PRABA INSIGHT- Ada yang baru di jagat media online tanah air. Namanya asammanis.news, sebuah portal berita nasional dengan cita rasa khas Indonesia Timur. Media ini resmi diluncurkan di Wisma Maluku, Jakarta Pusat, Sabtu (23/8/2025).
Sosok di balik semangat lahirnya asammanis.news adalah Ir. R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Institute (HAI) sekaligus Haidar Alwi Care (HAC). Dalam sambutannya, Haidar menegaskan bahwa Indonesia Timur punya segudang potensi yang layak dipromosikan, bukan hanya untuk konsumsi nasional, tapi juga internasional.
“Sejak awal saya berharap asammanis.news bisa bersaing dengan media nasional lain, sekaligus mewakili suara Indonesia Timur,” ujar Haidar.
Tak hanya itu, Haidar juga berpesan agar media ini konsisten mengangkat tokoh-tokoh dari kawasan timur, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga budaya. Menurutnya, sudah saatnya kemajuan Indonesia Timur disejajarkan dengan daerah lain.
“Sekarang eranya medsos, semua serba cepat. Harapan saya, asammanis.news jadi pelopor berita Indonesia Timur, agar kemajuannya bisa semakin pesat,” tambahnya.
Misi Redaksi: Gaspol dari Timur untuk Indonesia
Pemimpin Redaksi asammanis.news, Sadam Bugis, memastikan arah redaksi selaras dengan pesan Haidar Alwi: fokus pada pembangunan dan pemberdayaan Indonesia Timur.
“Kita juga akan mendampingi tokoh-tokoh asal Timur yang ada di Jakarta supaya tetap memberi perhatian untuk kampung halamannya,” kata Sadam.
Soal kesiapan, Sadam mengaku tim redaksi sudah menata pondasi dengan serius. Kantor sudah berdiri, kru sudah siap, tinggal tancap gas.
“Kita sudah koordinasi dengan wartawan di berbagai daerah. Setelah launching ini, kita langsung gaspol,” tutupnya.
Mengapa Penting?
Indonesia Timur selama ini kerap disebut kaya sumber daya, tapi kurang liputan. Asammanis.news mencoba mengisi ruang kosong itu. Ia ingin jadi panggung di mana cerita-cerita dari Papua, Maluku, NTT, dan Sulawesi bisa muncul ke permukaan—bukan sekadar catatan kaki dalam berita nasional.
Kalau berhasil, media ini bisa jadi jembatan antara suara timur dengan pusat, bahkan dunia. Dan siapa tahu, ke depan, tagline “kabar manis dari timur” bisa jadi pengingat bahwa berita tak melulu soal konflik dan bencana, tapi juga soal harapan dan kemajuan. (Van)






