION sendiri berasal dari papillon, bahasa Prancis buat kupu-kupu. Tapi jangan keburu mikir mereka bakal lembek dan lemah-lembut. Kupu-kupu versi PAPION ini lebih mirip superhero: muncul dari kepompong lalu terbang sambil nendang stigma industri musik lokal yang sering minder duluan kalau ngomongin pasar global.

Kenalan dulu sama kelima personilnya:

  • Angel (Indonesia) – Bekas model yang kayaknya kalau berdiri diam pun tetap kelihatan artistik. Fasih Mandarin, cocok buat jadi PR kalau manggung ke Tiongkok.
  • Ponn (Thailand) – Pemalu tapi nari kayak lagi diburu deadline. Manis, tapi kalau di panggung bisa jadi pemecah suasana.
  • Naufa (Indonesia) – Termuda, paling fleksibel. Androgini, serba bisa, dan kayaknya cocok banget jadi bias wibu-wibu garis keras.
  • Naia (AS) – Suaranya kuat, otaknya cerdas, dan katanya gamer. Kalau gabut, mungkin bisa tanding Valorant sambil ngerap.
  • Farah (Indonesia) – Lembut, perhatian, dan punya energi healing. Kalau ini karakter di anime, pasti yang jadi penyembuh tim.

Kata Naufa, “PAPION itu lahir di Indonesia, tapi dibentuk buat dunia.” Dan kita percaya, karena dari cara mereka dibangun aja udah beda. Bukan grup dadakan yang dibikin karena label iseng, tapi proyek serius yang dirancang sejak awal dengan standar internasional.

Sebelum tampil, mereka udah rilis dua single yang lumayan bikin telinga melek

suasana saat Conference,Kamis (07/08) di bilangan Jakarta Barat (foto: ivan/praba)

“Push the Button”

Lagu city pop yang retro dan penuh nuansa galau-galau cantik. Kayak kamu yang nulis caption Instagram pakai lirik lagu, padahal hatinya lagi hancur. Liriknya tentang keberanian ambil keputusan besar. Cocok buat kamu yang udah tiga bulan ngaret resign tapi masih pura-pura bahagia di kantor.

“Song from My Heart”

Versi manis dan bersahabat dari PAPION. Lagu ini jadi soundtrack kampanye Pocari Sweat, jadi udah jelas: ini anthem generasi haus. Baik secara spiritual maupun elektrolit.

Produksi musiknya ditangani Ryo ‘LEFTY’ Miyata dari Jepang. Koreografi disusun Park Jihyo dari Korea Selatan. Jadi ini bukan lagi lokal-lokal amat. Ini kelas internasional yang numpang start dari Jakarta.

Showcase mereka di Jakarta tadi bukan cuma soal nyanyi. Tapi lebih mirip perkenalan resmi bahwa ada grup cewek dari Indonesia yang siap main di liga besar. Yang siap tampil di panggung global tanpa harus ganti paspor.

Dan bocorannya, single ketiga mereka udah siap ngetok pintu. Katanya bakal jadi transformasi baru lagi. PAPION emang nggak mau dikotak-kotakin. Konsep mereka adalah “nggak punya konsep tetap”. Hari ini city pop, besok bisa hip hop, minggu depan mungkin nyanyi sambil bawa angklung—nggak ada yang tahu.

Jadi, Kenapa PAPION Penting?

Karena di saat musik pop lokal sering minder sama Korea dan Jepang, mereka muncul kayak bilang: “Kami juga bisa.”

Karena akhirnya ada girlband yang bukan cuma cantik dan seragam, tapi juga berani beda.

Dan karena keberagaman bukan sekadar jargon buat dibawa ke lomba pidato, tapi benar-benar dijadikan bahan utama.

PAPION adalah kupu-kupu yang nggak cuma cantik, tapi juga bikin gatal kuping industri musik yang stagnan.(van)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Teddy Adhitya & White Chorus Lepas “Jaga Nafas”: Lagu Kontemplatif di Tengah Pembabatan Alam

20 November 2025 - 06:01 WIB

Thee Marloes Rilis “Harap dan Ragu”: Lagu Baru Buat Kamu yang Sering Dipukul Kenyataan Waktu

18 November 2025 - 12:12 WIB

‘Kenali, Pahami, Empati’: Album Baru SIVIA yang Dibumbui Amarah dan Proses Menjadi Manusia

30 Juli 2025 - 07:48 WIB

Thomas Gigi Rilis Single Baru, Gandeng Soleh Solihun: Hidup Emang Nggak Pernah Bisa Direncanain

23 Juni 2025 - 06:43 WIB

“Nadhif (Laman Berikutnya)”: Ketika Mantan Nggak Bisa Balik, Tapi Lagunya Bisa

20 Juni 2025 - 05:04 WIB

Trending di Music